Dibalik Sederet Prestasi Gemilang Remaja Ini, Ada Banyak Kegagalan Yang Harus Dialami

Muda, berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama bangsa di kancah International.

Bekasi – RumahMillennials.com | Siapapun terutama yang masih dalam usia muda/i pasti memimpikan untuk menjadi sosok seperti itu. Jika ada seorang pemuda yang di usia remaja sudah kaya prestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa, begitu banyak banjir pujian, pengakuan, dan apresiasi yang dia dapatkan. Orang – orang sekitar meniru cara dia belajar, bagaimana dia bersikap, kata – katanya bak mutiara, dan dia lah sosok ideal bagi setiap pemuda.

Semuanya terlihat bagus dari luar, tapi dibalik itu semua tentu ada campur tangan dari Tuhan dan orang – orang yang mendukungnya. Tantangan yang harus diterima pemuda berprestasi itu pun banyak, yang belum tentu semua orang bisa melewatinya. Dari dalam diri sendiri, kegagalan yang dia terima dapat menyebabkan rasa pesimis, insecure, tidak percaya diri, kesedihan karena gagal, merasa tidak berguna, dan yang paling parah stress berujung depresi. Dari luar, dikucilkan, dipandang sebelah mata, beragam nyinyiran datang, diragukan, tidak dihargai, tidak diakui, bahkan keberadaanya dianggap tidak penting.

Namun, hanya mereka yang memiliki mental juara atau mental tangguh yang mampu melewati semua itu dan mendapatkan prestasi yang memang pantas. Salah satunya Hanan Tsabitah, seorang pemudi berusia 18 tahun yang saat ini menjadi mahasiswa jurusan manajemen Universitas Indonesia, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah international lewat beragam prestasi yang dia dapatkan saat masih menjadi pelajar.

Dalam webinar “PATRIOT-IS-ME” dari Komunitas Historia Indonesia (KHI), Hanan berbagi cerita dan pengalamannya bersama Founder KHI Asep Kambali pada Sabtu 18 Juli 2020.

Hanan merupakan peraih medali emas di olimpiade sains nasional di bidang ekonomi pada tahun 2018, meraih medali perak di olimpiade ekonomi internasional Rusia, dan mahasiswa berprestasi nasional oleh Kemendikbud RI di Jakarta.

Hanan mulai ikut persiapan olimpiade dari kelas 10, dan dia belajar dari awal dimana pelajar – pelajar lainnya sudah memiliki dasar pengetahuan untuk materi yang dilombakan. Disitu, Hanan mengalami masa – masa sulit karena harus mengejar ketertinggalan dari teman – teman yang sudah belajar, selagi melawan rasa tidak percaya dirinya. Meski begitu, Hanan mengingat ulang motivasi awalnya saat merasa lelah misalnya ingin membanggakan orang tua, dan ingin memberikan manfaat.

Setiap kali gagal, Hanan melakukan evaluasi agar bisa melangkah lebih baik dari sebelumnya. Dia memiliki motto hidup yang diambil dari anime Naruto yang diucapkan salah satu karakter Rock Lee, yaitu:

Hard Work & Perseverance Will Always Pay Off” (Kerja keras & Ketekunan pasti akan terbayar dengan hasil yang baik) – Rock Lee, Naruto –

Maksudnya, dengan memiliki etos kerja keras dan ketekunan terhadap apa yang kamu lakukan, suatu saat akan terbayar dengan hasil yang memuaskan. Jangan takut akan kegagalan, karena gagal itu pasti akan dialami oleh siapapun termasuk Hanan, yang terpenting bagaimana sikap kamu dalam menghadapi kegagalan, tidak menyerah, dan mengevaluasi diri untuk terus berjuang.

Dengan memiliki motto hidup seperti itu, Hanan mampu meraih beragam prestasi akademik di level nasional dan international. Dia pun berkesempatan untuk mewakili Indonesia dan melakukan suatu project bersama teman – teman dari negara lain saat ke St. Petersburg, Rusia. Bayangkan jika Hanan menyerah dalam satu kegagalan, maka dia tidak akan mendapatkan kesempatan tersebut.

Untuk sobat millennials yang sedang memperjuangkan apa yang sedang diperjuangkan, mungkin saat ini keberhasilan dan kesuksesanmu masih tertunda. Tidak perlu minder atau insecure melihat remaja seusia Hanan sudah mampu berprestasi, setiap orang punya jalan hidupnya masing – masing. Asalkan tidak menyerah, terus mengevaluasi diri, dan terus bekerja dengan keras, cerdas, dan ikhlas, hasil yang tak terduga akan menghampirimu suatu hari nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *