Pandemi Berangsur Pulih, Trevi Promosi Wisata Indonesia di AS Bersama KJRI San Francisco

Jakarta – RumahMillennials.com | Dalam dunia pariwisata, Indonesia sudah dikenal sebagai salah satu destinasi tersohor untuk para pelancong dari berbagai negara dunia. Tidak hanya Bali, sudah banyak destinasi lain seperti Raja Ampat dan Labuan Bajo mulai dikenal dan dikunjungi khususnya bagi para penyelam atau hanya sekedar ingin melihat Komodo hewan endemik prasejarah Indonesia. Sejak 2018, Indonesia menetapkan target untuk mencapai 20 Juta jumlah wisatawan asing yang berkunjung di Indonesia setiap tahunnya dan juga mempromosikan destinasi baru yang disebut 10 Bali Baru yaitu Borobudur, Danau Toba, Tanjung Lesung, Wakatobi, Mandalika, Belitung, Kepulauan Seribu, Gunung Bromo, Labuan Baju dan Morotai

Sayangnya, 2020 menjadi tahun yang suram bagi sektor pariwisata di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pandemi Covid-19 mengharuskan adanya pengurangan mobilitas orang dari luar negeri ke Indonesia dan sebaliknya dan juga mengakibatkan banyak destinasi wisata yang ditutup. Alih-alih dapat meningkatkan jumlah wisatawan asing, pemerintah menyatakan kerugian yang cukup besar dari sektor pariwisata sebesar 10 Milyar di tahun 2020

Melihat kondisi pandemi yang semakin membaik dilihat dari angka kasus positif Covid-19 yang semakin menurun dan persentase masyarakat Indonesia yang sudah divaksin semakin meningkat, pemerintah Indonesia memutuskan untuk membuka kembali pariwisata Indonesia melalui Bali untuk wisatawan asing dari 19 negara pada 15 Oktober 2021 lalu. Tentunya, protokol kesehatan dan syarat menjalankan karantina harus dilalui oleh para pelancong asing ini. Pemerintah dan pelaku usaha di sektor pariwisata memiliki harapan besar untuk pariwisata Indonesia kembali bangkit secara perlahan.

“Saya yakin banyak pelancong khususnya dari luar negeri yang sudah tidak sabar untuk datang dan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Indonesia pasca Covid-19. Sektor pariwisata sangat terdampak dan banyak vendor dan agen pariwisata lokal yang mengalami kerugian. Sebagai agregator, Trevi membantu menghubungkan pelancong dengan agen lokal yang harapannya semakin banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang bisa kembali berkunjung ke Indonesia” kata Abdul Razak atau biasa dikenal Zaki selaku CEO Trevi saat menjadi pembicara pada SF/Bay Area Travel Show 2021.

Trevi merupakan sebuah perusahaan rintisan yang menyediakan platform untuk menghubungkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara dengan vendor atau agen wisata yang berada di berbagai destinasi wisata di seluruh Indonesia. Uniknya, Trevi menyediakan paket wisata yang bisa dikustomisasi dalam rangka memenuhi kebutuhan wisatawan dan mengupayakan setiap wisatawan dapat merasakan pengalaman yang benar-benar otentik baik dalam mengeksplorasi tempat wisata, budaya dan kuliner setempat, serta interaksi dengan orang lokal.

Baru-baru ini Trevi ditunjuk secara resmi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco untuk mempromosikan wisata Indonesia di SF/Bay Area Travel Show pada tanggal 23-24 Oktober 2021.

Pada acara tahunan promosi wisata terbesar di Amerika Serikat ini, Trevi bersama dengan KJRI San Francisco membuka booth untuk mempromosikan beberapa wisata unggulan seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Raja Ampat. Ratusan pengunjung mengunjungi booth ini untuk merencanakan perjalanan ke Indonesia nanti setelah Indonesia sudah buka untuk warga negara Amerika Serikat bahkan beberapa pihak dan organisasi berbeda tertarik menginisiasi beberapa potensi Kerjasama dengan Trevi. Untuk meningkatkan minat pengunjung dan kesediaan mereka dalam menjawab beberapa pertanyaan melalui survei, Trevi membagikan banyak souvenir menarik dan mengajak pengunjung bermain game.

Berdasarkan survei, terdapat lebih dari 80% pengunjung merupakan warga negara AS dan sisanya adalah warga negara Kanada, Korea, Tiongkok, dll. Secara keseluruhan, 87% pengunjung tertarik untuk berwisata dalam rangka meningkatkan pengetahuan mereka terkait dengan budaya lokal. Selain itu bagi mereka, pilihan destinasi adalah hal terpenting dalam merencanakan wisata.

SF/Bay Area Travel Show sendiri sudah menjadi salah satu kegiatan MICE terbesar yang dikunjungi oleh banyak masyarakat AS. Menurut keterangan Bapak Nugroho Y. Aribhimo  selaku Plt Kepala KJRI San Francisco, Indonesia sendiri sudah berpartisipasi sejak tahun 2009.

“KJRI San Francisco sangat bangga bisa menunjuk Trevi untuk ikut berpartisipasi bersama kami di SF/Bay Area Travel Show 2021 tahun ini. Kami menilai Trevi sebagai perusahaan rintisan yang sangat mendukung pemulihan kunjungan wisata Indonesia khususnya saat pandemi berangsur pulih. Tidak hanya ke destinasi mainstream, Trevi juga menawarkan kunjungan ke berbagai destinasi unik yang belum banyak dieksplorasi.“, lanjut Bapak Nugroho.

Tambahnya, tentunya pandemi yang berangsur pulih menjadi momentum yang tepat untuk Indonesia bergegas kembali menerima kunjungan wisatawan asing dalam rangka mendorong pariwisata untuk kembali bangkit serta ekonomi nasional untuk semakin pulih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *