Wajah Baru Gerakan Pemuda Indonesia

Wajah Baru Gerakan Pemuda Indonesia

RumahMillennials.com | Pemuda selalu menjadi tulang punggung yang mengawal Indonesia dari waktu ke waktu. Pemuda memiliki saham besar dalam melahirkan Bangsa Indonesia melalui sumpah pemuda 28 Oktober 1928, kemudian mengawal lahirnya Negara Indonesia melalui peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945, mengakhiri Orde Lama melalui gerakan mahasiswa 1966 yang menuntut Tri Tura, dan melahirkan reformasi pada 1998 setelah menduduki gedung DPR/MPR. Itu adalah tinta emas perjalanan sejarah pemuda yang menjadi aktor utama dalam dalam berbagai era mulai penjajahan hingga reformasi.

Kita pemuda Indonesia harus mewarisi semangat itu dalam melanjutkan eksistensi peran kita dalam mengawal Bangsa bukan sekedar membuktikan eksistensi, namun memahami bahwa ini semua adalah tugas moral kita sebagai pemuda Indonesia. Bung Karno pernah berpesan “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda.

Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir”. Bung Karno berpesan, ini bukan tujuan akhir harus kita maknai bahwa ini semua adalah lembaran awal dalam perjalanan bangsa kita dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Pesan yang mendalam itu sudah seharusnya mengingatkan kita semua bahwa tidak sepatutnya kita sekedar berbangga atau berpuas diri atas semua karya pemuda-pemudi pendahulu kita, tapi kita harus mampu menciptakan momentum baru yang mampu menjadi lompatan besar dalam melesatkan peradaban Indonesia melalui kerja kerja kolektif yang mewujudkan cita-cita kita berbangsa dan bernegara.

Sembilan puluh tahun berlalu semenjak Sumpah Pemuda, pemuda-pemudi Indonesia kini mengalami titik transformasi yang seharusnya mampu menunjukkan maturitas gerakan melalui peran-peran konstruktif dalam menyelesaikan pelbagai permasalahan bangsa. Kita tidak perlu lagi menjadi aktor dalam mengakhiri dan memulai sebuah era atau rezim, tapi lebih jauh lagi kita harus menjadi aktor utama dalam melahirkan sebuah karya-karya yang gemilang yang mampu membawa peradaban kita lebih maju hingga sejajar dengan Bangsa-Bangsa lain. Diantara berbagai pesimisme akibat pergaulan ramaja yang jauh dari moralitas, lunturnya budaya di kalangan pemuda, dan ketidakpedulian sosial politik, ada pemuda-pemudi kita yang bergerak cepat, nyata, dan massive dalam membangun sebuah ide, gagasan, pemikiran yang kemudian melahirkan pegerakan sosial dan memberikan sumbangsih nyata yang konstruktif dan solutif dalam pembangunan bangsa.

Jika dahulu di sumpah pemuda ada Mohammad Yamin dari Sawah Lunto Sumatera Barat dan Katjasungkana dari Madura, hari ini kita memiliki Andreas Senjaya dengan iGrow, Panji Aziz dengan Isbanban, Nur Agis Aulia dengan Jawara Banten Farm, Alfatih Timur dengan kitabisa, Adamas Belva dengan ruangguru, Nadiem Makarim dengan Go-jek, Ahmad Zaki dengan Bukalapak, Gibran Huzaifah dengan eFishery dan banyak pemuda lain yang membangun optimisme Bangsa dan menunjukkan wajah baru peran pemuda Indonesia. Di era milenial yang penuh tantangan ini, mereka mampu mengelola potensi modernisasi dalam berbagai sektor untuk mengoptimalkan peran pemuda secara siginfikan hingga mampu menjadi titik akupuntur yang mengobati pelbagai permasalahan Bangsa.

Jika dahulu gerakan pemuda diidentikan dengan melakukan kajian dan diskusi yang dilanjutkan dengan turun ke jalan untuk berdemo, kini gerakan pemuda harus dan telah mulai ditransformasi dalam kesadaran akan permasalahan bangsa dan dilanjutkan dengan melakukan kerja-kerja nyata untuk menyelesaikan pelbagai masalah tersebut. Mereka menunjukkan sebuah karakter yang berjiwa ksatria dengan mengambil tanggung jawab sosial, membangun masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, dan menghadirkan solusi-solusi yang inovatif, tajam, dan menghentakkan kita semua. Pemuda-pemuda ini memiliki 2 sikap utama, pertama kritis terhadap permasalahan yang ada dan bertindak nyata untuk menyelesaikannya. Mereka tidah hanya berhenti dengan belajar mengenal masalah atau menyuarakan masalah, tapi mereka mampu membangun kesadaran pribadi atas masalah yang ada, menghimpun sumber daya untuk kemudian melakukan kerja-kerja nyata dan berkelahi melawan masalah itu. Mereka bekerja dalam sunyi untuk mengisi kekosongan-kekosongan yang selama ini tidak mampu dicapai oleh pendahulu-pendahuu kita. Mereka mengembalikan kittah kemerdekaan Indonesia dalam hakekat yang sebenarnya yaitu memperjuangkan kesejahteraan.

Seperti pesan Eyang Habibie, “Hanya anak muda sendirilah yang bisa diandalkan untuk membangun Indonesia, tidak mungkin kita mengharapkan dari bangsa lain”. Kita pemuda Indonesia tidak dalam posisi memberikan kritik untuk Bangsa Indonesia, pemuda dari bangsa lain boleh mengkritik Bangsa Indonesia, tapi tidak dengan kita pemuda Indonesia, karena kita adalah bagian dari Indonesia. Bukan tugas kita memberikan kritik, tugas kita adalah menghadirkan solusi. Sepanjang sejarah Indonesia, pemuda Indonesia memainkan peran penting dalam membawa perubahan politik, sosial, dan ekonomi, dan mendorong negara maju ke depan. Setelah 1928, 1945, 1966, 1998, tahun berapakah momentum sejarah selanjutnya akan terjadi?

*Bagian pertama dari tulisan “Generasi Millennials (Y) & Post Millennials (Z) : GENERASI YANG DINANTI-NANTI ?” oleh salah satu “Penjaga Rumah Millennials” dr. Gamal Albinsaid (CEO Indonesia Medika)

Bagian 2: Momentum Akseleratif Pemuda Indonesia

CEO Indonesia Medika, Motivator Internasional, 50 most impactful social innovator.
Seorang dokter, wirausaha sosial, inovator kesehatan, inspirator pemuda Indonesia, dan penulis buku “Muda Mendunia”..

Mengembangkan berbagai inovasi kesehatan sosial, diantaranya Klinik Asuransi Sampah, Livestock Waste Insurance, Homedika, Sabuk Bayi Pintar, Mother Happiness Center, Care4Mother, Siapapeduli.id, dan lain sebagainya.

Inovasinya telah membantu ribuan pasien kurang mampu mendapatkan layanan kesehatan. dr. Gamal Albinsaid menjadi pemuda pertama di dunia dan satu-satunya di Asia yang meraih penghargaan Kehormatan, HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Award dari Kerajaan Inggris.

Meraih lebih dari 40 perhargaan dan 9 penghargaan internasional dari Jerman, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Amerika, Thailand, Kamboja, Jerman, dan Peru.

www.GamalAlbinsaid.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *