Mengubah 6 Pola Pikir dan Karakter Dalam Menghadapi Masa-Masa Pencarian Panggilan Jiwa Pada Millennials

Mengubah 6 Pola Pikir dan Karakter Dalam Menghadapi Masa-Masa Pencarian Panggilan Jiwa Pada Millennials

RumahMillennials.com | Menurut The Muse, Life Quarter Crisis (LQC) adalah periode pencarian panggilan jiwa yang intens, bisa menimbulkan stress dan sering terjadi di usia pertengahan 20-an hingga awal 30-an.

Ini bukan periode yang mudah. Ada banyak aspek dalam hidup yang ingin dimaksimalkan, seperti karir, spiritual, hubungan, keuangan, kesehatan, fun untuk diri sendiri dan lain – lain. Namun di fase LQC ini, semua aspek ini terlihat berantakan dan susah untuk dimanage.

Meski hal ini wajar terjadi, namun faktanya istilah LQC lebih sering membuat orang bingung. ”Aduh gue life quarter crisis, engga tahu mau ngapain dalam hidup”. Nah, ungkapan pertanyaan inilah yang akhirnya membuat pusing sendiri. Karena diri berusaha mencari tahu jawaban yang diperlukan.

LQC bisa membuat seseorang mengalami kegalauan berat, dan itu disebabkan tidak adanya pola pikir (mindset) dan karakter (heart-set) yang pas untuk menanggulangi gejolak tersebut. Sehingga, solusi yang pas sebelum mengambil suatu tindakan, adalah mengubah mindset dan heartset yang dimiliki terlebih dahulu.

Dengan mengubah mindset dan heartset ini, menghadapi life quarter crisis bisa menjadi lebih mudah. Ada 6 mindset dan heartset yang harus dimiliki untuk menghadapi life quarter crisis.

1. Stop following what society tells you, instead follow your intuition.
Oleh sebab berkembangnya teknologi, angka orang yang sukses di usia muda semakin pesat.
Disaat yang sama, maraknya founder organisasi/bisnis di usia muda, membuat beberapa orang juga ikut-ikut an, tanpa sebenarnya memahami, perlukah berbuat demikian.

Ada 4 faktor yang menyebabkan seseorang memilih untuk ikut – ikutan ini.
Pertama, kerapnya membanding – bandingkan diri dengan orang lain.
Kedua, tidak bisa memfilter berlimpahnya informasi yang diterima, sehingga tidak tahu mana yang sebenarnya diperlukan.
Ketiga, mencoba untuk menyenangkan hati setiap pihak.
Dan keempat, gengsi yang terlalu besar. Dampak buruknya, pertimbangan saat membuat keputusan hidup selalu merujuk kepada orang lain/factor external lainnya. Padahal, definisi sukses setiap orang berbeda. Kebutuhan, keinginan dan situasi pun tidaklah sama.

Ini yang menyebabkan seseorang merasa tidak mudah bahagia, karena fenomena ikut – ikutan ini. Adanya kemauan yang konstan berubah karena pengaruh external. Orang ingin A, kita pun ingin A. Bisa jadi yang kita perlukan adalah B.

Ada contoh lain; lulusan sarjana A akan menjadi A. Nah, ini juga hal yang kurang tepat dan sudah membudaya di masyarakat. Pada dasarnya seseorang tidak bisa ditentukan dari jurusan sarjananya. Banyak contoh sarjana yang setelah lulus tidak bekerja sesuai gelar yang sudah diraih. Ada yang lulus jurusan keuangan, malah bekerja sebagai digital marketing. Sebagai kesimpulan, tidak perlu merasa stuck untuk bekerja di suatu area, hanya disebabkan jurusan. Stay focus and follow your heart.

Menentukan impian dan memastikan hal yang diinginkan sebenarnya cukup mudah. Pertama, definisikan kembali arti sukses menurut masing – masing kita .Lalu bertanyalah pada diri sendiri, ”what kind of experience that will make my heart singing”. Apakah itu benar membangun bisnis? Atau menjadi pembicara publik? Atau bisa juga menjadi ibu rumah tangga namun mampu mendidik anak – anaknya menjadi orang besar?

Takdir dan jalan hidup setiap orang berbeda. Dengarkan intuisi dengan baik.

Jadi misal dalam suatu lingkungan, sering bergaul dengan anak – anak founder dan co-founder, atau anak – anak yang jadi vlogger, tidak perlu harus ikut – ikut an mereka. Tanyakan pada diri sendiri, apakah menjadi seorang founder/vlogger benar – benar hal yang diinginkan? Mungkin ada hal lain yang sebenarnya diimpikan. Sejatinya banyak cara untuk membuat perubahan.

2. Stop thinking about your goals, think about your process.
Memiliki impian bermakna menentukan arah, kemana kaki akan melangkah. Setelah arah tersebut sudah ditentukan. Tidak perlu terus memikirkan atau terlalu melekat ke arah itu. Sebab setelah mengetahui what, yang harus dipikirkan adalah how nya. Bukan what lagi.

Sayangnya pada kebanyakan orang, saat mengeksekusi strategi yang sudah direncanakan, ada timbul perasaan negatif (khawatir, takut, terbebani) karena terlalu memikirkan arah tersebut. Dipicu oleh rasa terlalu berharap untuk meraih, atau terlalu takut bila suatu impian lepas. Perasaaan negative ini yang menyebabkan sulit meraih impian, karena vibrasinya tidak bagus.

Berfokus pada aksi dari strategi yang direncanakan dalam bahasa lainnya juga bisa disebut dengan menikmati proses. Menikmati proses adalah memfokuskan energi pada apa yang tengah dilakukan, memberikan passion pada setiap tindakan, dan pikiran pun fokus pada tindakan tersebut, dengan memastikan, tetap berada di dalam rel yang benar.

Coba pikirkan suatu impian dengan frekuensi yang sering, dalam waktu 1 hari saja pasti akan stress, karena ketika memikirkan, saat melakukan action pun akan terbebani. Ini yang membuat mental cepat down, karena tidak tahan akan tekanan tersebut.

Sekali – sekali mengingat impian tentu masih wajar untuk motivasi/pengingat. Namun, obsesi berlebihan tidak pernah bagus. Nasehat lama Do your best and God the rest mengajarkan memang untuk meraih impian, berusaha yang terbaik adalah kuncinya, lalu setelahnya menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Tentu saja tetap diiringi, keyakinan.

3. Change the way you see. Never see the result.
Mengubah perspektif adalah salah satu metode simple namun powerful dalam menghadapi masalah. Dalam bahasa yang sering kita dengar, ada orang berkata ”lihat hikmah baiknya”. Nah, melihat hal baik ini di saat mengalami hal yang buruk adalah hal yang bisa dilakukan guna mengurangi beban saat menghadapi masalah.

Salah satu faktor terjadinya LQC adalah terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, dan salah satu sumbernya adalah social media. Ada kalanya bila melihat prestasi seseorang di instagram, ada perasaan untuk meraih hal yang sama. Ketika perspektif itu muncul, ubah menjadi ”dia sudah mengalami proses yang tidak mudah”. Sehingga, hal tersebut bukan memberikan rasa iri, namun memberikan empati dan inspirasi untuk berusaha lebih baik.

Metode lain yang cukup effektif adalah mencoba berimajinasi merasakan sendiri proses tersebut. Ambil contoh: Kita tahu Jack Ma adalah pengusaha yang sangat sukses. Nah, andai misalnya seorang Millennials baru lulus dari kuliah, bayangkan menjadi Jack Ma diperiode yang sama. Apa yang terjadi pada Jack Ma saat lulus kuliah? Mencari pekerjaan, dan menerima berbagai penolakan. Dari 24 orang yang melamar bekerja di KFC, dia menjadi satu-satunya orang yang ditolak.

Semua akan datang pada waktu yang tepat untuk alasan yang sesuai. Acap kali orang melihat hasil ketimbang proses yang sudah dialami. Namun bila menukarnya dengan melihat proses, terutama yang dilalui orang sukses, perasaan motivasi yang akan muncul. Bahwa sebenarnya kita juga bisa melakukan hal yang sama.

Sebagai tambahan inspirasi dan bagi yang belum melihat, video dibawah menjelaskan setiap orang mempunyai timeline hidup yang berbeda. Setiap orang mempunyai masanya tersendiri. Tentu akan aneh jika setiap orang sukses umur 25 tahun, tidak banyak kisah yang akan menginspirasi, karena pengalaman semua orang hampir sama. Entah masalah apa yang akan diselesaikan, karena semua orang sudah sukses.

4. Appreciate your mistakes.
Pada masa muda, sewajarnya seseorang membuat banyak kesalahan. Kesalahan – kesalahan semasa muda ini adalah hal yang bisa disyukuri, karena terjadi pada awal phase kehidupan. Sehingga, tidak perlu merasakan menyesal atau merasa sudah terlalu terlambat memperbaiki kesalahan yang lewat.

Having self – regret too often adalah salah satu faktor seseorang cepat menyerah. Karena dengan menanam penyesalan terlalu sering, adalah tanda bahwa seseorang hidup di masa lalu. Dan bila terlalu sering gelisah, tanda bahwa seseorang sering merisaukan masa depan.

Perasaan yang dirasakan memainkan faktor penting bagaimana kita menjalankan hari – hari. Change your feeling. Lebih seringlah berbahagia, semangat, dan perasaan positif lainnya. Feel less regret, terutama bila dalam usia yang masih produktif. Maju terus!. Kemajuan hidup bisa diraih dengan terus melangkah.

5. People already know this, but be grateful for your first career always.
Pada karyawan, salah satu tanda life quarter crisis adalah adanya keinginan untuk berganti karir yang seringkali datang. Jika fase ini terjadi, berpikirlah lebih panjang. Selain tidak mudahnya mencari pekerjaan yang ”sempurna”, memahami sepenuhnya apa panggilan hati memerlukan waktu. Lebih baik mencari pengalaman dahulu ketimbang menghabiskan waktu menganalisa apa yang sebenarnya diinginkan.

Selain itu, untuk menanggulangi perasaan ini, perbanyak melihat kebawah. Banyak orang diluar sana yang mungkin menginginkan pekerjaan yang kita miliki sekarang, Banyak juga orang yang gajinya tidak sebesar kita, namun bisa lebih mensyukuri apa yang dimiliki. Dari mereka kita bisa belajar untuk bersyukur lebih sering.

Ada masa untuk berganti karir atau keluar dari pekerjaan, dan hal ini bisa dilakukan di waktu yang tepat. Sebab selain faktor gaji dan hal yang dikerjakan, faktor lain seperti stress level, budaya perusahaan, work-life balance dan hal lainnya juga harus dipertimbangkan. Jangan langsung keluar karena suatu ketidaknyamanan. Cari kegiatan lain yang bisa membuat betah di kantor.

Mindset dan heart-set adalah pilar – pilar yang menentukan kesuksesan seseorang hidup. Setelah 2 pilar ini diperbarui, ada hal – hal yang dapat dilakukan saat periode LQC guna mengurangi dampak buruknya. Apa saja itu? Artikel part 2 menjelaskan lebih lanjut.(JMP)

Josandy Maha Putra.
Research and Development at Rumah Millennials

Market Entry Consultant

Content Specialist at ProspectsASEAN 
Member at ASEAN Future Leaders Summit
Founder of Forum Indonesia Muda Chapter Diaspora
Former President at 
International Student Society University Utara Malaysia (the first President elected from Asia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *