6 Langkah Menghadapi Masa-Masa Krisis Pencarian Jati Diri Millennials

6 Langkah Menghadapi Masa-Masa Krisis Pencarian Jati Diri Millennials

RumahMillennials.com | Setelah mempunyai mindset dan heart-set yang pas, dibawah adalah hal – hal yang bisa dilakukan selama periode Life Quarter Crisis:

1. Start now and never wait for the perfect moment.
Ingin berbisnis restorant? Jangan tunggu pandai masak dulu. Ingin menulis buku? Jangan tunggu jago menulis dulu.

Meski setiap dari kita memiliki standar tertentu untuk beberapa hal, namun saat akan memulai tidak usah menetapkan standar yang terlalu tinggi dan berharap momen yang tepat akan datang. Memulai dari ketidaksempurnaan dan nantinya membuat kesalahan adalah suatu hal yang normal. Ada orang yang akan memberi kritik juga ada hal yang wajar. Hal – hal tersebut tidak perlu ditakuti. Semua orang memulai dari zero hingga menjadi hero. Hilangkan setiap alasan, dan segera raih hal yang diinginkan!

2. Read your life’s pattern
Pengalaman – pengalaman yang pernah dihadapi di masa lalu sebenarnya adalah proses persiapan akan menjadi apa kita di masa depan. Dengan siapa pernah berjumpa, kegagalan apa yang pernah dihadapi dan prestasi apa yang pernah diraih. Akan lebih memudahkan bila sudah menyadari strength, weakness, passion, hobi, karakter, serta hal – hal yang dinikmati dan tidak disukai.

Kombinasi hal – hal ini memberikan petunjuk dan dapat mengarahkan pada takdir di masa depan.

Andai belum tahu hal – hal diatas, keep searching! Cobalah banyak hal, jangan batasi diri dan jangan terjebak pada beberapa hal yang selama ini disukai saja. Mungkin hal yang tidak disuka malah menjadi jawaban atas pencarian jawaban hidup. Sebab suka atau tidak suka hanyalah masalah perasaan, semua bisa berubah.

Takdir di masa depan sangat bergantung pada hal yang dilakukan pada masa sekarang. Jangan pandang hal buruk adalah akhir dari segalanya, karena setiap hal buruk mengubah seseorang menjadi hal baik.

Jika dulu pernah sakit berat, setelah nya akan mungkin akan lebih sadar untuk menjaga kesehatan.
Jika pernah mengecewakan orang lain, setelahnya akan lebih sadar untuk membuat bangga lebih sering.
Jika pernah kehilangan sesuatu, setelahnya akan lebih aware untuk menjaga dengan lebih baik. Atau malah menghasilkan karya lain yang tidak kalah luar biasa.

Ini yang terjadi pada Steve Job. Meski dipecat dari perusahaan yang ia dirikan yaitu Apple, setelahnya dia berhasil membentuk Pixar (animasi yang melahirkan,

3. Manage your life’s phase
Tidak apa memiliki banyak impian, namun ingat meraih impian tetaplah satu per satu. Sebabnya, jika mengejar 3 kelinci sekaligus, kemungkinan ketiganya bisa terlepas. Namun apabila mengejar 1 saja, kemungkinan untuk ditangkap menjadi lebih besar.

Setiap orang mempunyai cara masing – masing dalam memanage hidupnya. Namun pada dasarnya, perencanaan hidup itu harus jelas. Ada target harian, mingguan, bulanan, tahunan dan 3 atau 5 tahun kedepan. Atau bisa lebih jauh, 1 atau 2 dekade.

Jika bingung membuat rencana tahunan, tanyakan pada diri sendiri, “What should I do to make this year become so remarkable?” Bertanyalah pada saat pikiran tenang, akan ada jawaban yang muncul dari dalam hati. Dan yang pasti ini bukan dari hasil ikut – ikut an orang lain.

Nah, bagaimana bila alasan – alasan yang menghadang? Misal ingin menikah, tapi ini dan itu, …… dan berbagai alasan lainnya. Disaat seperti itu terjadi, ingat if it is important to you, you will find a way. If not, you’ll find excuses. Perkuat tekad, akan banyak jalan yang terbuka.

Seandainya sudah punya perencanaan tahunan, dan berdasarkan perencanaan itu semua sudah diikuti dengan baik, pernahkah malah tidak bahagia saat menjalaninya? Bila hal ini terjadi, ini adalah hal yang normal. Kebanyakan orang berpikir untuk menentukan impian yang akan dijalani selama sisa hidup pada usia 20 an, namun bagaimanapun masa depan di tangan Tuhan.

Akan ada tantangan baru, peluang, situasi dan kondisi bahkan keingingan yang konstan berubah. Ilmu pengetahuan pun bertambah, dan pasti mempengaruhi pertimbangan saat mengambil keputusan.

Karena itu, meski sudah memiliki perencanaan hidup yang matang, tidak apa jika ingin dirubah atau tiba – tiba ingin berganti arah. Hal yang paling penting adalah menyadarinya dengan cepat, sehingga masih ada waktu untuk merubahnya.

4. Clean your mind and pray to the God.
Jika kepala diibaratkan mangkok, terlalu banyak pikiran dan sering over analyzing diibaratkan sebagai huruf – huruf yang memenuhi mangkok tersebut, layaknya semangkok cereal. Terlalu penuh hingga jadinya sulit berpikir jernih.

Masa – masa muda adalah usia untuk membangun banyak hal. Pengambilan setiap keputusan bisa berdampak besar kedepannya. Untuk mengambil keputusan yang tepat, seseorang harus berpikir dengan jernih terlebih dahulu. Jika sedang banyak pikiran, tugas pertama adalah untuk meng edit pikiran itu agar jernih mengambil keputusan.

Mendekat kepada Tuhan adalah salah satu caranya. Selain itu, hal lain yang bisa dilakukan adalah bermeditasi dengan sering. Meditasi adalah salah satu proses pengurangan pikiran – pikiran yang berlimpah itu.

5. Seek support from others.
Disaat kegalauan tentang hidup muncul, berbagi cerita dengan orang – orang yang sudah melewatinya juga merupakan tindakan yang tepat. Carilah mentor yang cocok, terutama yang sudah melewati asam manis di bidang yang kita incar.

Tidak usah sungkan untuk meminta waktu guna berdiskusi lebih dalam. Kebanyakan orang sukses bisa berempati karena juga pernah melewati masa – masa tersebut. Tanyakan tantangan yang dihadapi, pengorbanan, skill yang harus dimiliki dan pengalaman relevant lainnya. Pahami bentuk – bentuk alternatif masa depan agar memiliki referensi yang cukup saat membuat perencanaan hidup.

Perbanyak baca buku atau mendengarkan podcast yang bisa memberikan sudut pandang baru..Perluas wawasan, sehingga makin bijak dalam mengambil langkah.

Perbanyak bergaul dan silaturrahmi dengan orang – orang yang bisa memberikan dukungan moral. Orang tua mahupun sahabat, dan pihak lainnya.

6. Stay productive.
Guna menghapus setiap kegalauan, lakukan sesuatu hal di luar rutinitas. Seperti kegiatan volunteer, belajar hal baru (bela diri, bermain musik), menulis blog, melakukan hobi positif atau bisa juga memulai bisnis kecil – kecil an. Tetap sibuk dan produktif akan membuat rasa – rasa galau semakin pudar. Channel your frustration into something else.(JMP)

Josandy Maha Putra.
Research and Development at Rumah Millennials

Market Entry Consultant

Content Specialist at ProspectsASEAN 
Member at ASEAN Future Leaders Summit
Founder of Forum Indonesia Muda Chapter Diaspora
Former President at 
International Student Society University Utara Malaysia (the first President elected from Asia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *