Meet The Siblings: Sepak Terjang Berorganisasi Adalah Hobinya, Itulah Rama (Tri Kurnia Rakhmadi)

JAKARTA – RumahMillennials.com | Hi, Sobat Millennials. Menurutku suatu organisasi akan berjalan karena ada orang-orang terpilih dan hebat didalamnya. Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk berkenalan dan mengenal lebih jauh tentang seseorang yang telah berkontribusi di Rumah Millennials. Siapa dia? Yaps, namanya adalah Tri Kurnia Rakhmadi yang disapa dengan sebutan Rama, bukan Rama dan Shinta sebagai tokoh dalam cerita legenda lho ya.

Lahir 2 Oktober 1994 yang saat ini tinggal di Bekasi, dan kesibukannya beberapa pekan yang lalu adalah bekerja disalah satu Bank di Jakarta akan tetapi saat ini dia sudah keluar dan mulai fokus dengan apa yang dia hobikan.

Hobinya adalah berorganisasi, karena menurutnya “Organisasi itu bisa memperluas pemikiran kita, bisa membuat perencanaan kerja yang baik dan benar serta terorganisir, lalu banyak mendapatkan kenalan yang berdampak positif bagi karir kita kedepannya”.

Sejak SMP, SMA, kuliah, hingga saat ini Rama sangat aktif sekali dalam organisasi. Pertama kali ikut organisasi di SMP yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS di SMP 199 Jakarta. Dia bercerita bahwa sebelumnya dirinya belum pernah ikut sama sekali apa itu yang disebut organisasi.

Lalu di SMA,  dia diberi amanah sebagai Ketua OSIS SMA 50 Jakarta daerah Cipinang. Lanjut kuliah pun juga masih aktif dalam organisasi, dengan menjabat sebagai Ketua (Presiden) Himpunan Mahasiswa Jurusan Public Relation (PR) Universitas Persada Indonesia YAI.

Hingga saat ini, juga masih aktif dalam organisasi walaupun sudah bekerja, yaitu di Rumah Millennials. Pertama kali Rama masuk di Rumah Millennials itu pada tahun 2017 yang menjabat sebagai Public Relations (PR).

Pada tahun 2018 yang lalu, Rama menggagas untuk membuat divisi yang lebih strategis untuk memegang program yang menurutnya sangatlah menarik untuk digali lebih dalam yaitu “Rumah Millennials Campus Network (RMCN)” pada 3 April 2018. Maka dari itu, Rama ini sering disebut sebagai bapak dari para anak-anaknya (anggota) RMCN.

Tapi tau ga sih? Ketika menjabat sebagai wakil ketua OSIS di SMPnya ternyata eh ternyata Rama belum memiliki pengalaman/kemampuan dasar sebelumnya. Kok bisa? Karena pada dasarnya dia hanya bertujuan sebagia bagian dari eksistensi diri tanpa memikirkan jangka panjang.

Mau ga mau, muncullah berbagai tantangan yang siap menghadangnya. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Menurutnya, hal terpenting adalah relasi. Pada mulanya dia hanya mengikuti alur manajemen kepengurusan sebelum, suatu ketika dia mulai berbagi dan bertukar informasi maupun pengalaman dengan alumni dari SD sebelumnya yang saat itu juga aktif dalam organisasi hingga pada akhirnya dia menerapkan semua ilmu barunya kepada manajemen yang ia pimpin.

Namun, sebagai manusia pasti pernah merasakan rasa putus asa atau melarikan diri dari setiap masalah atau rintangan yang menghadang. Bagi Rama agar tidak berlarut-larut dalam keterpurukan dia mengingat kembali apa yang sebenarnya ingin dia tuju dengan bergabung dalam organisasi? Menguatkan kembali motivasi adalah caranya.

Berbicara impian, Rama memiliki cita-cita yang berubah-ubah sejak dari SD. Awalnya dia bercita-cita menjadi seorang polisi agar bisa main tembak-tembakan (pistol) karena terlihat keren. Seiring berjalannya waktu hingga kuliah, dia bercita-cita menjadi seorang Gubernur dengan alasan mengubah Indonesia – Jakarta lebih baik.

Apa yang membuat Rama ingin menjadi seorang Gubernur saat itu? Alasannya simpel, karena dia sudah sering kali berkontribusi diberbagai organisasi menjadi seorang pemimpin maka dari itu kepercayaan dirinya muncul untuk memimpin suatu pemerintahan.

Ketika dimasa kuliahnya, Rama memanglah orang yang sangat aktif dalam organisasinya dan suatu ketika dalam masa akhir jabatan seniornya mereka memiliki penerusnya dengan berkata “Teman-teman semua, terserah dari teman-teman semua sekarang kalian yang akan memilih kandidat untuk menjadi ketua di batch kalian.

Kenapa kita kasih mandat ke teman-teman semua? Karena yang kedepannya ketika kita sudah regenerasi, otomatis yang akan menjalankan semua program kerja itu adalah teman – teman, dan kalianlah yang harus memilih siapa yang pantas untuk menjadi pemimpin. Kita sebenarnya sudah mempunyai rekomendasi juga, tapi hanya sebatas merekomendasikan karena kita ga bisa intervensi. Selanjutnya, dari teman-teman semua yang memutuskan.” Nah begitulah cerita perjalanan dari pengalaman berorganisasinya Rama.

Ketika dihadapkan sebuah pertanyaan “Kenapa harus pilih saya untuk memimpin?” Ternyata Rama adalah tipikal orang yang suka mengambil resiko dan langsung aksi dari setiap ide/inovasi yang terlintas dipikirannya tanpa pikir panjang mengenai masalah apa yang akan ada didepannya.

Tapi ketika hal itu terjadi, sesuai dengan prinsip dan tujuan sebelumnya adalah tetap jalani aja serta hadapi setiap tantangan tersebut. Bagi Rama, karir itu bukan seberapa lama kita berada disana tapi karir itu seberapa cepat kita melesat menempati posisi strategis di umur yang masih terbilang muda.

Terlihat idealis, tapi kenyataanya banyak orang memiliki tujuan seperti itu. Pernah merasa dititik jenuh dalam menghadapi pekerjaan, dengan motivasi agar tidak memperburuk citra curriculum vitae karena berpindah-pindah tempat kerja dalam jangka waktu yang berdekatan ternyata dapat mempengaruhi citra kita di mata perusahaan selanjutnya tempat kita bekerja lho.

Pertama kali masuk Rumah Millennials berawal dari Volunteer saat Grand Launching “Rumah Millennials” tahun 2017, setelah acara tersebut barulah diangkat menjadi Public Relation (PR). Alasan apa yang membuat Rama mau gabung di RM? Simpel, karena jabatan yang sama dengan bidang kuliahnya yaitu sebagai PR.

Paling utama adalah tidak menggangu jam kerja, kerjasama tim untuk saling support sangat kuat sekali, ruang lingkupnya penuh dengan anak muda yang sangat inovatif dan berdampak positif. “Dipercaya, ketika saya buat salah, saya ga disalahin tapi diarahkan ke yang lebih baik (dikoreksi)” kunci yang memotivasinya saat lagi down (badmood) dalam menghadapi masalah di Rumah Millennials ala Rama.

Harapan kedepannya Rumah Millennials Campus Network (RMCN) adalah memiliki nama yang kuat dan berpengaruh dalam dunia kerja, karena nantinya setiap anggota RMCN yang telah lulus kuliah dengan membawa nama RMCN dapat memudahkan mencari pekerjaan yang dimana akan dipandang memiliki pengalaman organisasi yang bagus dan keren di Rumah Millennials.

“Tekun, Belajar dari kesalahan, dan selalu lihat kesempatan.” moto hidupnya Rama dan motivasi diri yang paling utama adalah mengutip dari perkataan Panji Pragiwaksono “Buat aja dulu, baru bikin yang lebih baik”. “Jadi ga ada yang selalu kita coba satu kali langsung sukses, kayak bikin konten ketika kita mulai pertama kali pasti ga sebagus orang-orang, tapi ketika kita dua kali, tiga kali, empat kali, lima kali, dengan yang lebih baik pasti kedepannya akan lebih baik juga.” menurut Ka Rama.

Sebagai penutup, pssstt~ ternyata Rama suka warna Biru dan semua makanan kecuali yang pedas-pedas lho. Hehe~ ga penting ya? Tapi itulah penutup dari rangkaian cerita perjalanan Ka Rama dalam menjalani hidupnya dengan hobinya, karena dengan menjalani hobi secara serius dan berpeluang untuk menghasilkan akan tidak terasa bebannya. Jadi, sampai jumpa di sesi “Meet the Siblings” berikutnya Sobat Millennials.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *