Hal-Hal Ini Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Menjadi Relawan

Hal-Hal Ini Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Menjadi Relawan

JAKARTA – RumahMillennials.com | Halo sobat millennial, pasti tahu dong tentang relawan? Fenomena ini lagi booming banget nih, apalagi dengan banyaknya komunitas baru yang muncul, pemuda-pemudi Indonesia mulai berminat untuk gabung sebagai relawan. Kamu pasti salah satunya kan?

Relawan menurut saya merupakan seseorang yang mampu meluangkan sebagian waktu ataupun tenaga bahkan pikiran untuk kepentingan masyarakat. Mengapa dikatakan mampu? Sederhana, karena untuk meluangkan waktu dalam sebuah kegiatan sangat sulit, apalagi jika kamu memiliki kesibukan yang padat. Kenapa yang dipertimbangkan harus waktu bukan tenaga ataupun pikiran? Ketika kita meluangkan tenaga dan pikiran kita, sebenarnya itu merupakan konsekuensi dari kita mengorbankan waktu yang kita miliki. Memang pikiran kita berproses dengan sangat cepat, tetapi dalam mengambil keputusan pun kita membutuhkan waktu untuk menimbang segala konsekuensi dari berbagai sisi.

Setelah beberapa bulan menjadi relawan, saya menemukan bahwa menjadi relawan sangat sulit. Alasan diatas mungkin menjadi argumentasi yang masuk akal. Selain waktu, tenaga, dan pikiran, ada satu hal lagi yang perlu dimiliki oleh seorang relawan, yaitu KOMITMEN. Kata itu bermakna sangat dalam di dunia kerelawanan.

Relawan itu tidak dibayar dan bahkan sering mengeluarkan lebih banyak biaya, sehingga seberapa besar komitmen yang kamu miliki akan benar – benar diuji disini. Di dalam dunia volunteer, ketika kamu bilang dalam proses wawancara kamu orangnya berkomitmen, yang dinilai bukanlah dari perkataanmu, tetapi apakah tindakanmu selaras dengan perkataanmu, dan itulah yang menurutku sangat sulit. Tetapi, ketika kamu bisa menyelaraskan perkataan dan tindakanmu, prosesnya akan menjadi sangat indah.

Hanya saja, kegiatan kerelawanan dianggap sebagai ajang bagi mereka untuk mengisi waktu luang karena tidak ada kegiatan yang dilakukan. Alasan ini yang sering mendominasi niat mereka untuk ikut menjadi relawan dan karena itulah, pada akhirnya sebagian besar tidak bertahan dalam suatu kegiatan. Selain itu, ada alasan lain mengapa banyak yang “ilang-ilangan”, misalnya komunitas A tidak cocok dengan visi atau nilai yang dianut atau kita tidak punya waktu untuk berkontribusi karena satu dan lain hal.

Nah, sobat millennials, melihat fakta tersebut, saya ingin mengajak kamu untuk sama-sama merenungkan dua hal penting jika ingin terjun ke dunia kerelawanan. Bagi saya, semua hal yang ingin dilakukan tentunya harus didasari dengan niat dong, benar kan? Tanpa niat, kegiatan yang saya atau sobat millennials lakukan seperti tanpa aki dan bensin dalam kendaraan. Sebesar apapun target saya, tidak akan tercapai tanpa niat yang kuat. Tanpa niat, kegiatan yang kita lakukan akan dijalani setengah-setengah.

Nah, jika niat sudah kuat, lalu apalagi? Saya selalu memberikan tempat dan waktu untuk hal-hal yang menjadi ketertarikan saya. Kalau saya pribadi, saya tertarik pada bidang politik, lingkungan, keamanan, literasi, dan beberapa lainnya. Itu jadi acuan saya untuk mencari kegiatan yang sesuai dengan ketertarikan saya. Apalagi jika sobat millennials tertarik dalam bidang lingkungan dan tahu seluk beluk permasalahannya serta ingin terlibat untuk mengatasi permasalahan yang ada, saya yakin sobat millennials akan sangat semangat untuk menjalaninya.

Terlebih, di usia yang bertambah setiap tahunnya, pasti akan selalu melakukan refleksi dan pengenalan diri. Karena, pada dasarnya, jika saya, ataupun sobat millennials tidak mengenal potensi diri masing-masing, bagaimana bisa membantu masyarakat sekitar?

Sebagai penutup, menjadi relawan adalah hal yang sangat sulit. Namun ketika internal kamu telah mantap, maka saya yakin langkah kamu akan sangat ringan. Terlebih, kamu akan bertemu orang keren dan gila. Keren karena pemikiran mereka yang out of the box dan gila karena mereka ingin menjadi relawan terlepas dari mereka harus mengeluarkan lebih banyak. Secara material memang kita tidak dapat banyak, namun ada manfaat besar yang akan didapat secara personal.

Siblings Rumah Millennials

Saya adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Bidang yang saya minati adalah Politik, Keamanan, Hubungan Internasional, Filsafat, Agama, Lingkungan, Pendidikan dan Pengembangan kepemudaan. Memiliki passion dalam menulis artikel dan membaca buku. Beberapa bulan lalu bergabung di Rumah Millennials dan menjadi Kepala Bidang Riset dan Pengembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *