3 hal yang sebenarnya harus dipersiapkan millennials diera yang lebih banyak kemudahan

3 hal yang sebenarnya harus dipersiapkan millennials diera yang lebih banyak kemudahan

RumahMillennials.com | Dibandingkan dengan situasi zaman dahulu, Millennials hidup pada zaman yang cukup memudahkan. Memudahkan dalam artian, berkurangnya kapasitas masalah yang perlu dihadapi. Hadirnya toko, transportasi, dan bentuk komunikasi online adalah jawaban ketika 25 tahun lampau orang – orang berkutat dengan masalah pemasaran product yang bergantung melalui TV dan surat kabar, bangun pagi agar tidak terlewat kereta paling awal (yang zaman sekarang sudah berkurang karena transportasi online) dan penggunaan warnet yang terkadang membuat orang perlu mengantri dahulu. (please kids zaman now don’t ask what is warnet)

Kondisi era yang menawarkan kemudahan seperti ini tentunya patut disyukuri. Hanya jangan sampai oleh kemudahan ini, banyak dari Millennials yang lalai, terjebak oleh zona nyaman. Kemudahan yang ada hendaknya bisa dimanfaatkan untuk lebih mempermudah jalan sukses.

Karena itu, daripada terjebak oleh kenyamanan yang ditawarkan era sekarang, baiknya generasi Millennials juga mempersiapkan diri agar bisa menjawab tantangan zaman kedepan. Meski sudah banyak tools untuk mengurangi masalah, tidak bisa dihindari bahwa akan ada tantangan dalam bentuk baru yang belum ada pada zaman sebelumnya.

Contohnya seperti kehadiran robot dan penggunaan AI dalam beberapa tahun kedepan yang menjadi salah satu alasan akan hilangnya 5 juta bentuk pekerjaan atau menguatnya peran emerging market, yang mana Indonesia harus bisa memposisikan diri sebagai pemain bukan penonton saja.

Berdasarkan hal – hal itu, dibawah ada beberapa tips sebagai dasar untuk mempersiapkan diri menyambut tantangan tersebut:

1. Meningkatkan Kemampuan Membaca Perubahan Zaman

Zaman sekarang cepat memiliki banyak perubahan. Ada hal – hal lama yang harus dilupakan, dan diganti dengan cara – cara yang baru. Ambil 1 contoh; Sistem dunia kerja zaman now.

Pada buku The 8th habit dari Stephen Covey, dijelaskan bahwa ‘’Sumbangan manajemen yang paling penting dan sungguh unik di abad ke 20 (Zaman Industri) adalah peningkatan lima puluh kali lipat dalam produktifitas dari para pekerja manual di pabrik, sedangkan pada abad 21 (Zaman Pengetahuan) sumbangan manajemen yang harus dilakukan adalah meningkatkan produktifitas kerja pengetahuan dan pekerja pengetahuan’’.

Zaman industri adalah zaman sesudah zaman pertanian, di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi. Di zaman ini, manusia dikontrol sehingga tidak bebas memaksimalkan gagasan, atau passion  yang dimilikinya. Yang dibutuhkan hanyalah tubuh sebagai eksekutor. Pada perusahaan, hanya kaum otoritas yang boleh memutuskan segala sesuatu. Sedangkan tenaga kerja lain hanyalah penggerak sebuah keputusan tesebut. Sehingga barang dan manusia tidak memiliki perbedaan. Keduanya bergerak karena dikelolah, bukan inisatif sendiri. Menyebabkan terbatasnya kreativitas manusia.

Namun sekarang, kita hidup di zaman ini dimana setiap orang menjadi lebih pintar karena mempunyai akses belajar dengan lebih gampang, tetapi banyak perusahaan masih menjalankan organisasi dengan mengikuti Zaman Industri yang bersifat mengontrol, yang mengekang pemanfaatan sepenuhnya potensi manusiawi. Sehingga, kerangka pikir Zaman industri ini yang masih mendominasi di beberapa tempat kerja, sama sekali tak akan berjalan dengan baik. Para calon pekerja baru adalah Gen Y. Perubahan situasi ini, menyebabkan mau tidak mau bagi setiap perusahaan yang ingin bertahan harus mengubah kultur dan sistem perusahaannya sehingga tetap diminati Millennials.

Masih didalam situasi dunia kerja, Millennials dari sekarang juga harus sudah mempersiapkan diri untuk menyambut Gen Z yang sudah mulai beranjak dewasa. 5 tahun kedepan dunia kerja akan mulai didominasi Gen Z. Gen Z juga memiliki karakter khas nya tersendiri (perbandingannya dapat dilihat dari generation Z infographics). Pastinya juga akan ada perubahan – perubahan minor/major ketika masa itu datang.

Ada contoh lain. Dalam hal pencarian kerja pada zaman ini misalnya. Bila mendaftar kerja pada beberapa perusahaan di Indonesia atau diluar, kebanyakan akan meminta profile Linked In.  Kenapa profile social media yang diminta? Karena Linked In dibuat sebagai social media untuk professional, yang salah satu manfaatnya adalah sebagai CV online.

Fitur – fitur yang diberikan di Linked In juga memudahkan untuk menampilkan skills dan pengalaman – pengalaman penggunanya. Di zaman sekarang, kepo – kepo hanya melalui CV dan cover letter sudah tidak cukup, hiring manager juga akan melacak aktivitas pelamar di social media. So, manage your social media well! Bangun personal brand yang positif, dan hapus segala hal yang bisa dinilai tidak baik. You may feel satisfied when receiving those likes from friends or strangers, but it’s not important for recruiters to judge who you are on social media.

2 contoh diatas menjelaskan bagaimana situasi zaman, mempengaruhi cara – cara dalam melakukan sesuatu. Masih banyak contoh lain seperti menjalankan bisnis, membesarkan anak, politik, dan lain – lain. Pada dasarnya agar mampu membaca zaman, yang perlu diperlukan Millennials adalah selalu aware apa yang terjadi di sekitar, lebih banyak membaca, kritis dan menganalisa. Dengan meningkatkan kemampuan membaca zaman, Millennials diharapkan mampu beradaptasi cepat dengan perubahan, survive dan tetap berkarya sesuai dengan kebutuhan zaman dan passion masing – masing.

2. Kompetisi Diri

Ini adalah zaman penuh dengan ilmu pengetahuan. Dengan semakin mudahnya kesempatan hampir setiap orang untuk belajar melalui kelas online, webinar, pelatihan – pelatihan dalam biaya terjangkau dan kesempatan mendapatkan beasiswa untuk studi di luar negeri, kualitas akan semakin merata dan banyak orang akan semakin pintar. Dalam artian, kompetisi akan semakin ketat ke depan. Pesaing orang yang berusia puluhan bukan hanya kalangan dari usia tersebut, namun juga dari usia belasan, dan juga dari lulusan luar negeri. Tidak dilupakan bahwa robot serta teknologi lain juga akan menggantikan beberapa pekerjaan beberapa tahun kedepan.

Dengan memahami situasi ini, Millennials bisa memaksimalkan segala kemudahan ini untuk menambah kapasitas diri sejak awal – awal usia kehidupan produktif. Fokus pada kekuatan diri dan mampu memanage kelemahan sendiri. Alokasikan waktu untuk melatih bakat, menghasilkan lebih banyak karya, membaca buku atau mempelajari skill baru. Jika terlalu sibuk, manfaatkan waktu di perjalanan untuk mendengarkan podcast, dan hal – hal bermanfaat lainnya. Dengan memanfaatkan setiap kemudahan yang dimiliki, itu juga merupakan sebagai bentuk rasa syukur bisa hidup di zaman seperti sekarang.

Bila sempat merasakan bangku kuliah dan mempunyai rencana untuk kerja selepas lulus, selain mempersiapkan IPK yang bagus, jangan lupa sendari awal untuk mempersiapkan CV yang memukau. CV yang memukai didominasi oleh pengalaman berorganisasi, kompetisi, conference, bisnis, magang dan lain – lain. Karena umumnya employer akan menilai dan menawarkan pekerjaan dari pengalaman dan skills yang telah dimiliki. Perbanyak pengalaman dalam hal – hal tersebut. Tetap ingat bahwa setiap orang juga semakin pintar, kompetisi akan semakin ketat. Mengingat hal ini akan membuat diri semakin termotivasi.

3. Kemampuan Fokus
Dengan melimpahnya informasi, kesempatan yang tersedia dan mudahnya akses, sendarinya yang dibutuhkan generasi Millennials sekarang adalah kemampuan untuk fokus dan menentukan pilihan. Kekurangan informasi/ilmu pengetahuan sekarang bukanlah masalah, namun Millennials harus bisa memilih informasi mana yang benar – benar diperlukan dan harus segera di follow up. Akan diarahkan kemana setiap ikhtiar yang dijalankan dan harus diinvestasikan kemana setiap pengorbanan. Ini adalah salah satu tantangan zaman ini. Terlalu banyak informasi bisa membuat seseorang overwhelmed, atau keputusan hidupnya terpengaruh oleh lingkungan sekitar, oleh sebab terlalu banyaknya masukan.

Lalu bagaimana caranya agar mampu menentukan fokus dan memanage prioritas ditengah berlimpahnya informasi dan kesempatan? akan saya bahas diartikel berikutnya. (Josandy)

 

Pic Source : nydailynews.com

Josandy Maha Putra.
Research and Development at Rumah Millennials

Market Entry Consultant

Content Specialist at ProspectsASEAN 
Member at ASEAN Future Leaders Summit
Founder of Forum Indonesia Muda Chapter Diaspora
Former President at 
International Student Society University Utara Malaysia (the first President elected from Asia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *