Traditional Games Returns Dan Speak Up Now Ajak Anak Indonesia Bermain Permainan Tradisional Secara Virtual

Bekasi – RumahMillennials.com | Dalam acara puncak kampanye “Bumi Bermain”, Traditional Games Returns (TGR) Community dan Speak Up Now mengadakan event virtual “Semarak Hari Anak Nasional Dengan Permainan Tradisional” pada Minggu 25 Juli 2021 melalui Zoom Cloud Meeting.

Acara tersebut juga diikuti oleh anak – anak dari berbagai provinsi dan perwakilan RPTRA se-DKI Jakarta. Puncak kampanye kali ini, dibuka secara resmi oleh Hendry Novtrizal selaku Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) PRovinsi DKI Jakarta.

Acara berlanjut dengan pengumuman 3 video terbaik dari RPTRA se-DKI Jakarta yakni RPTRA Meruya Selatan, RPTRA Jaga Utara, dan RPTRA Mutiara Sumur Batu. Keseruan semakin memuncak saat sesi Color Fun Future yang dipimpin oleh Palupi Mutiasih, Pendongeng dan Hanina Maulidha, Founder Speak Up Now. Dalam sesi Color Fun Future, Hanina mengajak anak – anak menggambar dan memberi warna di kertas hvs tentang perasaan apa yang dirasakan oleh anak – anak saat ini. Gambar pertama diawali dengan perasaan negatif seperti sedih, ngantuk, capek dengan cat air. Setelah itu, anak – anak diminta untuk menunjukan gangsing dan gambarkan apa saja yang mau digambar seputar emosi positif sembari mendengar dongeng dari Palupi Mutiasih tentang “Kodok Bernama Kumi Mencari Ayam”.

Di sesi Color Fun Future ini, dua anak mengajukan diri untuk menunjukan karyanya. Pertama, Alifah dari Jakarta yang bercerita tentang apa yang digambar pada gambar pertama yaitu orang senang dan bintang. Sedangkan pada gambar kedua, giliran Aqila dari Jakarta Selatan, menceritakan tentang gambar yang dia buat di gangsing yaitu love, bunga, dan matahari. Aqila mengatakan gambar tersebut menunjukan perasaan Aqila yang sedang ceria hari ini.

Tak hanya dongeng, anak – anak juga diajak bernyanyi medley musik lagu anak – anak yang dibawakan oleh Mutiara Azka atau biasa disapa Mizka. Lagu yang dibawakan oleh Mizka antara lain layang – layang dan bintang kejora.

Puncak acara diisi dengan sesi talkshow dengan tema “Kenali Psikologi Bermain Anak Melalui Permainan Tradisional”. Talkshow kali ini dipandu oleh Fajar Pratama, Preceptor Traditional Games Returns dengan dua narasumber yakni Aghina Wahdini, Founder Traditional Games Returns dan Diah Nurayu, Psikolog Speak Up Now.

Aghina atau biasa disapa Nina melihat sebenarnya anak – anak saat ini yang terlihat lebih sering main gadget bukan berarti tidak suka bermain permainan tradisional. Hanya saja, mereka tidak tahu permainan – permainan tradisional apa saja yang mengasyikan. Maka dari itu, peran keluarga menjadi sangat penting terutama di kala pandemi, untuk memperkenalkan permainan – permainan tradisional ke anak – anak dan bermain bersama.

Menurut Diah Nurayu, bermain permainan tradisional tidak hanya aktivitas untuk menghilangkan kejenuhan selama berada di rumah, namun bisa mengembangkan kecerdasan anak, melatih perkembangan motorik, dan perkembangan sosial. Tak hanya itu, Diah menambahkan bahwa ada unsur pendidikan dimana anak – anak akan belajar cara berinteraksi dengan orang lain. Misalkan dalam permainan congklak, anak – anak harus sabar bergantian dengan anak lain untuk memutar congklak.

Meskipun tetap di rumah masing – masing, puncak kampanye Bumi Bermain terasa seru apalagi anak – anak juga terlihat antusias dalam mengikuti acara. Ini merupakan kabar baik bagi anak – anak Indonesia untuk tetap melestarikan dan memainkan permainan tradisional yang sudah turun-temurun. Tidak hanya bermain, banyak unsur pendidikan yang bisa dipelajari dari bermain permainan tradisional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *