Siasat Jitu Untuk Orang Tua Millennial Dalam Membangun Ikatan Dengan Anak Selama Pandemi Covid-19

Bekasi – RumahMillennials.com | Pandemi covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua dan anak selama masih harus berdiam diri di rumah. Yang biasanya bisa beraktivitas di luar, kini semuanya harus dilakukan di rumah seperti sekolah virtual dan bekerja dari rumah.

Tentunya ini pengalaman baru yang tidak pernah dialami siapapun, dan kondisi ini cukup membuat banyak orang tua dan anak stress yang menyebabkan masalah seperti masalah komunikasi. Orang tua harus menyiasatkan apa yang harus dilakukan agar anak tetap semangat menjalani kegiatan sekolah virtual, pada saat yang bersamaan juga harus mengerjakan pekerjaannya bagi yang bekerja dan urusan rumah tangga.

Pada sesi Millennal Talks (M-Talks) kali ini, Rumah Millennials mengundang Ratih Zulhaqqi, seorang Psikolog Anak dan Keluarga, dan Zee Zee Shihab, Parenting Influencer, untuk berdiskusi soal “Parenting Millennials: Emosi Anak vs Emosi Orang Tua”. Dipandu oleh Citra Natasya, Founder of House Perempuan dan Ketua Bidang Pelestarian Budaya Indonesia Rumah Millennials, M-Talks digelar secara virtual via Zoom, Minggu 15 November 2020.

Menurut Ratih, mengenal emosi itu sudah dimulai sejak anak berusia 0 bulan hingga sekarang. Orang tua memiliki peran besar dalam membantu anak mengenali emosi yang dia rasakan. Misalkan anak merasa kesal karena mainannya dirusak oleh orang lain, berikan validasi emosi seperti “kamu kesel ya?”, dan biarkan dia rasakan kekesalan itu tidak perlu denial.

Yang paling terpenting kata Ratih, baik orang tua dan anak harus sama – sama memiliki frekuensi yang sama. Orang tua juga punya emosi, saat kondisinya lagi tidak stabil ada baiknya menjaga jarak dulu terhadap anak sampai kondisi emosinya stabil baru bermain lagi. Hal ini perlu kerja sama dengan partner baik itu suami atau istri, agar mereka bermain bersama anak selagi kamu me time.

Strategi yang cukup unik dilakukan Zee Zee Shihab bersama anak dan suaminya. Anaknya diberikan reward setelah sekolah online dengan memperbolehkan nonton YouTube selama 30 menit, bermain game 25 menit, atau bermain di taman jika PR-nya sudah selesai. Lalu bersama pasangan, Zee Zee menghabiskan 4 episode per hari, nonton bersama drama Korea (Drakor) untuk menjaga quality time. Cara ini terbilang berhasil untuk menguatkan hubungan dengan keluarga.

Ratih dan Zee Zee mengingatkan agar jangan ragu – ragu ke psikolog jika kondisi mental sudah mulai tidak bisa dikendalikan. Sebagai generasi millennial, kita seharusnya sudah lebih terbuka soal kesehatan mental, maka pergi ke psikolog untuk meminta bantuan bukanlah hal yng tabu lagi. Zee Zee merasakan sendiri ketika sudah ada masalah di keluarga yang tidak bisa di-handle lagi, dia dan suami sepakat untuk ke psikolog untuk meminta bantuan. Hasilnya cukup signifikan karena anaknya kini berkembang lebih baik dan hubungan keluarga semakin harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *