Mau Cari Kerja? Yuk Pahami Dulu Tahap – Tahapan Rekrutmen Biar Kamu Dapet Pekerjaan Impian

Bekasi – RumahMillennials.com | Rumah Millennials mengawali bulan Juni dan periode “New Normal” dengan mengadakan sesi webinar dengan tajuk “Career Date” yang fokus pada pembahasan menganai pengembangan karir dan talenta. Sesi “Career Date” kali ini diisi oleh Alvia Anjani yang merupakan Ketua Bidang Pengembangan Karir dan Talenta Rumah Millennials, serta dimoderatori oleh Indah Nurcahyani ‘Ninis’, Sabtu 6 Juni 2020.

Rekrutmen merupakan proses bagi perusahaan dalam mencari talenta terbaik untuk bergabung dalam bagian dari perusahaan tersebut. Bagi perusahaan, pemilihan karyawan itu sangat penting dan merupakan investasi yang bisa mendatangkan kerugian atau keuntungan, tergantung bagaimana kecermatan dalam merekrut. Jika merekrut orang yang performanya buruk maka kerugiannya akan cukup besar sebaliknya jika mendapatkan karyawan yang cocok dan bisa memberikan kontribusi maksimal, perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang besar.

Dalam proses rekrutmen ada lima tahap yang harus kamu lewati. Pertama Application, dimana kamu mulai dengan mengirim surat lamaran kerja baik melalui email ke HR, mengisi form lamaran kerja di website perusahaan, maupun lewat portal job online. Dalam tahap ini, dua hal yang paling penting adalah mengirim email dan Curriculum Vitae (CV).

Saat mengirim email langsung ke bagian HR, pastikan ada isinya bukan hanya kirim CV semata saja. Ada banyak metode dan contoh menulis email ke recruiter yang bisa kamu browsing. Sedangkan untuk CV, cantumkan informasi – informasi dasar yang up to date seperti alamat email dan nomor telpon. Meskipun mendasar, tetapi penting sekali untuk tidak membuat kesalahan dalam menulis data diri di CV. Kemudian, buatlah CV yang menarik dan mudah dipahami oleh recruiter karena CV merepresentasikan dirimu yang akan menjadi pintu masuk untuk ke tahap rekrutmen selanjutnya.

Kedua Preliminary Stage, proses eliminasi kandidat berdasarkan kemampuan atau personality lewat tes tertulis atau komputerisasi. Kamu akan menjalani tes – tes seperti psikotes, tes kompetensi, gamifaction, dan Knocked-out Questions. Kuncinya dalam tahap ini adalah bekali dirimu sebaik mungkin dan tetap menjadi dirimu sendiri, seperti saat psikotes tak perlu dibuat – buat karena pada akhirnya kualitas dirimu akan segera diketahui saat proses rekurtmen selanjutnya maupun dari CV.

Ketiga Interview, dalam tahap ini kamu akan menjalani wawancara dengan recruiter terlebih dahulu untuk lebih mengenal siapa dirimu. Dalam tahap ini, jangan terlambat untuk alasan apapun dan tidak perlu terlalu gugup. Jalani saja dengan santai tapi tetap harus sopan dan bersikap baik dihadapan recruiter, berpakaian rapi sesuai standar perusahaan tersebut, dan berkomunikasilah layaknya siapa dirimu. Jika lolos dari tahap wawancara dengan recruiter, selanjutnya kamu akan dipanggil lagi untuk menjalani wawancara dengan Board of Director (BoD). Biasanya akan memakan waktu yang lebih pendek, sekitar 10 sampai 15 menit dan lebih mengedepankan chemistry dengan kandidat.

Keempat Additional Checking, dimana kamu akan menjalani rangkaian tes kesehatan, cek referensi, dan latar belakang. Tes kesehatan penting untuk memastikan kamu fit secara fisik sehingga dinyatakan siap bekerja di posisi tersebut. Selain itu, recruiter akan mengecek referensi kamu misalnya dari perusahaan sebelumnya untuk mengetahui lebih lanjut soal track record kamu selama ini.

Kelima Offering, di tahap ini hampir dipastikan kamu telah diterima kerja oleh perusahaan dan mulai membicarakan soal kontrak, gaji, dan tunjangan. Dalam tahap ini, jangan mengulur – ulur waktu berikan jawaban apakah kamu bersedia menerima tawaran dari perusahaan dan tidak perlu terlalu nego dengan gaji yang akan diterima. Setiap perusahaan sudah memiliki range gaji untuk masing – masing karyawan di posisinya jadi perusahaan sudah memiliki pertimbangannya untuk menggaji karyawannya.

Alvia menutup sesi tersebut dengan pesan agar mencari perusahaan yang memang bisa membantu berkembang lebih jauh baik secara kemampuan maupun professional. Jika kamu masih mahasiswa atau fresh graduate, fokuslah pada perusahaan yang mementingkan kenaikan jenjang karir dan bisa mengembangkan dirimu lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *