Sejarah, Relawan, dan Penanggulangan Bencana Alam: Inilah Inspirasi Dalam Acara Rumah Millennials Volunteer Briefing 2019

Jakarta – RumahMillennials.com | Dalam acara Rumah Millennials Volunteer Briefing Sabtu 30 November 2019 di Indity Co-Working Space Jakarta Pusat, banyak inspirasi yang bisa didapat dari tiga bidang berbeda. Sesi sharing session disampaikan oleh Asep Kambali selaku Board of Advisor Rumah Millennials, Tika Savitri sebagai Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, dan Putri Agustina sebagai Ketua Bidang Relawan.

Sebagai pendiri komunitas Historia Historypreneur, Asep Kambali mengingatkan kembali pada generasi millennial agar tidak lupa dengan sejarah bagaimana Indonesia dibangun, mulai dari perjuangan para pemuda melawan penjajah, hingga peristiwa penting yang mempengaruhi kehidupan bangsa dan negara saat ini.

Perjuangan para pemuda dalam kemerdekaan Indonesia sudah dimulai sejak pertama kalinya organisasi kepemudaan di Indonesia berdiri, yakni Budi Oetomo pada 1908 yang beranggotakan sebagian besar mahasiswa STOVIA (kini Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia). Puncaknya, para pemuda Indonesia yang berasal dari berbagai suku, budaya, dan agama mendeklarasikan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, di kos-kosan yang sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda. Menariknya, ternyata Museum Sumpah Pemuda adalah kos – kosan yang dimiliki oleh seorang Tionghoa. Selain itu, Muhammad Yamin saat itu masih berusia 17 tahun namun sudah terlibat dalam Sumpah Pemuda 1928. Kalo kamu 17 tahun, ngapain hayooo?????

Asep Kambali

Pemuda zaman now yang masuk dalam kategori genreasi millennial dan z, kudu wajib mengerti sejarah Indonesia, agar tahu cita – cita sebenarnya negara ini berdiri itu apa. Indonesia berdiri dengan cita – cita mulia yakni menjadikan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Selain itu, Indonesia didirikan oleh orang – orang Indonesia yang sangat beragam dari segi suku, budaya, agama, dan etnis. Meskipun berbeda – beda, tapi jika hati sudah mantap mengaku berbangsa dan warganegara Indonesia, maka selamanya akan menjadi Indonesia.

Menurut Asep, tantangan terbesar generasi millennial dan z adalah menjaga dan mengamalkan Pancasila serta Undang – Undang Dasar 1945. Untuk itulah, kita perlu mengerti sejarah Indonesia karena Ir Soekarno sudah mengingatkan jika ingin menghancurkan suatu bangsa, musnahkan ingatan sejarah generasi mudanya.

Selain soal sejarah, ada juga insight mengenai menjadi relawan. Berhubung momen ini adalah kumpul – kumpul bareng volunteer baru Rumah Millennials, Putri Agustina sebagai ketua bidang kerelawanan Rumah Millennials dan Co-Founder & Partnership Director Idvolunteering, mengingatkan jika ingin menjadi tenaga relawan baik di gerakan sosial, dan organisasi kepemudaan, kamu harus tahu dulu isu apa yang diangkat. Research dulu visi-misi kegiatan volunteer dan founder komunitas atau organisasi yang ingin kamu ikuti, baru kamu mantapkan hati. Jangan sampai kamu ikut volunteer yang tujuannya hanya untuk isi waktu, biar nambah pengalaman, atau mencari kegiatan sampingan diluar kegiatan utamamu. Memang kegiatan volunteer dilakukan secara sukarela tanpa dibayar, tapi jika niatnya tidak mantap maka kamu tidak mendapatkan manfaat yang sebenarnya dalam kegiatan tersebut. Manfaat terbesar ikut kegiatan relawan bukanlah soal materi, tapi skill pengembangan diri serta soft skill yang akan meningkat seperti leadership, komunikasi, public speaking, dan kamu juga bisa memperluas networking.

Putri Agustina

Melalui idvolunteering, Putri memberikan kesempatan pada anak – anak muda menjadi relawan di berbagai komunitas, organisasi, dan gerakan sosial. Selain itu, kamu juga bisa tahu berbagai update news and campaign seputar dunia kerelawanan.

Terakhir, ada Tika Savitri yang mengajak anak – anak muda untuk memaksimalkan peran mereka masing – masing untuk menanggulangi bencana. Apapun peran dan latar belakangmu, pasti akan bermanfaat dalam manajemen penanggulangan bencana. Kamu bisa berpartisipasi dalam menganalisis akibat dari bencana yang berdampak ke berbabagai macam sektor pembangunan. Atau, kalau kamu seorang public relations kamu bisa menjadi seperti almarhum Sutopo Purwo Nugroho, yang selalu siap siaga mengabarkan informasi terbaru soal bencana alam ke publik melalui media massa dan online. Tika menantang kamu, kontribusi seperti apa yang bisa kamu berikan dalam penanggulangan bencana sesuai dengan minat, passion, dan bidang yang kamu geluti saat ini.

Tika Savitri

Itulah beberapa inspirasi yang ada dalam acara Rumah Millennials “Volunteer Briefing” kemarin. Jangan sedih, kamu masih bisa kok join Rumah Millennials, tinggal klik menu “Let’s Collaborate” diatas, dan kamu bisa menghubungi divisi – divisi terkait jika kamu ingin berkontribusi di Rumah Millennials.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *