Yuk Kenalan Sama Rizky Oktabriyadi, Pencetus Platform dogood.id dan Salah Satu Siblings Rumah Millennials

Yuk Kenalan Sama Rizky Oktabriyadi, Pencetus Platform dogood.id dan Salah Satu Siblings Rumah Millennials

JAKARTA – RumahMillennials.com | Hai sobat millennials, pernah gak sih lo merasa setelah lulus kesulitan untuk dapet pekerjaan? Atau lo punya skill tapi belum ada nih yang nerima kamu? Nah, tenang aja sobat millennials, gue mau ngenalin ke lo nih salah satu siblings Rumah Millennials yang keren banget namanya Rizky Oktabriyadi.

Okta adalah salah satu pencetus dari website bernama dogood.id. Kali ini gue ngobrol – ngobrol sama Okta mengenai website dogood.id. Simak obrolan gue sama Okta berikut ini:

A: Hai Okta, bisa certain project lo tentang dogood.id itu apa sih?
O: Dogood.id itu semacam platform atau market place. Kalo lu tahu kayak bukalapak atau tokopedia, itu platform untuk jual-beli barang. Bedanya, kalo kita adalah platform untuk mencari freelancer. Lu juga bisa masukin project-project di website itu

A: Inspirasi Okta buat bikin dogood.id itu dari mana?
O: Inspirasinya dari keresahan gua sendiri. Dulu setelah lulus kuliah gua nganggur selama sebulan dan itu rasanya gak enak banget. Dan masih banyak lagi temen-temen gua yang udah lulus juga masih pada nganggur lebih dari sebulan, dua bulan, bahkan 6 bulan. Pas gua nanya ke mereka kenapa mereka masih pada nganggur, mereka bilang kalo gak punya koneksi, mereka punya banyak skill tapi gak bisa diterima sama perusahaan – perusahaan secara full time. Makanya gua coba observarsi ke perusahaan atau ke temen – temen gue yang di bekerja di bagian HRD katanya “sebenernya kita banyak untuk pekerjaan, tapi bukan untuk pekerjaan sebagai karyawan tetap tapi sebagai pekerja lepas (freelance)”.

A: dogood.id udah jalan berapa lama?
O: Sekitar 7 bulanan

A: dogood.id itu berkolaborasi atau bekerja sama dengan siapa?
O: Nah sekarang, kita lagi fokus untuk mencari freelancenya. Strateginya gimana? Kita bekerja sama dengan komunitas – komunitas yang ada di Jakarta dulu, untuk prototypenya untuk mengajak anggota – anggotanya buat jadi anggota freelance dogood. Misalnya komunitas rumah millennials, nah kita ajakin anggota – anggotanya untuk jadi freelance dogood

A: Di dalam platform dogood.id ada beberapa pilihan freelance seperti graphic design, MC, dll. Sampai sekarang udah berapa permintaan untuk para freelancer itu buat ngerjain project di beberapa tempat?
O: Sampai sekarang udah ada 37 freelance. Tapi karena kemarin gua ada kesibukan sendiri karena gua juga udah kerja, jadi baru ada dua project yang udah kita selesaiin. Pertama project bikin logo. Jadi waktu itu temen gua lagi mau buka toko jus, mereka butuh logo buat ngebrading toko mereka itu. Nah yang kedua dari senior gua di kampus, mereka butuh orang yang bisa drafte. Senior gua itu butuh orang tapi cuma buat project sementera. Maka dari itu dia butuh gua untuk cari drafter – drafter. Caranya gimana? Gua coba approach komunitas drafter di Indonesia.

A: Nah ini kan baru selesaiin 2 project tapi ada 37 freelance. Kalo gak salah disana ada price tagnya gitu kan ya, kayak satu orangnya berapa atau per projectnya berapa. Nah itu, gimana lu untuk sharing ke semua client tentang platform dogood.id, ada freelancernya apa – apa aja, dan harganya segini lho?
O: Nah di website kita itu semua udah detail, dari harganya, dari portfolio dia, dan dari pengalaman – pengalamannya. Nah untuk sharingnya dogood gimana, dari setiap freelancer yang berhasil dapet project ke kita, dari total honour yang di dapat mereka akan dipotong 5% untuk biaya administrasi. Misal lu jadi MC, dapet honournya 10 jt, nah 5% dari 10 jt itu akan biaya administrasi untuk website dogood itu sendiri

A: Tapi bukannya ada kayak semacam, dipotong untuk satu gerakan sosial?
O: Nah iya itu juga ada , tapi itu opsional dari freelancernya sendiri?

A: Nah itu maksudnya gimana?
O: Jadi kita ada pivot, pivot dari yang tadinya kita khusus untuk anggota – anggota dari komunitas. Tapi setelah gua coba 3 bulan, dan dapet masukan dari coach dan mentor kalo gitu peningkatannya gak terlalu tinggi. Makanya sekarang kita pivot untuk open platform aja, jadi gak harus dari anggota komunitas tapi semuanya bisa join di dogood.id

A: Berarti dogood.id ini jatohnya apakah dia komunitas, gerakan, yayasan, atau PT gitu?
O: Kalo untuk sekarang gua belom bisa bilang startup karena kita belum dapet finding, jadi gua bilang ini platform aja. Website aja

A: Berarti Okta ini di dogood.id jatuhnya sebagai apa?
O: Co-founder jadinya. Kita bikin bertiga

A: Nah sharing dong, kedepannya dogood.id ini kedepannya mau jadi platform seperti apa sih? Visi & misinya kedepannya gimana?
O: Kedepannya sendiri sih kita mau coba fokus approach ke komunitas – komunitas terutama yang ada di daerah – daerah. Kenapa? Karena banyak dari mereka yang emang belom dapet pekerjaan ataupun kegiatan, maka dari itu kita coba buat approach komunitas yang ada di daerah, hopefully mereka bisa sharing ke member – membernya untuk bisa join jadi freelancer di website kita.

Tuh sobat millennials, daripada bergalau ria karena sulit dapet pekerjaan, kamu bisa coba mendaftar jadi freelancer di dogood.id. Ajakin juga ya teman – teman kamu yang berbakat buat jadi freelancer di dogood.id. Semoga ini bisa jadi solusi untuk kegalauan kamu dalam mencari kerja ya. (audi)

Public Relation at Rumah Millennials

Content creator on Youtube who share about interesting and unique story of Indonesia and also passionate with public speaking amd youth development

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *