Awas! Tidak Bijak Menggunakan Social Media Bisa Menghancurkan Masa Depanmu

JAKARTA – RumahMillennials.com | Siapa diantara sobat millennials yang gak punya social media?

Buat anak zaman now, punya social media itu udah jadi hukum ‘wajib’ kalo mau tetep exis dan kekinian. Social media memang pada dasarnya sesuai dengan namanya, media untuk saling bersosialisasi, berjejaring, dan berbagi cerita tentang kehidupan pengguna.

Untuk anak – anak lawas seperti saya, pasti kenal dong ya social media yang eksis dulu seperti MiRC, Friendster, eBuddy, dan Yahoo Messanger. Di era 2000an, social media itu benar – benar menghubungkan kita yang jauh, dan tempat seru – seruan kayak isengin temen, pdkt sama gebetan, dan tempat mencurahkan segala isi hati.

Tapi Semenjak Facebook ada, lalu berkembangnya Twitter, dan Instagram yang berubah dari media sharing foto menjadi platform yang bisa dijadikan bisnis, otomatis perilaku penggunanya pun berubah. Belum lagi kemudahan dalam chatting, yang dulu cuma bisa pakai SMS sekarang ada Whatsapp, Line, dan Messanger yang cakupannya lebih luas. Aplikasi chat bukan cuma jadi tempat chatting, tapi bisa jadi bisnis dan bersosialita.

Berubahnya behavior pengguna social media ini menghasilkan nilai positif dan negatif. Positifnya, kita bisa berbagi apa saja bebas tanpa intervensi apapun, sehingga social media menjadi tempat paling bebas untuk berekspresi. Namun, kebebasan yang tak bertanggung jawab itu menimbulkan dampak negatif, salah satu yang paling parah adalah gampangnya berita bohong atau hoax tersebar.

Untuk itulah, dalam memberikan pemahaman lebih dalam kepada millennials Indonesia tentang bahaya hoax dan cara menghadapinya, Rumah Millennials mengadakan acara sharing session M-Talks bertemakan “Say no to hoax! Jadilah Generasi Yang Kaya Karya” Sabtu 20 Juli 2019 di Ruang & Tempo, Palmerah, Jakarta Barat. Rumah Millennials mengundang tiga pembicara yang expert soal media dan social media yakni:

  1. Samirah Begum (Jurnalis Medcom.id & Ketua Bidang Jurnalistik dan Radio Rumah Millennials)
  2. Enda Nasution (Inisiator Gerakan #Bijakbersosmed)
  3. Reza Pahlevi (Social Media Influencer)

Dipandu oleh moderator Della Annisawara (Program Director & Head of Creative Content Rumah Millennials), diskusi terbuka ini dibuka dengan presentasi dari masing – masing pembicara.

Sebagai jurnalis muda di Medcom.id, Mirah sapaan Samirah Begum mengingatkan pada sobat millennials bahwa berita yang disampaikan oleh jurnalis mempunyai tugas utama untuk menjelaskan peristiwa sesuai dengan fakta yang bersifat actual dan akurat. Maka dari itu, berita – berita yang disampaikan baik di media TV, cetak, maupun online adalah berita yang sudah diverifikasi dan diedit oleh redaksi sehingga kebenarannya tak perlu diragukan lagi. Berbeda dengan hoax, yang mempunyai beragam tujuan seperti keinginan untuk menjatuhkan pihak lawan dan membangun opini publik. Kalau kamu melihat suatu berita dengan judul yang sensasional, carilah kebenarannya dari berbagai sumber, jangan sampai digiring oleh pembuat hoax itu agar terseret dengan opini yang ingin dibangun.

Sepaham dengan Mirah, Enda Nasution juga mewanti – wanti generasi muda agar tak termakan berita yang tak jelas sumbernya dan lebih bijak menggunakan media sosial. Apapun yang kita post, itu semua meninggalkan jejak digital, dan jika tak berhati – hati maka bisa berujung perkara besar seperti tindak pidana. Terlebih lagi, sekarang pemerintah sangat tegas dalam menindak postingan media sosial melalui UU ITE. Maka dari itu, Enda menghimbau kepada sobat millennials agar menjadi generasi yang punya literasi digital bagus, yaitu lebih teliti dalam memposting apapun, serta menjadi agen perubahan untuk menciptakan gerakan – gerakan yang bisa membawa Indonesia lebih baik.

Salah satu cara untuk menjadi agen perubahan, dengan mengenal diri sendiri dan tahu citra seperti apa yang ingin kita tampilkan di media sosial. Hal inilah yang menjadi fokus Reza Pahlevi sebagai influencer dengan panggilan akrab “Om Eja”. Panggilan tersebut menjadi identitas Reza karena saat bermain Ask.fm, followersnya kerap memanggilnya “Om” karena dia sebenarnya sudah cukup senior namun sering berbagi candaan yang nyeleneh. Selain panggilan di media sosial, Reza juga tahu cara mem-branding dirinya sendiri sebagai seorang pria dewasa yang lucu dan suka bercanda. Itulah yang membuat dirinya diikuti oleh banyak remaja, sehingga brand – brand ternama seperti Ismaya Group yang bekerja sama dengannya, untuk menarik pasar dari kalangan remaja.

Media sosial itu memang asik sob, karena kamu bisa berjejaring dengan berbagai macam orang, dan ngepoin cerita – cerita inspiratif dari influencer favorit. Tapi, jangan sampai media sosial menghancurkan masa depanmu, karena postingan – postingan yang tak bertanggung jawab seperti menyebarkan hoax. Bijak menggunakan media social dan punya literasi digital yang baik adalah hukum wajib jika kamu mau jadi pengguna media sosial yang baik serta mengambil peran sebagai agen perubahan untuk Indonesia lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *