4 Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Untuk Membangun Tim Yang Inovatif

4 Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Untuk Membangun Tim Yang Inovatif

RumahMillennials.com | No company ever created an innovation. People innovate, not companies. Tidak ada perusahaan yang berinovasi, orang yang berinovasi, bukan perusahaan. Tantangan kedua dalam membangun inovasi yang berkelanjutan adalah mampu menciptakan tim yang inovatif.

Pertanyaan yang sering kita pikirkan adalah “Bagaimana kita bisa menemukan orang yang inovatif?” Kita sering berfikir untuk mencari orang-orang yang kreatif, punya inisiatif, energik, dan mampu mewujudkannya dalam kerja-kerja nyata.

Lalu saya temukan jawaban yang paling sederhana dari pertanyaan itu, kita harus merubah pola pikir kita bukan untuk mencari orang yang inovatif, tapi lebih kepada memberdayakan orang-orang di dalam organisasi atau perusahaan kita menjadi tim yang inovatif. Kita harus mampu melahirkan kreativitas dan inovasi yang ada dalam setiap pribadi yang berkarya bersama kita.

Setiap orang harus kita mampukan untuk mencapai titik optimal kapasitas pribadi mereka dalam berinovasi. Untuk mampu melakukan hal itu, seorang pemimpin bertanggung jawab menciptakan iklim yang nyaman, memberikan peluang mereka berkembang, dan membangun gairah untuk melahirkan inovasi.

Itu bukan pekerjaan yang mudah, disana butuh sumber daya yang tidak sedikit, kesabaran yang panjang, dan kebijaksanaan yang baik. Pada bagian ini saya akan merumuskan beberapa strategi sederhana dari Greg Satell penulis buku Mapping Innovation: A Playbook for Navigating a Disruptive Age, antara lain :

1. Mempekerjakan untuk misi
Pernahkah kita jumpai? Salah seorang anggota tim kita atau staf kita atau orang yang kita kenal begitu buruk kinerjanya ketika bekerja bersama kita, namun begitu sangat antusias, inovatif dan menakjubkan ketika berkarya di tempat lain. Pertanyannya kemudian, kenapa orang bisa sangat tidak kreatif dan buruk kinerjanya dalam satu pekerjaan, namun begitu inovatif dan imajinatif dalam pekerjaan lain.

Motivasi intrinsik adalah jawabannya. Oleh karena itu, kita butuh orang-orang yang memahami inovasi bukan sekedar sebagai gagasan, tapi sebagai pemecah masalah (solving problem). Oleh karena itu langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempekerjakan orang-orang yang punya ketertarikan dalam pemecahan masalah tersebut. Lalu, kita membangun motivasi intrinsik mereka untuk mencapai sebuah misi dan cita-cita besar.

2. Keamanan psikologis
Pada tahun 2012, Google memulai sebuah penelitian yang sangat besar bernama “Project Aristotle” dengan tujuan untuk melihat apa yang membuat sebuah tim sukses bekerja. Google mencoba menyisir semua aspek yang mungkin ada dan mempengaruhi bagaimana tim bekerja sama, mulai dari bagaimana mereka dipimpin, seberapa sering mereka bertemu di luar pekerjaan, kepribadian anggota tim, dan hampir tidak ada hal yang tidak mereka eveluasi. Namun hasilnya, tidak ada satupun kriteria konvensional yang dapat memprediksi kinerja.

Mereka akhirnya menemukan bahwa yang paling penting bagi kinerja tim adalah keamanan psikologis atau kebebasan dari semua anggota tim untuk dapat memberikan ide dan gagasan mereka tanpa rasa takut akan akibat yang ditimbulkan.

Bahkan lebih jauh lagi, saya melihat dalam perspketif yang lebih luas bahwa keamanan psikologis ini dapat diartikan sebagai kemampuan dan kesiapan perusahaan untuk mentoleransi berbagai kesalahan yang mungkin ditimbulkan dalam proses kerja maupun dalam upaya menghasilkan inovasi

Hal ini serupa dengan apa yang disampaikan Profesor Harvard Amy Edmondseon tentang pentingnya keamanan psikologis (psychological safety) dalam berbagai konteks. Keamanan psikologis bukan hanya meningkatkan iklim kerja yang lebih baik, tapi juga meningkatkan kapasitas belajar, mendorong lahirnya banyak kreativitas, dan memungkinkan semua anggota tim menampilkan performa optimal mereka.

Lebih dari itu, studi yang dilakukan oleh para peneliti di MIT dan Carnegie Mellon, menemukan bahwa tim yang berbicara dalam jumlah hampir sama jauh lebih mengungguli tim yang hanya satu atau dua orang mendominasi percakapan. Dominasi salah satu anggota tim dapat membunuh inovasi.

Oleh karenanya menjadi sangat penting bagi pemimpin untuk mengambil tanggung jawab menciptakan iklim keamanan psikologis dan memastikan perusahaan mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk menciptakan keamanan psikologis yang pada nantinya akan memberikan kebebasan berinovasi.

3. Menciptakan keragaman
Banyak orang mencari tim atau staf yang memiliki kesamaan karakter dengan dirinya. Hal itu baik untuk menciptakan kenyamanan dan persahabatan, namun bukan cara yang baik untuk memecahkan masalah dan berinovasi. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa tim yang beragam akan lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih teliti. Oleh karena itu, kesalahan yang sering dilakukan pemimpin dalam membangun tim adalah membatasi latar belakang, pengalaman, dan karakter dari tim yang dibentuknya.

Hal itu sama saja dengan pemimpin membatasi solusi dan inovasi yang dapat dieksplorasi. Kita harus merubah cara kita berfikir, bahwa kita membutuhkan kritik, pandangan berbeda, dan pola pikir berbeda untuk menguji inovasi dan kebijakan kita, serta memperbaikinya dari berbagai perspektif yang ada. Untuk membuat inovasi mencapai titik kematangan, inovasi itu membutuhkan kritik dan argumen yang berlawanan hingga memolesnya menjadi inovasi yang kuat dan tajam.

4. Menghargai kerja tim
Dalam melakukan penelitian untuk menulis bukunya Greg Satell menemukan banyak ilmuan, eksekutif, dan pengusaha terkenal merupakan pribadi yang ramah, perhatian, dan memiliki keinginan yang tulus untuk membantunya. Karakter dan perilaku mereka dalam konteks menghormati dan menghargai begitu konsisten, hingga ia menyimpulkan bahwa dalam inovasi sifat kemurahan hati dengan menghargai bisa menjadi keunggulan yang sangat kompetitif.

Dari berbagai hal diatas maka dapat kita ambil sebuah pelajaran bahwa yang anda butuhkan bukanlah orang terbaik, tapi tim terbaik. Masalah yang kita hadapi saat ini dan ingin kita selesaikan dengan inovasi akan sulit diselesaikan oleh satu orang jenius dan hebat yang bekerja dalam kesendirian.

Tapi yang kita butuhkan adalah sekelompok tim yang mampu menyeburkan jutaan gagasan, yang dapat berkolaborasi, yang mau mendengarkan satu sama lain, dan mampu membangun ikatan yang kuat. Anda sudah memiliki orang-orang hebat dalam tim anda, berdayakan mereka, jangan biarkan mereka tenggelam begitu saja.

Pada titik ini peran pemimpin bukan lagi membuat inovasi dan memotivasi semua anggota tim untuk mengikuti pemikirannya, tapi membuat tim yang punya kemauan dan kemampuan menghasilkan inovasi baru dan bersama-sama mengejarnya. Tidak peduli seberapa kreatifnya dan inovatifnya kita, inovasi yang kita hasilkan secara pribadi akan kalah dengan inovasi yang dihasilkan oleh tim yang inovatif. You can not create a great innovation by yourself, start becoming an innovative leader and build a tough team.

Untuk membangun kemauan berinovasi, pemimpin harus mampu menanamkan tujuan dan nilai yang mulia dalam berinovasi. Dalam pengalaman pribadi saya, surround yourself with loyal, sincere, and passionate team, pada titik itu inovasi akan lahir dengan tajam, kuat, mengakar, dan tangguh.

Image source: digest.bps.org.uk

CEO Indonesia Medika, Motivator Internasional, 50 most impactful social innovator.
Seorang dokter, wirausaha sosial, inovator kesehatan, inspirator pemuda Indonesia, dan penulis buku “Muda Mendunia”..

Mengembangkan berbagai inovasi kesehatan sosial, diantaranya Klinik Asuransi Sampah, Livestock Waste Insurance, Homedika, Sabuk Bayi Pintar, Mother Happiness Center, Care4Mother, Siapapeduli.id, dan lain sebagainya.

Inovasinya telah membantu ribuan pasien kurang mampu mendapatkan layanan kesehatan. dr. Gamal Albinsaid menjadi pemuda pertama di dunia dan satu-satunya di Asia yang meraih penghargaan Kehormatan, HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Award dari Kerajaan Inggris.

Meraih lebih dari 40 perhargaan dan 9 penghargaan internasional dari Jerman, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Amerika, Thailand, Kamboja, Jerman, dan Peru.

www.GamalAlbinsaid.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *