Kampanye Literasi Untuk Membentuk Millennials dan Gen-Z Zaman Now Yang Unggul

Kampanye Literasi Untuk Membentuk Millennials dan Gen-Z Zaman Now Yang Unggul

JAKARTA – RumahMillennials.com | Majalah Sekolah Anda (MASA) bersama Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) SMA Negeri 1 Leuwiliang berkolaborasi mengadakan acara “Kampanye Literasi 2018” pada Rabu, 9 Mei 2018 di lapangan SMA Negeri 1 Leuwiliang.

Acara ini dihadiri oleh beberapa narasumber seperti Abdan Syahura (Abang buku Jakarta 2017 / moderator), Cinthya Karina (anggota OSPEK Indonesia / moderator), Nadya Jessica (founder Pe.mu.da), Dina Ardianti (guru SMA Negeri 1 Leuwiliang), dan saya sendiri Audi Rahmantio (Jurnalis Rumah Millennials).

Tujuan dari acara ini untuk meningkatkan minat literasi kepada generasi millennials dan gen-z baik literasi baca maupun tulis. Berdasarkan data dari Perpustakaan Nasional 2017, frekuensi baca orang Indonesia rata – rata hanya tiga sampai lima kali per minggu. Jumlah buku yang dibaca hanya lima sampai 9 buku pertahun.

Kemudian, berdasarkan studi dari Central Conncecticut State University, Indonesia menempati urutan ke 60 dari 61 negara untuk minat literasi. Data ini juga diperkuat dengan studi dari UNESCO, menunjukan minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01% atau 1:10.000. Ini menunjukan rendahnya minat literasi baca masyarakat Indonesia.

Berbagai alasan pun di kaji terkait rendahnya literasi baca masyarakat Indonesia. Minat baca rendah di daerah pedesaan dikarenakan minimnya stok buku yang ada di desa. Keterbatasan ekonomi dan kendala infrastruktur menjadi alasan utama minimnya stok buku di daerah pedesaan. Sedangkan di daerah perkotaan, masyarakat lebih tertarik menggunakan internet yang ada di smartphone ketimbang baca buku.

Karena itu, MPK SMA Negeri 1 Leuwiliang dan MASA mengajak generasi millennials dan generasi Z untuk lebih meningkatkan minat literasi baca dan tulis. Saya sendiri menghimbau betapa pentingnya berliterasi untuk menambah wawasan, melatih diri untuk berpikir kritis, mengembangkan potensi diri, dan mengurangi hoax.

Khusus poin terakhir yaitu mengurangi hoax, dengan literasi baca, kita bisa memilih dan memilah mana informasi yang harus kita percaya mana yang tidak. Sering kali kasus yang terjadi dalam hoax adalah saat seseorang tidak dengan teliti dan memahami informasi dalam berita tersebut.

Terlebih lagi, sifat orang Indonesia yang senang berbagi juga membuat berita hoax tersebar begitu cepat. Padahal, kalau kita lebih teliti dalam membaca dan memahami informasi yang ada dalam berita tersebut, kita bisa mencegah penyebaran hoax. Dengan berkurangnya hoax, dunia maya dalam sosial media bisa lebih memancarkan energi positif dan mengurangi pikiran – pikiran netizen Indonesia.

Tidak hanya literasi baca, tetapi literasi tulis juga sangat penting. Cynthia Karin mengatakan agar generasi millennials dan gen-z punya minat tulis lebih baik, tulislah sesuatu yang dekat dengan kita. Contohnya, menulis cerpen mengenai “patah hati” atau “kisah cinta di SMA”, ini topik – topik yang dekat dengan remaja. Remaja bisa menjadikan pengalaman patah hati atau cerita – cerita cinta mereka pada masa SMA menjadi suatu karya yang menginspirasi.

Begitu juga dengan saya yang mengajak siswa – siswi SMA Negeri 1 Leuwiliang untuk mengurangi status – status galau di sosial media dan lebih sering update status yang memberikan energi positif. Contohnya, mengambil kutipan – kutipan hadis, ayat – ayat dari kitab suci, quotes – quotes yang menginspirasi, atau apa yang kita pikirkan dan rasakan tuangkan dalam tulisan status dua atau tiga kalimat saja.

Tentunya, harus mengandung energi positif dan menginspirasi yang membacanya.
Terakhir, Ibu Dina Ardianti mengatakan kurikulum di bidang pendidikan ada bagian critical thinking. Ibu Dina menghimbau untuk terus melatih berpikir kritis bukan pragmatis. Dengan membaca dan menulis, kita bisa lebih kritis dalam memahami informasi.(audi)

Public Relation at Rumah Millennials

Content creator on Youtube who share about interesting and unique story of Indonesia and also passionate with public speaking amd youth development

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *