[BUKU] Homo Deus Karya Yuval Noah Harari

JAKARTA – RumahMillennials.com | Halo, sobat millennials! Bagaimana liburan akhir tahunmu? Pastinya sudah banyak rencana yang siap untuk dieksekusi bukan haha. Nah, dalam tulisan ini, saya mencoba untuk mereview buku yang mungkin cukup berat, tetapi sebenarnya penting karena berisi tentang kemungkinan yang terjadi di masa depan. Oleh karenanya, saya akan mengajak kamu semua untuk menjelajah imajinasi terliar yang dimiliki.

            Pernahkah kita berpikir bagaimana masa depan yang akan terbentuk dalam satu dekade atau satu abad mendatang? Seringkah kita merenungkan bagaimana kehidupan yang tercipta dalam seratus tahun nanti? Apa yang berubah dan mengapa nanti “sesuatu” menjadi tidak eksis kembali? Atau yang paling ekstrim, seperti apakah manusia di masa depan nanti?

Terlebih, kalau melihat perkembangan teknologi sekarang, tentunya sudah ada yang menerawang bagaimana jadinya dunia ini ke depannya. Ada seorang pengarang yang menurut saya sangat jenius. Dia adalah Yuval Noah Harari, seorang penulis yang karyanya telah menjadi bacaan wajib untuk inovator dunia.

Yuval melukiskan imajinasi kita tentang kemungkinan masa depan peradaban bumi dengan sangat gambling. Ada tiga poin penting yang saya dapat di buku ini dan saya akan mengupasnya satu persatu.

Sobat millennials tahu soal kecerdasan buatan bukan? Sekarang ini banyak negara mulai mengembangkan teknologi itu lho, seperti Jepang dan Cina. Kalau kita masih ketinggalan, belum mencapai tahap itu. Terus, ada lagi nih teman-teman, ilmuwan Cina yang berhasil merekayasa genetika dan menghilangkan gen penyakit seorang bayi.

Mobil listrik juga semakin gencar dikembangkan dan beberapa perusahaan juga telah menggunakan robot buat proses produksi mereka. Terus, apa kaitannya dengan pembahasan ini? Penting banget untuk direnungkan teman-teman bahwa dengan teknologi, hidup kita sangat dimudahkan dan bahkan dengan teknologi sobat millennials dapat mencoba kemungkinan baru. Nah, kemungkinan-kemungkinan ini yang akan dicoba oleh umat manusia.

            Ada tiga kemungkinan atau dalam buku Yuval, tiga agenda manusia ke depan, yaitu Kebahagiaan, Keabadian, dan Keilahian. Namun, kata kuncinya nanti adalah Keabadian. Di masa depan, manusia mencoba mencapai keabadian layaknya dewa.

Rekayasa genetika nantinya akan menjadi cabang ilmu yang diandalkan dan anak-anak teknik nantinya akan menjadi primadona ke depannya. Siapa yang tidak mau hidup lama ataupun bisa menebak kapan kematian kita?

Manusia nantinya akan mencoba mengkolaborasikan ilmu komputer, sains, bioteknologi dan rekayasa genetika dengan teknologi  untuk memperpanjang hidup mereka ataupun mengintergrasikan dirinya dengan mesin dan menjadi robot dan itu mungkin saja terjadi lho, Film futuristik seperti Ghost in Shell, Blade Runner 2048 atau In Time dapat menjadi gambaran singkat tentang itu.

Jika manusia bisa berumur panjang, mereka memiliki waktu lebih banyak buat menyenangkan orang-orang terdekat ataupun meraih cita-cita mereka. Otomatis kemungkinan kita meraih kebahagiaan semakin besar. Mungkin nanti rumah sakit akan membuka antrian untuk menawarkan  eternity operation.

            Poin kedua adalah ideologi. Secara individu, mungkin prinsip kita akan berubah juga, tetapi saya tidak akan membahas itu. Tahukah kamu kata “liberalisme”, “pasar bebas”, dan “kapitalisme”?, sering kan kita mendengar “lu kapitalis iya” atau “mcdonald itu kapitalisme”.

Oh, ataupun kata humanism pernah terlintas di telinga kita. –isme atau ideologi ini nantinya akan berhadapan dengan teknologi. Kenapa? Saya ingin membahas yang humanismenya. Humanisme itu paham dimana perasaan kita yang mendorong untuk berbuat.

Langsung ke contoh konkritnya, ketika ada bencana, apa yang kita rasakan? Empati bukan? Nah, kita bergerak berdasarkan perasaan itu, oleh karenanya banyak sekali yang turun tangan membantu bencana di Banten & Lampung, Palu & Donggala, dan Lombok.

Itu yang dinamakan humanisme liberal. Sekarang ini, perasaan yang kita alami berperan penting dalam pertimbangan kita untuk berbuat. Namun, bagaimana jika perasaan yang menjadi guidance kita semua dihilangkan? Mungkin tidak sekarang, tapi nantinya teknologi akan berpotensi menghilangkan itu semua.

Efisiensi dan Efektivitas menjadi kata kunci karena perasaan terkadang menghambat untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Kehidupan kita nanti akan lebih memandang pengalaman menggunakan pandangan sains. Kamu pasti bisa menerkanya!

            Yang terakhir adalah munculnya paham baru yang disebut dataisme. Agama yang ada saat ini nantinya akan diajak “berkelahi” oleh paham ini. Seperti namanya, paham ini berpendapat bahwa data dan informasi adalah bagian utama dimana kita semua manusia hanyalah komponen pendukungnya saja.

Kamu memilih pacar nantinya akan bisa dikalkulasikan berapa persen kecocokanmu ataupun mengapa kita memilih satu partai ini dibandingkan yang lain. Semuanya terhitungkan dan mungkin kita berpandangan bahwa data menyediakan fakta yang akurat dan menjadi pijakan kita buat bertindak.

Iya, kalau melihat debat-debat caleg ataupun capres, mereka pasti berpijak pada data. Namun, tingkatnya yang bersifat data di lapangan bukan mengenai perasaan kita dan sebagainya.

            Itulah segelumit pandangan dari Yuval Noah Harari. Bisa dibilang sangat menyeramkan bukan, dimana teknologi akan menguasai hidup kita dan menjadi dominan.

Tetapi, perlu ditekankan bahwa ini hanyalah satu dari beberapa miliar kemungkinan yang ada di masa depan. Iya, seperti dunia paralel, kemungkinan yang saya sebutkan diatas mungkin sudah terjadi. Perlu untuk dipikirkan, tetapi jangan terlalu dibawa sampai ke mimpi haha. Karena kembali lagi, kita yang membuat masa depan.

Siblings Rumah Millennials

Saya adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Bidang yang saya minati adalah Politik, Keamanan, Hubungan Internasional, Filsafat, Agama, Lingkungan, Pendidikan dan Pengembangan kepemudaan. Memiliki passion dalam menulis artikel dan membaca buku. Beberapa bulan lalu bergabung di Rumah Millennials dan menjadi Kepala Bidang Riset dan Pengembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *