Millennial Memegang Peranan Penting Dalam Menjaga Kelestarian Bahasa Di Indonesia

Jakarta – RumahMillennials.com | Good News From Indonesia (GNFI) kembali mengadakan sharing session bertajuk “Good Talks” dengan mengangkat tema “Bahasa, Kita Jaga Atau Hilang”, di Plaza Mutiara Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jum’at 28 Februari 2020.

Tiga narasumber hadir mengisi sesi Good Talks kali ini, diantaranya Ganjar Harimansyah (Kepala Bidang Perlindungan Bahasa dan Sastra), Mira Zakaria (Direktur Eksekutif Komunitas Polyglot Indonesia), dan Ivan Lanin (Wikipediawan Pecinta Bahasa Indonesia). Masing – masing pembicara maju mempresentasikan materinya baru kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta.

Menurut Ganjar, memahami bahasa berarti mencoba memahami batin manusia dan merajut hasil komunikasi. Dengan bahasa, mencerminkan cara pandang hidup serta budaya suatu masyarakat. Di Indonesia sendiri menurut data dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sampai Oktober 2019 terdapat 718 bahasa, 778 dialek, 43 subdialek, dan 801 persebaran bahasa di 34 provinsi.

Untuk menjaga kelestarian bahasa dan menegaskan bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia, negara telah hadir dengan menetapkan Peraturan Presiden nomor 63 tahun 2019, tentang penggunaan bahasa Indonesia untuk pidato resmi Presiden dan/atau Wakil Presiden serta pejabat negara lainnya.

Ganjar Harimansyah

Demi mendukung upaya pemerintah dalam melestarikan bahasa, Mira Zakaria mengatakan Polyglot Indonesia telah melakukan berbagai kegiatan untuk mengimbangi pelestarian bahasa. Salah satunya dengan mengadakan lomba kreativitas seperti kontes bahasa daerah, membuat buku cerita anak dalam bahasa daerah, vlogging berbahasa daerah, dan memperkenalkan keberagaman Indonesia melalui bahasa daerah di ajang Polyglot International Conference. Mira menegaskan bahwa bahasa membawa dan membentuk identitas komunikasi, dan cara berpikir masyarakat akan lebih terstruktur dengan bahasa.

Mira Zakaria

Maka dari itu, Ivan Lanin mengingatkan kepada masyarakat agar disiplin dalam berbahasa dengan tidak mencampur – campurkan bahasa asing dan Indonesia dalam satu komunikasi. Utamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam berkomunikasi dimanapun seperti di lingkungan tempat tinggal, pergaulan, sekolah, dan kerja.

Ivan Lanin

Sebagai pemuda Indonesia, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan telah tertuang dalam bunyi Sumpah Pemuda bait ketiga yakni “Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia“. Sumpah itu bukan sekedar formalitas tapi benar – benar janji kita sebagai pemuda Indonesia bahwa dimanapun kita berada, selama bertemu dengan sesama orang Indonesia maka bahasa Indonesia adalah yang paling utama karena bahasa Indonesia yang menyatukan bangsa Indonesia yang sangat beragam. Menjadi duta bahasa tidak perlu ikut – ikutan kontes atau menang lomba, cukup dengan tidak mencampur – campurkan bahasa asing dan Indonesia di keseharianmu, maka kamu sudah menjadi duta bahasa Indonesia dan menunjukan betapa bangganya dirimu dengan bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *