2 Karakter Penting Yang Harus Kamu Tanamkan Dalam Menghadapi Tantangan dan Tuntutan Di Era Industri 4.0

Bekasi – RumahMillennials.com | Menghadapi digitalisasi di era industri 4.0, yang semakin masif perkembangannya terutama di tengah pandemi covid-19, generasi muda harus memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi perubahan dan tantangan. Tidak cukup hanya memiliki intelektual yang pintar atau nilai – nilai akademik yang tinggi, atau sertifikasi yang bertumpuk – tumpuk, tetapi secara mental dan karakter perlu lebih kuat dalam berkarya.

Maka dari itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkolaborasi bersama Ruamh Millennials dan Kamtiv dalam menyelenggarakan “Program Pelatihan Pemuda Transformasi Digital Batch 2” selama tiga hari dari 29 September sampai 30 Oktober 2020. Program ini diikuti oleh 600 peserta dari seluruh wilayah Indonesia dan mendatangkan pembicara yang memiliki pengalaman dan karya di bidang digital teknologi.

Di hari kedua program pelatihan Rabu 30 September 2020, sesi pertama diisi oleh Robert Sirait, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, dan Dina Dellyana, Director Business Incubator at School of Business and Management (SBM) ITB. Pembahasan kali ini fokus pada bagaimana pemuda yang berdaya saing dalam menghadapi industri 4.0 dan karakter etos kerja serta etika kebaikan pemuda dalam pembangunan bangsa.

Menurut Robert, generasi muda kalau ingin sukses dalam berkarya untuk membangun bangsa, harus memiliki dua karakter yaitu etos kerja dan etika kebaikan. Karakter etos kerja memiliki lima komponen yaitu kerja keras, kreatif dan inovatif, meningkatkan ilmu pengetahuan di jenjang pendidikan dan memiliki hidup yang sehat, memiliki semangat berkolaborasi, dan mencintai lingkungan serta budaya.

Sedangkan karakter etika baik meliputi empat aspek yaitu terpercaya dengan sikap yang santun dan hormat, mampu mengendalikan diri serta bertanggung jawab, setiakawan dengan sikap toleransi dan welas asih, dan menyebarkan energi positif seperti bersahabat dan bersyukur.

Inilah dua karakter etos kerja dan etika baik yang akan berperan besar dalam memberhasilkan dirinya dan karyanya untuk memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar. Berhasil atau tidak punya kedua karakter itu bukan hanya dengan belajar saja tapi dipelajari sambil dilakukan secara bersama – sama.

Setelah memiliki dua karakter tersebut, identifikasi, cermati, dan analisis perkembangan teknologi di era industry 4.0, yang nantinya akan menjadi masa depan kehidupan manusia. Terutama dalam menjalankan suatu bisnis, seorang entrepreneur harus bisa beradaptasi dengan segala perubahan dan mulai pindah ke digitalisasi dalam mengoperasikan bisnisnya.

Menurut Dina Dellyana, ada lima alasan mengapa bisnis harus segera pindah ke digitalisasi di era industri 4.0. Pertama, digital akan membuat bisnis menjadi lebih kompetitif terutama dalam menghadapi pemain baru yang berpotensi menjadi disruptors. Kedua, perusahaan akan menjadi lebih atraktif untuk menarik tenaga kerja usia muda yang memang sudah digital native. Ketiga, tim internal perusahaan pun akan menjadi lebih kuat dan kolaboratif dengan adanya transparansi data dan kemudahan dalam berkomunikasi jarak jauh. Keempat, digital membantu entrepreneur dalam melihat potensi suatu masalah dan bisa mengantisipasinya sebelum menjadi besar. Kelima, digital akan memotong biaya – biaya yang tidak diperlukan, meningkatkan profit, dan membuat bisnis lebih berkembang.

Dalam menghadapi tantangan – tantangan di industri 4.0, Dina menyarankan agar pemuda terus meningkatkan kemampuan dengan belajar skill baru dari berbagai sumber yang relevan di internet. Investasikan dirimu untuk belajar kemampuan baru yang nantinya akan berguna di masa depan. Lalu miliki digital intelligence atau DQ, yaitu set dari social emotional and cognitive abilities dalam membantu individu untuk menghadapi tantangan dan beradaptasi di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *