Museum Sumpah Pemuda Dan Rumah Millennials Semarakkan Perayaan HUT Ke-75 Republik Indonesia

Bekasi – RumahMillennials.com | Museum Sumpah Pemuda berkolaborasi dengan Rumah Millennials menggelar perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia dengan mengadakan pameran bertemakan “Di Balik Layar Sumpah Pemuda”. Bertempatan di Aula Museum Sumpah Pemuda, mulai Selasan 25 Agustus sampai Senin 7 September 2020.

Pada perhelatan ini, Museum Sumpah Pemuda memperkenalkan koleksi terbarunya yaitu Surat Kabar Sin Po, yang berisi lirik dan partitur lagu Indonesia Raya karya W.R. Supratman pada 10 November 1928. Surat Kabar Sin Po sendiri merupakan media pertama yang menerbitkan lirik dan partitur lagu Indonesia Raya tiga stanza. Lirik dan partitur tersebut terdapat pada relief ruang pamer tetap Kongres Pemuda Kedua.

Untuk membuka pameran tersebut, Museum Sumpah Pemuda dan Rumah Millennials bersama – sama mengadakan acara pembukaan secara offline dan online via live streaming di channel YouTube dan Instagram Mapeda, serta Instagram Rumah Millennials. Dimeriahkan oleh beragam penampilan seni seperti musik dari V1MAST, Ziva Magnolya, dan Sahabat Netra, serta tari tradisional oleh Sanggar Svadara dan Lenong Betawi.

Di awal acara, Titik Umi Kurniawati selaku Kepala Museum Sumpah Pemuda memberikan laporan kegiatan. Titik mengatakan “Pameran Di Balik Layar Sumpah Pemuda merupakan langkah Museum Sumpah Pemuda untuk terus berperan aktif sebagai sarana dalam menyebarluaskan informasi terkait sejarah Sumpah Pemuda dalam mendukung pembentukan karakter dan jati diri bangsa”.

Selanjutnya, sambutan dari Ketua AMII DKI Jakarta Paramita Jaya oleh Yiyok T. Herlambang, Direktur Perlindungan Kebudayaan Fitra Arda, sekaligus simbolis pembukaan pameran dengan pemotongan pita oleh Titik Umi, Yiyok T. Herlambang, dan Fitra Arda yang didampingi oleh Abang-None Jakarta Pusat David Candra Martua dan Amelia Wisda Sannie.

Setelah berkeliling melihat koleksi terbaru Museum Sumpah Pemuda, tiga narsumber telah dihadirkan dalam sesi talkshow yang membahas tentang arti kemerdekaan dan nasionalisme bagi pemuda/i Indonesia. Ketiga narasumber tersebut yakni Viza Mahasa dari V1MAST, Ziva Magnolya, dan Bondan Kanumoyoso yang merupakan sejarawan.

Dari kiri Viza Mahasa, Ziva Magnolya, dan Bondan Kanumyoso

Viza dan Ziva sebagai musisi muda memiliki kesamaan dalam memaknai kemerdekaan, yaitu kebebasan dalam berekspresi dan berkarya. Bagi Ziva, jika generasi muda Indonesia sudah lebih bebas berkarya, maka akan muncul kreatifitas dari karya – karya tersebut seperti memodifikasi sisi modern dan budaya etnik Indonesia. Sedangkan Viza, untuk menanamkan nasionalisme terutama dalam era digital seperti ini sesederhana tidak mudah terprovokasi dan memprovokasi dengan membuat atau share konten – konten negatif di media sosial.

Di sisi lain, Bondan Kanumoyoso mengatakan “sumpah pemuda merupakan tonggak seluruh bangsa. Pemuda memiliki pean besar dalam segala sektor dan semua lini dalam pembangunan bangsa. Untuk itu, belajarlah dari kearifan dan budaya Indonesia untuk menjaga kemerdekaan”.

Setelah sesi talkshow, V1MAST langsung menampilkan karya – karya musiknya yang memadukan musik modern dengan alat musik tradisional yaitu gamelan. Lagu – lagu hitsnya seperti Jogja Love Story dan Kurikulum Hati. Dilanjutkan dengan penampilan seni drama dan tari dari Lenong Betawi, sekaligus pembacaan teks Sumpah Pemuda. Kemudian, Sahabat Netra tampil membawakan tiga lagu akustik dan acara ditutup oleh Sanggar Svadara dengan Tari Piring.

Anak – anak Lenong Betawi membacakan teks Sumpah Pemuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *