Samirah Begum, Arti Menjadi Seorang Jurnalis Muda Dan Life Balance Antara Profesi Dengan Keluarga

Jakarta – RumahMillennials.com | Apa yang muncul di benak sobat millennials ketika mendengar profesi jurnalis? Yang suka muncul di TV, terus melaporkan suatu kejadian? Yang suka tulis – tulis berita di media cetak dan online? Atau, muncul sosok seperti Najwa Shihab atau Desi Anwar?

Ya, kurang lebih seperti yang kamu bayangkan seorang jurnalis itu. Seorang yang memberitakan suatu kejadian kepada masyarakat secara faktual, informatif, dan apa adanya.

Bicara soal sosok jurnalis, mungkin Najwa Shihab dan Desi Anwar merupakan dua jurnalis wanita yang sudah senior, berpengalaman, dan mempunyai karakter yang kuat sebagai jurnalis lewat karya – karya mereka. Di Rumah Millennials, ada juga seorang jurnalis muda yang juga mendalami perannya sebagai suara masyarakat dalam memberitakan suatu berita. Inilah dia Samirah Begum jurnalis Medcom ID & Ketua Bidang Televisi dan Radio Rumah Millennials.

Samirah merupakan lulusan Hubungan International dari Universitas Paramadina. Sebelum terjun sebagai jurnalis, dia pernah bekerja sebagai Account Executive selama 1,5 tahun di perusahaan milik dosennya, lalu sembari menunggu kelanjutan dari lamaran ke beberapa media, dia sempat bekerja sebagai Customer Relationship selama 4 bulan, di perusahaan milik temannya. Kemudian, Samirah mengawali karirnya sebagai jurnalis di Metro TV.

Rupanya, Samirah sudah menemukan ketertarikannya pada peran jurnalis sejak masih kuliah, tepatnya saat dia sering menonton berita terutama berita yang berhubungan soal politik internasional, dia melihat jurnalis itu seru banget karena menjadi orang pertama yang tahu suatu berita dan memberitahukan ke masyarakat. Selain itu, menurut Samirah jurnalis punya privilege untuk bisa pergi ke berbagai tempat yang gak bisa sembarangan orang masuk, sehingga Samirah memutuskan untuk memilih jurnalis sebagai karirnya.

Samirah masuk Metro TV lewat jalur Journalist Development Program, dimana dia belajar berbagai ilmu yang dibutuhkan oleh seorang jurnalis seperti latihan vokal, menulis berita, on camera, peliputan dan editing video. Meskipun ada editor, namun seorang jurnalis harus punya kemampuan video editing agar bisa mengedit berita saat berada di lapangan.

Selama di Metro TV, Samirah lebih banyak memegang berita soft news ketimbang hard news, salah satunya Samirah menjadi host di salah satu program yang bertema jalan – jalan. Sekarang, Samirah diberi kepercayaan untuk bergabung ke Medcom ID, media online anak perusahaan Metro TV sebagai salah satu jurnalis. Kalau kamu ke YouTube channel Medcom ID, kamu akan menemukan Samirah membawakan berbagai program berita seperti #SepekanTerakhir dan #MedcomChallenge bareng Reza Rahadian.

Bagi Samirah, jurnalis adalah seseorang yang memberitakan dan mengemasnya dengan baik agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Meskipun banyak orang bilang kalau sekarang kantor – kantor media itu dimiliki oleh beberapa pihak yang punya kepentingan, namun Samirah tetap berlandaskan pada prinsip seorang jurnalis yang memberitakan suatu peristiwa dengan aktual, informasi, dan sesuai fakta karena jurnalis tidak boleh menulis narasi berdasarkan opini pribadi.

Dengan tantangan media di era digital yaitu memerangi hoax, Samirah bersama Medcom ID hadir untuk memberikan informasi dengan dasar data yang jelas, organik, dan bisa dipertanggung jawabkan. Ini terbukti saat pemilu 2019, selama debat Calon Presiden dan Wakil Presiden, Medcom termasuk salah satu media yang dengan cepat memberikan “cek fakta” melalui akun Twitter resminya.

Ditambah lagi, tantangan juga datang dari profesi jurnalis itu sendiri, karena di zaman perputaran informasi yang begitu cepat, siapa saja bisa menjadi jurnalis atau lebih dikenal dengan istilah “citizen journalist”. Meski begitu, Samirah percaya kalau profesi jurnalis akan tetap dibutuhkan dan terus berkembang mengikuti zaman, karena berita – berita yang dibawakan jurnalis memiliki akurasi yang tepat, sumber yang jelas, kualitas foto dan video yang bagus, dan pengemasannya juga mengedukasi masyarakat.

Sebagai seorang perempuan, Samirah mendapatkan dukungan dari pihak keluarganya dan keluarga suaminya untuk tetap menjalani profesi jurnalis meski kini sudah memiliki satu anak. Samirah berpesan agar mengkomunikasikan apapun yang kamu mau seperti memilih karir yang kamu jalani kepada keluarga dan keluarga suami, lalu yakinkan mereka agar mendukungmu. Jika sudah bisa mendapat dukungan, terutama saat sudah menikah, maka segalanya akan lebih mudah. Meskipun pekerjaan jurnalis memiliki mobilitas tinggi, Samirah yakin ia dapat menyeimbangkan waktu antara keluarga dan pekerjaan. Semua itu butuh komunikasi yang jelas agar tidak ada kesalah pahaman, jadi kamu tetap bisa menjalani karir yang kamu pilih dengan perasaan tenang tanpa beban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *