Kenali Tanda-tanda Quarter Life Crisis dan cara mengatasinya

Halo, Socconians!

Istilah quarter life crisis makin sering kali dibahas oleh khalayak ramai. Socconians tau ga apa sebenarnya quarter life qrisis itu? bagaimana cara mengtasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ternyata jika kamu mengalami merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang itu menjadi tanda-tanda kamu mengalami quarter life crisis.

Tidak hanya itu, orang yang mengalami quarter life crisis bahkan kerap mempertanyakan eksistensinya sebagai seorang manusia. Ada juga orang yang sampai merasa bahwa dirinya tidak memiliki tujuan hidup.

Untuk Socconians yang menghadapi quarter life crisis, kamu tidak perlu khawatir ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, antara lain:

1. Berhenti Membandingkan diri kamu dengan orang lain

Sumber foto: Ladders

Kamu akan merasa cape dan hanya akan membuang-buang waktu jika membandingkan diri dengan orang lain. Berhenti memikirkan kehidupan orang lain apalagi membandingkannya, mulai cari kegiatan yang bisa mengalihkan pikiran tersebut, Kamu bisa ikut komunitas di Sosial Connect agar bisa fokus dan akan mengetahui kenginan dan tujuan hidup

2. Jangan Ragu untuk Bertindak

Sumber: Dr. Ivan Misner

Ketika kamu bingung akan suatu hal dalam hidup,jadikan itu kesempatan untuk menemukan tujuan baru. Isi hari-hari kamu dengan hal-hal positif untuk menemukan jawaban atas keraguan hingga jawab itu datang sendirinya.

Misalnya, kamu bingung karena merasa tidak cocok dengan jurusan kuliah. Di samping tetap menjalankan tanggung jawab Anda dalam kuliah , Anda bisa mulai mengisi waktu luang dengan relaksai menambah wawasan, mencari kelas online untuk menambah keterampilan, atau mengobrol dengan teman untuk mendapatkan solusi.

3. Belajar Mencintai Diri Sendiri

Sumber: Life Coach Dictionary

Jika kamu mengalami quarter life crisis hal ini sangat penting untuk dilakukan. Ketika sedang terjebak hal ini,kamu akan cenderung mengabaikan berbagai kenikmatan yang sebenarnya dimiliki. Padahal,untuk mencapai tujuan dalam hidup,kamu perlu menghargai dan mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

Jadi, mulailah perhatikan kebutuhan kamu, dari apa yang kamu suka, apa yang membuat kamu nyaman, dan apa yang ingin kamu coba lakukan. Kemudian, wujudkan mereka satu per satu passion kamu dimulai dari yang kecil terlebih dahulu. Tanpa kamu sadari, hal-hal kecil ini akan membuat hidup kamu lebih menyenangkan.

Quarter life crisis bisa menyerang siapa saja, karena sesungguhnya masalah dalam hidup adalah sesuatu yang sangat wajar. Dalam menghadapi fase ini, Kamu membutuhkan fisik dan mental yang kuat supaya krisis ini tidak berlanjut lebih jauh. Social Connect juga pernah membahas mengenal hal ini.

Socconians untuk mengetahui lebih banyak mengenai isu kesehatan mental, kamu bisa mencari di Instagram Social Connect. Di sana kamu akan mendapatkan banyak informasi mengenai kesehatan mental dengan bahasa yang mudah dimengerti dan visual yang menarik. Selain itu, kamu bisa bergabung dengan komunitas kesehatan mental di Telegram Social Connect agar kamu tidak sendirian lagi ya!

Tentang Social Connect
Social Connect adalah salah satu komunitas kesehatan mental terbesar di Indonesia yang hadir untuk membangun akses terhadap informasi dan pengetahuan kesehatan mental kepada siapa pun! Mimpi kami sangat sederhana, yakni menciptakan Indonesia yang inklusif, di mana orang-orang bisa bercerita dan berdiskusi tentang kesehatan mental tanpa takut akan stigma dan diskriminasi.

Tentang Djiwa
Social Connect meluncurkan Djiwa sebagai salah satu alternatif untuk mengoptimalkan tidur dan mencapai kebahagian dalam hidup. Aplikasi berbasis website ini diluncurkan pada 17 April 2021 dan dibuka untuk umum sejak 20 April 2021 secara gratis. Akses Djiwa sekarang di sini

Tim Penulis dan Penyusun
Ditulis oleh Aulia Putri Andrika sebagai Media Relations Analyst di Social Connect. Penulis berada dibawah supervisi tim Media & PR Special Project dan tulisan ini sudah di review secara bahasa dan kesesuaian dengan konteks informasi oleh (X) sebagai Editor Tata Bahasa Analyst di Social Connect. Apabila terdapat kesalahan pengejaan nama, tempat, dan lainnya silakan hubungi kami untuk direvisi.

Sumber Tulisan

  1. Agarwal, S., et al (2020). Examining the Phenomenon of Quarter-Life Crisis Through
  2. Rossi, N. E., & Mebert, C. J. (2011). Does a Quarterlife Crisis Exist? The Journal of Genetic Psychology, 172(2), pp 141−161.
  3. Habibie, A., Syakarofath, N. A., & Anwar, Z. (2019). Peran Religiusitas terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada Mahasiswa. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 5(2), pp 129−138.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *