7 upaya upaya untuk mencegah penyakit digital eye strain, keluhan mata generasi millennial di era digital

7 upaya upaya untuk mencegah penyakit digital eye strain, keluhan mata generasi millennial di era digital

RumahMillennials.com |  Perangkat digital menjadi sebuah kebutuhan di era ini terlebih bagi kaum millennial, sekitar 84 % mereka telah memiliki smartphone. Adapun perangkat digital yang umunya digunakan ialah televisi (76,6 %), smartphone (69,4 %), laptop (57,8 %), tablet atau e-reader (42,5 %), dan video games (16,7 %).

Dalam penggunaan perangkat digital, kaum millennial memanfaatkannya mulai bangun tidur hingga tidur kembali, baik untuk membaca, berolahraga, mencari resep makanan, bermain, atau menonton.

Kemajuan digital memang tidak dipungkiri memberikan manfaat yang luar biasa bagi kita, diantaranya kemudahan bertukar dan mengakses informasi, memperluas networking, menyimpan data, dan masih banyak lagi.

Namun, dengan kemudahan digital ini, kita sebagai kaum millennial perlu menggunakannya secara bijak. Karena tanpa disadari, penggunaan perangkat digital yang berlebihan berdampak pada kesehatan mata.

Dari survey didapatkan bahwa 37,4 % millennial menghabiskan waktu paling tidak sekitar 9 jam untuk menggunakan perangkat digital.

Hal ini meningkatkan risiko generasi millennial mengalami digital eye strain atau computer vision syndrome, karena penggunaan yang lebih dari 2 jam. Dari survey oleh The Vision Council bahwa: 68 % millennial mengalami digital eye strain.

Adapun keluhannya berupa:

  • Mata lelah (32,8 %) ,
  • Pegal di bagian leher/pundak/punggung (32,6 %),
  • Nyeri kepala (24 %),
  • Penglihatan menjadi kabur (23,3 %),
  • Mata menjadi kering (28,8 %).

Digital eye strain atau mata lelah ialah ketidaknyamanan pada mata akibat penggunaan yang terlalu intens dan lama berhubungan dengan penggunaan peralatan digital baik komputer, tablet, e-reader, telepon seluler.

Tidak ada faktor utama yang menyebabkan kondisi mata lelah ini, namun terdapat beberapa faktor lingkungan yang ikut berkontribusi terjadinya digital eye strain seperti pencahayaan, jarak baca, postur tubuh, sinar biru yang dipancarkan dari layar.

Dari data didapatkan bahwa 72,5 % millennial tidak menyadari bahayanya paparan sinar biru. Paparan sinar biru yang dipancarkan layar dapat meningkatkan risiko jangka panjang berupa penurunan penglihatan akibat kerusakan pada sel retina mata.

Retina pada mata itu layaknya fungsi film atau sensor pada kamera yaitu menangkap cahaya lalu diterjemahkan menjadi gambar. Jadi bila terjadi kerusakan pada retina, yang berperan menangkap cahaya, maka akan menyebabkan keburaman atau bahkan penurunan penglihatan.

Di era yang serba digital ini, kaum millennial tidak mungkin untuk menghindari penggunaan perangkat digital. Namun, kita dapat melakukan upaya untuk mencegah penyakit digital eye strain, diantaranya

Pemeriksaan mata rutin.
Lakukanlah pemeriksaan mata regular dan jangan lupa gunakan kacamata bila kamu mengalami kelainan refraksi seperti rabun jauh atau dekat.

Jarak dengan perangkat digital.
Jarak yang ideal sekitar 50 – 70 cm dari mata kamu. Jangan lupa buat dirimu nyaman saat menggunakan laptop atau perangkat lainnya.

Jangan lupa untuk lebih sering berkedip.
Berkedip adalah hal yang penting, karena dengan berkedip mencegah terjadinya stres pada kornea mata yang nantinya menyebabkan mata kering.

Pencahayaan yang cukup.
Kamu dapat mengatur tingkat kecarahan dari perangkat digitalmu menjadi lebih gelap. Selain itu gunakan filter glare pada layar monitor. Langkah ini dapat membantu kamu untuk mengurangi paparan sinar biru yang dipancarkan layar.

Perbesar ukuran tulisan yang dibaca.
Bila tulisan sulit dibaca coba diperbesar dan sedikit diterangkan kontras pada perangkatnya. Karena bila seseorang cenderung mendekatkan perangkatnya ke mata untuk membaca, dapat membuat otot mata berkontraksi sehingga membuat mata menjadi lelah.

Selalu ingat 20 – 20 – 20 RULE.
Dari data didapatkan bahwa 60,8 % millennial menghabiskan waktu 5 jam di depan perangkat digital yang nantinya membuat mata lelah. Sehingga hal tersebut juga akan mempengaruhi produktivitas dari kaum millennial. Oleh sebab itu, American Optometric Association merekomendasikan untuk kamu yang menggunakan perangkat digital, lakukanlah istirahat 20 detik untuk melihat sesuatu pada jarak 20 kaki setiap 20 menit.

Konsumsi makanan untuk kesehatan mata.
Selain, tahap-tahap diatas jangan melupakan nutrisi untuk kesehatan mata. Konsumsi buah dan sayuran dapat membantu kesehatan mata seperti wortel atau sayuran yang hijau seperti bayam. Selain itu, dari hasil studi dilaporkan bahwa anggur juga memiliki efek proteksi terhadap kerusakan retina. Studi lain, untuk menjaga kesehatan mata dapat mengkonsumsi makanan yang kaya asam lemak omega 3 seperti ikan tuna, ikan salmon, ikan tenggiri, atau sarden.

Jadi buat kamu yang punya keluahan mata lelah, coba aja lakukan 7 tips diatas untuk mengurangi lelah mata kamu. (Ina)

DAFTAR PUSTAKA

Image Source: healthline.com | eyeqvc.com | valleyeyecareaz.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *