4 Langkah Ini Bakal Bikin Kamu Menjadi Seorang Public Speaker Yang Penuh Percaya Diri Dan Otentik

Bekasi – RumahMillennials.com | Public speaking bukan cuma soal teknik berbicara dan penampilan menarik. Semua teknik – teknik public speaking, gaya penampilan, serta kontennya tidak akan ada yang berjalan tanpa satu elemen: Kepercayaan Diri.

Bahkan seorang public speaker yang teknik bicaranya tidak terlalu bagus malah cenderung berantakan, bisa terlihat sangat menarik hanya karena dia percaya diri. Contohnya stand up commedian, pada awal – awal kemunculan mereka, tidak ada yang benar – benar mempraktekan teknik public speaking seperti yang ada di buku – buku atau pelatihan. Mereka modal percaya diri saja sudah bisa membuat orang tertawa. Malahan kekurangan mereka jadi bahan candaan dan mereka pede – pede aja tuh nyeritaiinya.

Agar bisa percaya diri sepenuhnya dan seutuhnya sehingga kamu bisa jadi public speaker yang otentik, cukup cintai dirimu sendiri atau self-love. Ini bukan soal kamu menjadi pribadi yang egois dan narsis, ini soal bagaimana kamu menyayangi diri kamu seutuhnya, sedangkan egoisme itu melakukan apapun tanpa menerima orang lain.

Dalam M-Talks dari bidang Public Speaking Rumah Millennials kali ini, Johanna Kevin, seorang Trainer, ICF Life Coach License, dan Podcaster ‘Kalau Boleh Jujur’ berbagi ilmu dan pengalamannya soal “How Self-Love Boost Your Confidence as a Public Speaker”, Minggu 27 September 2020.

Johanna atau biasa disapa Jo memberikan 4 langkah bagaimana kamu bisa menerapkan self-love pada diri kamu:

1. PDKT, Stalk!

Seperti halnya kalau kamu lagi deketin gebetan, kamu juga perlu mengenal dirimu lebih dalam. Aktivitas apa yang kamu sukai, bagaimana kamu nyaman dengan diri kamu, apa kelebihan dan kekuranganmu, dan segala tentang diri kamu, pahami lebih dalam siapa dirimu. Kamu bisa mencoba melakukan hal – hal yang kamu sukai dan nikmati semua prosesnya.

2. Be a Supporter

Buatlah support system untuk diri sendiri, jangan selalu andalkan orang lain seperti keluarga, teman, dan kolega. Setiap orang punya masalahnya masing – masing, pada akhirnya kamulah yang harus menghadapi segala masalah dalam dirimu, dan kamulah yang bisa menjadi seorang motivator terbaik untuk dirimu sendiri.

3. Give Yourself a Break

Siapa dari kamu suka merasa gak berguna saat sehari saja tidak melakukan hal – hal produktif? Santai aja sob, rehat dulu aja gak apa – apa. Tidak perlu memaksakan diri agar harus terus produktif. Buatlah waktu untuk kamu beristirahat, dan setelah itu kamu akan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

4. Trust the Process

Punya goals dan standar yang tinggi itu boleh – boleh aja, tapi hargai segala prosesnya. Misalnya kamu mau jadi pembicara yang top, tapi ngomong masih gagap dan malas inteaksi sama orang lain. Cobalah langkah – langkah kecil untuk meningkatkannya dan nikmati segala proses, lalu katakan pada dirimu sendiri “aku sudah berusaha cukup baik, terima kasih karena sudahDalam mau berusaha”.

Dalam konteks penerapannya ke public speaking, kamu bisa lakukan 3 proses berikut ini:

1. Preparation (inside and outside)

Self-love berperan dalam sisi inside atau dalam diri kamu seperti menerima kalau kamu memang adanya seperti ini. Misalnya kamu cadel, pahami dan terimalah dirimu yang sudah dilahirkan cadel lalu coba akali kecadelan kamu menjadi keunikanmu.

Sedangkan sisi outside atau luar meliputi persiapan busana yang akan kamu kenakan saat tampil nanti, riset tentang acara apa yang akan kamu pandu, dan koordinasi dengan panitia acara tentang hal – hal yang dibutuhkan acara.

2. Practice with Love

Latihan memang akan membuat dirimu menjadi lebih baik. Jangan lupa berikan cinta dan kasih sayang pada dirimu dalam proses berlatih menjadi public speaker. Setiap setelah latihan, bisa kamu katakan pada dirimu “terima kasih diriku sudah berusaha keras. Hari ini cukup ya, besok coba lagi”.

3. Perform Your Best

“Your” yang dimaksud adalah seberapa kamu menghargai dirimu berjalan dan bisa berjuang. Tampil semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuanmu dan apa yang sudah kamu latih, lalu berikan apresiasi kecil kepada dirimu setelah turun panggung dengan mengatakan “terima kasih diriku karena sudah berusaha dan memberikan yang terbaik di panggung”.

Menerapkan semua proses yang Jo paparkan diatas tidak bisa instan sob. Setiap orang memiliki time zone masing – masing, yang terpenting kamu hargai setiap proses yang kamu jalani. Tidak perlu melihat orang – orang sekitar yang terlihat lebih baik dari kamu, kamu fokus saja dengan proses yang kamu jalani. Akan ada waktunya kamu menikmati hasil atas kerja kerasmu saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *