Industri Kreatif: Bagian dari Masa Depan Cerah Indonesia

Industri Kreatif: Bagian dari Masa Depan Cerah Indonesia

RumahMillennials.com | Di seluruh dunia, Industri kreatif menjadi bahan diskusi dan digadang – gadangkan akan menjadi bagian penting dan pengembang ekonomi global. Bagaimana dengan Industri Kreatif di Indonesia?

Dikutip dari Wikipedia, Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Perhatikan dengan seksama. Kementerian perdagangan Indonesia menyebutkan bahwa Industri Kreatif ditujukan untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan. Dapat diasumsikan, bahwa Industri Kreatif menjadi salah satu tonggak utama perekonomian Republik Indonesia.

Dukungan riil pemerintah untuk mewujudkan Industri Kreatif sebagai salah satu tonggak perekonomian adalah dengan dibentuknya lembaga non-kementerian oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). BEKRAF bertanggung jawab atas perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Pada tahun 2016, Industri kreatif di Indonesia menyumbangkan Rp 642 triliyun atau 7,05 persen dari total Produk Domestik Bruto Indonesia. Selain itu, industri kreatif merupakan sektor terbesar keempat dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 11,8 juta orang.

Tidak hanya di Indonesia, Industri Kreatif menjadi prioritas utama di negara – negara lain karena kontribusi nyata yang diberikan bagi perekonomian suatu negara. Sub-sektor Industri Kreatif di Indonesia Berdasarkan data dari Departemen Perdagangan Republik Indonesia, Industri Kreatif di Indonesia dibagi menjadi 16 sub-sektor: seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio, aplikasi game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, periklanan, musik, penerbitan, fotografi, desain produk, fashion, film animasi dan video, kriya, dan kuliner.

Dari 16 sub-sektor, yang paling besar menyumbangkan kontribusi adalah bisnis mode (32,3 persen), kuliner (31,5 persen) dari bisnis kuliner, dan kerajinan (25,8 persen). Dan pada tahun 2016, sub-sektor teknologi informasi mengalami perkembangan signifikan yaitu sebesar 8,81 persen, periklanan 8,05 persen, dan arsitektur sebesar 7,53 persen.

Mengapa Industri Kreatif menjadi Bagian dari Masa depan Cerah Bangsa Indonesia? Pada tahun 2016, sektor perekonomian yang berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah sektor industri pengolahan (minyak dan gas) yaitu sebesar 20,48 persen. Harus disadari, sektor ini sangat bergantung pada eksploitasi sumber daya alam yang akan habis dan tidak dapat diperbaharui (kecuali anda bersedia menunggu ratusan juta tahun untuk mengubah fosil menjadi sumber daya alam minyak bumi). Sedangkan Industri Kreatif bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia, yang berasal dari ide – ide pemikiran manusia.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, dan pemberdayaan potensi sumber daya manusia untuk pengembangan Industri Kreatif, akankah anda hanya akan menjadi spectator atau ikut mengambil tindakan sebagai roda penggerak industri kreatif di Indonesia dan ikut berkontribusi membangun masa depan Indonesia yang lebih baik?

Ellysabeth Ratih Dwi Hapsari W.
(Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNDIP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *