6 Latihan Dasar Self-Acceptance Buat Kamu Biar Bisa Lebih Mencintai Diri Sendiri

Bekasi – RumahMillennials.com | Pernah gak sih, kamu ngerasa lelah sama dirimu sendiri yang terus – terusan bikin kesalahan? Kamu ngerasa dirimu itu manusia paling gak berguna dan gak ada yang bisa kamu banggain dari dirimu. Bahkan, kamu gak tahu apa kelebihanmu. Pernah merasa begitu?

Jujur aja, saya pernah merasa seperti itu terutama di usia remaja sampai pertengahan usia 20-an. Terus – terusan merasa inferior di hadapan orang lain, ngerasa gak punya kelebihan yang bisa dibanggain, selalu bikin keputusan yang salah, dan gak dianggap dalam lingkungan sosial. Akibatnya, berdampak ke produktifitas dalam kegiatan sehari – hari dan tiap lakuin sesuatu selalu gak yakin sama diri sendiri apa bisa melakukannya.

Kalau kamu lagi merasa di titik itu, tenang aja semuanya pernah merasa seperti itu. Kamu gak sendirian. Ada masanya dimana kita itu sulit menerima diri sendiri (self-acceptance) karena kurangnya kita mencintai diri sendiri (self-love). Bicara soal cinta, selama ini mungkin saya, kamu, dan kita semua memahami cinta itu seperti sepasang kekasih yang hidup bersama penuh kemesraan dan bahagia selamanya. Setidaknya, itulah yang ditampilkan di media – media seperti film, drama, dan musik. Sayangnya, kenyataan gak selalu seperti itu kan, sobat millennials?

Pemahaman soal cinta yang begitu dangkalnya memunculkan harapan yang terlalu tinggi terhadap seseorang. Mencintai seseorang dan berharap dicintai sepenuhnya oleh orang itu kerap kali menjadi harapan yang sadar gak sadar, telah mendatangkan malapetaka dalam hidup kita dan memicu yang namanya toxic relationship. Padahal, cinta itu luas bukan cuma soal cinta kepada pasangan, tapi cinta kepada diri sendiri dulu supaya bisa menerima diri sendiri seutuhnya sehingga bisa mencintai orang lain lebih baik.

Jika kamu merasa selama ini kamu salah mengartikan arti cinta, maka buku “Mengheningkan Cinta” karya Adjie Santosoputro bisa menjadi guideline untuk memahami arti cinta yang sebenarnya. Adjie Santosoputro sendiri lulusan cum laude Psikologi UGM yang kerap memberikan pelatihan terkait mengistirahatkan pikiran, kesembuhan luka batin, serta hidup sadar berbahagia dengan pendekatan mindfulness. Adjie juga menggagas Santosha, yang mengelola sesi pelatihan, seminar, dan konsultasi terkati emotional healing dan hidup bahagia melalui mindfulness.

Dalam buku Mengheningkan Cinta, Adjie memberikan 6 langkah praktis penerimaan diri (self-acceptance):

1. Latihan duduk diam hening, meditasi, menyadari nafas, menyadari pikiran

Pikiran terlatih untuk mikir, mikir, dan mikir terus – terusan. Termasuk terlatih mengkritik diri sendiri. Memang mengkritik diri sendiri salah satu bagian dari upaya mempertahankan diri agar hidup, tapi kalau berlebihan gak baik juga. Yang perlu kamu latih adlaah duduk, diam, hening, dan sadari saja berbagai buah pikiran yang muncul

2. Kurangi Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Kalau otot kesadaran pikiran kita sudah menguat, ketika pikiran mulai membandingkan diri dengan orang lain kita bisa “menangkapnya”. Menyadarinya bahwa itu hanyalah ulah pikiran, tidak perlu larut dalam drama.

3. Latihan Bersyukur

Langkah ini membantu kamu juga agar tidak membandingkan diri dengan orang lain, dengan melihat sisi baik-indah dari diri sendiri tanpa melupakan kalau memang ada sisi buruk juga. Keduanya selalu ada di dalam diri manusia, tapi dalam kegagalan dan kesalahan pun ada sisi indahnya. Jadi latihan ini membantu kamu melihat sisi sempurna dalam ketidaksempurnaan diri.

4. Latihan Mengamati Perasaan

Kalau muncul rasa benci, marah kepada diri sendiri, kita berlatih diam hening dan ambil jarak dengan perasaan itu. Perasaan hanyalah perasaan, bukan kenyataan. Perasaan hanyalah bagian dari diri kita. Amati aja, jangan bereaksi, perasaan akan mereda.

5. Berikan Welas Asih Kepada Diri Sendiri

Gak marah kepada diri sendiri memang sulit dihindari, namun sangat penting untuk berusaha memahami lebih mendalam kenapa kita melakukan kesalahan yang bikin kita marah kepada diri sendiri.

6. Menulis

Menurut Adjie, latihan ini sederhana. Sering kali banyak suara saling bersahutan tak karuan di kepala yang bernada membenci diri sendiri dan sulit kita pilah. Dengan menuliskannya, akan membantu kita berpikir jernih dan lebih mengenal serta menerima diri sendiri.

Itulah 6 langkah self-acceptance yang bisa kamu ikut dan pelajari. Untuk lebih lengkapnya kamu bisa baca di buku “Mengheningkan Cinta” karena bahasa yang digunakan dalam buku ini benar – benar khas Adjie Santosoputro. Jadi seperti kamu sedang mendengarkan suara Adjie saat membaca buku ini karena pembawaan materi dan pemilihan kata – katanya menunjukan karakter Adjie setiap kali membawakan materi mindfulness dan emotional healing baik di seminar, webinar, maupun di konten – konten YouTube Adjie Santosoputro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *