[BUKU] Smart Millennials: Generasi Milenial Yang Cerdas

RumahMillennials.com | Mungkin selama ini sobat millennials kalau mendengar kata “pengetahuan” maka akan mengacu pada Ilmu Pengetahuan seperti science, teknologi, dan matematika. Tapi dalam buku “SMART Millennials”, pengetahuan yang dimaksud adalah sebuah aksi nyata dari implementasi informasi yang dipelajari. Dengan era teknologi dimana dunia dalam genggaman, mau tahu apa aja tinggal ketak – ketik di smartphone atau laptop semua informasi keluar, informasi sangat mudah didapat. Masalahnya, apa aksi kita setelah dapat begitu banyak informasi?


“Knowledge is action, everything else is just information”

Albert Einstein


“Today’s knowledge has power. It controls access to opportunity and advancement”

Peter Drucker

Seperti yang dikatakan Albert Einstein diatas, bahwa pengetahuan adalah aksi, lainnya hanya informasi. Kalau begitu aksi nyata dari millennials dalam mengaplikasikan informasi sangat penting. Jadi, konsep aksi nyata apa yang dijelaskan dalam buku “SMART Millennials”? Sabar sobat millennials, kita bedah sedikit dulu tentang teori generasi millennials versi KMPlus Consulting, selaku penulis buku ini.

Jadi, KMPlus Consulting mengambil teori generasi yang digambarkan oleh media Amerika Serikat, The New York Times, survey dari The United States Census Bureau, serta teori dari Yoris Sebastian & Dilla Amran dalam buku “Generasi Langgas”.

Dimana millennials adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1980 – 2000 (saat ini range usianya 18 – 38 tahun), mendominasi sekitar 34,47% atau sekitar 82 juta jiwa dari 250 juta penduduk Indonesia (BPS, 2015), dan sebagian besar dari mereka sudah berkarir di bidangnya masing – masing. Yang menarik adalah, KMPlus Consulting menggabungkan ‘gen Y’ dan ‘gen Z’ sebagai generasi millennials. Dengan pembagian, gen Y lahir antara tahun 1980 – 1994, gen Z 1995 – 2010. Selain itu, karakter generasi millennials adalah:

  1. internet native alias fasih menggunakan internet dengan media sosial sebagai pengguna terbesar
  2. mempunyai pikiran yang lebih terbuka
  3. generasi yang cepat bukan instan
  4. berorientasi pada passion saat memilih profesi
  5. Berpendidikan tinggi
  6. Kreatif dan inovatif, tidak ragu menciptakan start-up business yang sesuai passion-nya
Figure 1 Ilustrasi Millennials

Dalam buku ini, KMPlus Consulting akan fokus pada poin Knowledge Management. Berlandaskan pada quotes Albert Einstein diatas, pengetahuan adalah tindakan atau apa yang pernah kita lakukan, selain itu hanya informasi. Artinya, informasi disebut pengetahuan ketika sudah dipraktikan.

Berada di knowledge economy era dimana arus informasi mudah diakses seperti sekarang, generasi millennials dituntut menjadi Knowledge Worker. Menurut KMPlus Consulting, jika ingin sukses, millennials haruslah lebih dari sekedar Knowledge Worker tapi menjadi SMART Knowledge Worker dan SMART Innovation. Kata SMART disini adalah singkatan dari Self-driven, Motivated, Action-oriented, dan Team player.

1. SMART Knowledge Worker
Knowledge worker adalah pekerja yang menggunakan dan mengembangkan pengetahuan tingkat tinggi (advance knowledge) dan inovatif (innovative knowledge) dalam bekerja. Di era pengetahuan, generasi millennials harus menjadi Knowledge worker, sebab pengetahuanlah yang menentukan tingkat produktivitas.

Namun, menjadi knowledge worker tidak menjamin millennials sukses tapi mereka harus menjadi SMART Knowledge Worker, demi terus mengembangkan pengetahuannya sehingga kontribusi terhadap pekerjaanya terus meingkat. 5 akronim SMART yang menjadi hal utama yang dimiliki millennials sebagai Knowledge Worker, adalah:

  • Self-driven: memiliki passion dan inisiatif untuk menentukan tujuan dan membuat perencanaan yang jelas dan terus berkembang
  • Motivated: memiliki motivasi yang kuat untuk menjalankan rencana, yang datang dari passion dan kecintaan pada apa yang dilakukan
  • Responsible: memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang tinggi untuk menciptakan nilai tambah (added value) dari aktivitas kerja
  • Team player: mampu memimpin dan berkolaborasi dengan baik dalam tim
Figure 2 Ilustrasi SMART Knowledge Worker

2. SMART Innovation
Dari definisi inovasi, ada dua kata penting yang harus kita perhatikan: Proses dan Manfaat. Inovasi bukan sekedar ide baru, tapi ada proses yang harus dijalani karena inovasi yang hebat selalu berawal dari proses yang hebat. Bahkan ide sederhana, jika dipadukan dengan proses yang kreatif, akan menghasilkan inovasi luar biasa.

Inovasi yang berhasil tentu yang bermanfaat dan haruslah sesuatu yang dibutuhkan pelanggan serta relevan denan bisnisnya. SMART Innovation adalah invoasi yang dapat diimplementasikan secara luas dan manfaatnya harus dapat dirasakan oleh khalayak luas, bukan lingkup kecil saja. Lebih lanjutnya tentang SMART Innovation, ayo kita bedah 5 poin penting dari konsep SMART:

  • Self-driven: menetapkan tujuan serta mengidentifitkasi peluang dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam mencapai tujuan
  • Motivated: membangun motivasi untuk menjalankan proses invoasi, mempelajari tantangan, dan mencari solusi yang terbaik
  • Action-oriented: memahami semua aspek proses invoasi yang akan dijalankan, melalui riset dan brainstorming untuk mencari semua kemungkinan terbaik
  • Responsible: menerapkan dan mereplikasi hasil inovasi dalam skala besar untuk menciptakan manfaat dan nilai tambah
  • Team Player: Membangun kolaborasi yang efektif dengan semua pihak yang dapat berkontribusi dalam proses inovasi
Figure 3 Ilustrasi SMART Innovation

Jika generasi millennials mengkombinasikan SMART Knowledge Worker dan SMART Innovation dalam diri mereka, maka Indonesia akan mencapai keemasannya pada 2045 seperti yang sering dijelaskan di berbagai seminar nasional dan panel diskusi. Sebagian millennials sudah mempraktekan dua konsep tersebut dan terbukti sukses dengan karir mereka di bidangnya masing – masing.

Seperti Nadiem Makarim, CEO Go-Jek dan Alfatif Timor, CEO kitabisa.com, mereka berdua adalah contoh bagaimana mengembangkan start-up dengan passion-nya serta terus berinovasi demi memberikan manfaat lebih kepada customer serta stakeholdernya.

Hasilnya, saat ini Go-Jek dan kitabisa.com memberikan manfaat yang sangat besar, tidak hanya mengembangkan bisnis perusahaan melainkan membantu orang lain untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Itulah hasil dari SMART Knowledge Worker dan SMART Innovation jika diterapkan dengan baik.

Buku “SMART Millennials: Generasi Milenial Yang Cerdas” ditulis secara bersama melalui hasil riset yang dilakukan oleh KMPlus Consulting. KMPlus Consulting atau Knowledge Management Consulting Company merupakan perusahaan konsultan yang bergerak dibidang pemberdayaan karyawan perusahaan nasional dan multinasional, melalui program – program Knowledge Management (KM) dan mengembangkan program kreativitas, inovasi, motivasi, dan kepemimpinan. (audi)

Journalist and Publication Coordinator at Rumah Millennials
The man who love to share about interesting and unique story of Indonesia as well as youth development through youth organization community. Currently, Audi started his career as public speaker in radio and being freelance MC and Moderator for several events

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *