Untukmu Para Pejuang Skripsi……

Palembang – RumahMillennials.com | Hai, apa kabar kamu? Bagaimana skripsimu? Sudah sampai bab berapa? Gimana interaksimu dengan dosen pembimbing? Atau kamu terkendala nyekripsi-nya karena pandemi ini? Ah sudahlah!

Rasanya tak ingin membuat telingamu semakin panas dan merasa tertekan ketika ditanya bagaimana progres skripsimu. Sebab aku kemarin pun tahu dan merasakan di posisi yang begitu sulit dengan ditambah semua pertanyaan yang bahkan membuatmu lebih tertekan lagi dan juga tuntutan untuk segera lulus.

Aku pun mengerti, menyelesaikan skripsi itu tidak semudah sekedar menanyakan “kapan lulus?”. Sebab pasti ada banyak halangan dan rintangan yang dihadapi untuk memperoleh gelar sarjana itu. Kita semua memang ingin lulus dengan cepat, namun terkadang banyak hal ataupun lingkungan sekitar yang tak mendukung impian itu. Dimulai dosen pembimbing yang sulit untuk ditemui maupun dihubungi hingga permasalahan serius seperti file skripsi hilang, laptop hilang, dan semacamnya.

Belum lagi keluarga yang selalu membandingkan anaknya dengan anak tetangga yang lulus cepat, cepat dapet pekerjaan, dapet beasiswa, lulus dengan predikat cumlaude, dan lain sebagainya. Oh Tuhan, ini adalah posisi yang paling sulit ketika menjadi mahasiswa.

Atau jangan-jangan sebenarnya kamu punya jalan yang cukup mudah, namun kamu sendiri yang membuatnya menjadi susah, seperti berleha-leha, kurang bersemangat, banyak mainnya, sibuk nongkrong, pacaran hingga terlalu santai hingga lupa tanggung jawabmu. Ya, itulah persoalan yang acap kali dihadapi oleh para pejuang skripsi pada umumnya.

Teruntuk kamu yang saat ini baru akan berjuang, maupun yang saat ini tengah berjuang untuk menyelesaikan skripsi, tetaplah bersemangat hingga akhir perjuangan itu. Ingat kamu tidak sendirian, ada banyak orang yang menunggu kesuksesan dan kelulusanmu, dan ada orang-orang terdekat yang senantiasa menantikan jadwal wisudamu. Dan ada keluarga yang tentunya akan selalu mendoakanmu.

Teruntuk kamu yang sedang berjuang. Kamu tak perlu iri dengan banyaknya temanmu yang lulus cepat maupun terlalu memikirkan pertanyaan yang membosankan itu dan terkadang juga membuatmu sedikit kesal. Sekarang fokuslah pada apa yang saat ini tengah kamu mulai dan perjuangkan. Sebab kamu pun harus ingat, bahwa tak semua jalan perjuangan itu akan sama rintangan dan hambatannya.

Teruntuk kamu yang sedang berjuang. Mungkin hari ini perjuanganmu terdapat banyak jalan yang lebih terjal, berkerikil, maupun berbatu. Yakinlah itu semua akan menyimpan banyak hal indah sesudahnya dan mungkin tidak dirasakan dan didapatkan oleh orang lain.

Capek, lelah, letih, dan sekian keringat itu seakan ingin menyerah saja itu akan selalu terlintas di otakmu saat mengerjakan skripsi. Tapi sekali lagi, percayalah bahwa setiap langkah berat ini akan lunas terbayar nantinya. Jika lelah, istirahatlah. Jika letih, jangan menyerah. Jika capek, tak perlu dipaksa. Kamu hanya harus memastikan satu hal, JANGAN BERHENTI.

Satu hal yang harus kamu pahami, bahwa bersantai dalam menyelesaikan skripsi itu wajar. Malah dalam pengerjaan skripsi itu sebaiknya tidak untuk dibawa stress. Tapi jangan juga sampai membuatmu menjadi semakin terlena dan nyaman di posisi berbahaya itu. Sederhananya, kamu harus bisa menyeimbangan kuantitas antara istrihat dan mengerjakan skripsi. Ya, istirahat bukan ‘bersantai’.

Jangan sampai bersantai-santai sejak dini, menyesal di tepian. Jangan sampai saat tak satu pun teman seperjuangan yang tinggal malah membuatmu pun ingin mundur dalam medan perjuangan dan udahan untuk skripsian. Hei, kamu harus ingat bahwa perjuangan dan perjalananmu selama kuliah sudah cukup panjang! Jangan berhenti hanya ketika kamu MERASA tak mampu untuk menyegerakan dalam menyelesaikan skripsi. 

Kamu pun harus ingat, tidak selalu menjamin orang yang cepat selesai skripsinya akan menjadi yang terbaik. Dan pun, tidak selamanya yang telat selesai skripsinya lantas masa depannya suram. Dunia ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin berusaha dan tidak untuk berputus asa!

Hingga pada akhirnya, buanglah jauh-jauh semua alasan yang muncul dalam diri untuk berhenti dan menyudahi. Berhenti untuk menganggap bahwa kamu tak mampu berjuang sendiri. Sebab disaat kamu sendiri saja tak bisa meyakinkan diri kamu sendiri dan selalu meragukan kemampuan diri, lantas siapa lagi dan bagaimana lagi jika kamu sendiri pun tak sanggup?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *