Kamu Investor Atau Trader? Pahami Dulu Perbedaan Investasi Dan Trading

Bekasi – RumahMillennials.com | Dalam beberapa tahun terakhir, banyak generasi muda dari kalangan millennials atau gen z, yang sudah mulai melek terhadap literasi finansial. Ini terbukti dari obrolan mengenai investasi dan trading, yang kian populer di tongkrongan anak muda seakan – akan jual-beli saham, properti, dan obligasi menjadi topik sehari – hari.

Namun, kenyataanya tak sedikit millennials maupun gen z, yang masih salah paham soal investasi dan trading. Memang keduanya mirip, terutama jika soal saham, baik di investasi maupun trading, saham menjadi instrumen yang paling banyak jadi komoditi. Akibat salah memahami bedanya investasi dan trading, kerugian finansial bisa terjadi.

Untuk memahami perbedaan investasi dan trading, Rumah Millennials lewat program Millennials Mentoring Program (MMP) mengadakan webinar yang membahas soal “Investasi vs Trading? Knowing A-Z Financial Strategy Through Smart Investment” bersama narasumber utama, Michael Yeoh, Sabtu 20 Maret 2021.

Sebelum memutuskan apakah kamu mau menjadi investor atau trader, pahami dulu alokasi dana pribadimu yang akan kamu salurkan. Menurut Michael, dana yang digunakan merupakan uang dingin, alias uang yang memang tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu. Lalu, penting bagi kamu mulai berinvestasi karena jika hanya menabung di bank, nilai uang akan tergerus dengan inflasi sehingga ke depannya bukannya mendapatkan keuntungan, namun kerugian.

Salah satu instrumen finansial yang populer digunakan untuk investasi dan trading adalah saham. Membeli saham sama saja dengan membeli perusahaan, dan menitipkan dana kamu di perusahaan tersebut untuk diputar kembali sehingga menghasilkan keuntungan. Untuk membeli saham, ada dua analsis yang bisa kamu lakukan yaitu, fundamental analysis dan technical analysis.

Fundamental analysis adalah ketika membeli saham suatu perusahaan kita menilai kinerjanya di sektor rill, seperti apakah bisnis perusahaan itu sehat atau tidak. Jika kamu ingin berinvestasi saham, maka analisis yang digunakan lebih cocok fundamental analysis karena sifatnya jangka panjang. Sedangkan, technical analysis kita lebih memerhatikan nilai harga sama perusahaan, misalkan PT Bank A hari ini harganya sahamnya Rp 30 ribu, lalu besok jadi Rp 32 ribu, lusa jadi Rp 34 ribu, dan seterusnya. Technical analysis ini lebih sering dipakai untuk trader yang membeli saham untuk dijual kembali dalam jangka waktu pendek.

Selain ada perbedaan analysis dan jangka waktunya, investasi dan trading juga berbeda dari pola pikir yang harus kamu tanamkan. Dalam investasi yang memang orientasinya untuk jangka panjang, kamu tidak boleh panik saat melihat harga sahamnya turun karena hal itu memang bisa terjadi dan masih ada kemungkinan untuk naik kembali. Sedangkan dalam trading, kamu tidak boleh terpengaruh dari sisi psikologis, baik ketika harga melonjak sifat tamak yang muncul atau saat harga turun takut berlebihan.

Michael menekankan, tantangan terbesar seorang trader adalah ego diri sendiri, bagaimana kita bisa melihat market secara objektif, dan mengendalikan rasa takut dan tamak saat melihat harga. Untuk menjadi seorang trader yang konsisten di market, itu bukan dari luar tapi dalam diri sendiri jadi pastikan kamu menanamkan mindset yang tepat saat menjadi seorang trader.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *