Pandemi Bikin Millennial dan Gen Z Alami Masalah Kesehatan Mental Tapi Tetap Optimis!

Bekasi – RumahMillennials.com | Hi sobat millennials! Gimana kabarnya?

Itu bukan sekedar pertanyaan basa – basi lho, sob! Beneran nanya, gimana kabar kamu semua hari ini? Apakah masih dalam kewarasan dan optimisme yang baik dalam hidup di tengah pandemi ini?

Pertanyaan ‘apa kabar’ yang biasa kita selalu jawab ‘baik’ menjadi sebuah pertanyaan besar apakah benar kamu dalam keadaan baik, atau di ‘baik-baikin aja’ biar cepet jawabnya dan tidak terlihat lemah?

Ada kutipan yang sangat terkenal berbunyi “it’s okay not to be okay”. Ya, tidak apa – apa sobat millennials jika tidak dalam keadaan baik – baik saja. Kamu tidak sendirian, karena teman – teman se-generasimu juga banyak yang merasakan hal yang sama.

Ini terbukti dari hasil survey yang dilakukan oleh Dr. Muhammad Faisal, founder Youthlab Indonesia, dan Taufan Teguh Akbari, founder Rumah Millennials, mengenai perkembangan kondisi generasi Y dan Z selama pandemi covid-19. Faisal dan Taufan mewakili Youthlab Indonesia dan Rumah Millennials, memaparkan hasil survey tersebut pada Sabtu 9 Oktober 2021.

Menurut hasil survey tersebut, generasi muda saat ini memang stress karena ketakutan akan hal yang belum tentu terjadi dan tidak pasti. Hal ini membuat narasi kesehatan mental generasi muda naik menjadi 75% selama dua tahun terakhir. Ditambah lagi, narasi di media yang bertebaran cenderung memberikan ketakutan pada generasi muda akan banyak hal seperti masa depan, kesehatan, dan kondisi ekonomi.

Ditambah lagi, kondisi ekonomi yang terguncang akibat krisis covid-19, menjadi hal yang paling ditakuti oleh generasi muda saat ini. Akibatnya, 64% generasi y dan z mengatakan beberapa kali pernah mengalami kesulitan tidur yang mempengaruhi kondisi mental. Dari sini lah generasi muda mengalami dalam mengolah emosi negatif, hal ini ditunjukan dari 55% millennial dan z pernah mengalami marah akibat pandemi yang tak kunjung selesai.

Namun, dibalik itu semua, rata – rata masih merasa optimis akan sesuatu hal yang baik terjadi. Optimisme tersebut ditunjukan dengan 42% generasi muda yakin 2021 pandemi akan selesai dan 40% lainnya menjawab 2022. Selain itu, lebih dari 500 responden merasa optimis masih bisa mewujudkan profesi impian mereka meskipun masih berada di tengah pandemi covid-19. Bahkan, pandemi yang membuat tren bekerja dari rumah (work from home), menjadi kesempatan bagi pemuda/i untuk kembali ke kampung halaman mereka dan bekerja di sana selama ada jaringan internet.

Dari segi kondisi memang pandemi covid-19 sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan mental generasi y dan z. Akan tetapi, generasi muda Indonesia masih memiliki rasa optimisme yang kuat akan menghadapi tantangan baru di era setelah pandemi covid-19 dan tidak kehabisan akal bagaimana meningkatkan kualitas diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *