Dear Kaum Rebahan, Kamu Tetap Bisa Bikin Perubahan, Asalkan Penuhi 7 Langkah Ini!

Siapa nih yang di rumah aja nya masih nyaman rebahan? Nah, sobat millennials tahu gak sih kalau rebahan itu kurang baik buat diri kita. Emang sih, di beberapa kesempatan kayak kalau kita lagi capek atau penat, rebahan itu bisa healing diri kita biar fresh lagi. Tapi, rebahan yang dimaksud di sini adalah rebahan yang “yaudah rebahan aja” gitu. Rebahan yang gak ngasih input buat diri kita. Kebayang gak sih udah berapa juta jam yang udah kita habisin buat “rebahan aja”? Sementara kalau kita melakukan aktivitas lain yang bermanfaat, pasti bisa lebih insightful buat diri kita. Yakannnn?

Ngomong-ngomong soal rebahan, kamu tahu gak sih kalau ada satu buku yang ngomongin tentang rebahan. Eitsss, buku ini bukan fokus ke rebahannya kayak leyeh – leyeh, ya. Tapi lebih ke cara kita, khususnya para pemuda untuk bisa beralih, nih. Dari yang biasanya rebahan aja, jadi orang yang bisa membawa kebermanfaatan. Baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, sebagaimana kutipan dalam buku Kaum Rebahan Beri Perubahan yang diangkat dari sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.


Yups, buku “Kaum Rebahan Beri Perubahan” (KRBP) yang ditulis oleh M Atiatul Muqtadir (Fathur, sapaannya) ini, disambut antusias, lho oleh para anak muda. Mengingat, milenial dan generasi z sekarang tuh sering dijulukin “kaum rebahan”. Nah, kehadiran buku Kaum Rebahan Beri Perubahan ini, bisa menjadi gerbang bagi milenial dan generasi z untuk memulai langkah baru biar gak terjebak dalam kenyamanan rebahan. Buku yang diterbitkan oleh Bhumi Anoma ini punya 2 versi. Versi pertama dengan warna cover hijau tua dan versi yang kedua dengan cover berwarna kuning. Dari segi isi gak ada yang beda kok. Cuma, di versi yang kedua ini ada extra chapter yang ada di bagian akhir bukunya.

Selain mengupas mengenai kaum rebahan, pikiran dan perasaan yang menjadi modal dalam melakukan perubahan, dan peran manusia sebagai fondasi peradaban dan tumpuan bangsa, buku ini juga mengingatkan kita, sebagai manusia yang akan bertanggung jawab di dunia dan akhirat. Dijamin deh, buku ini bisa bikin kaum rebahan tersentuh hatinya. Ciat…..

Selain karena kutipan dari berbagai tokoh yang tersusun apik dan argumen yang kritis, Fathur juga menyertai berbagai kisah para pejuang bangsa, pejuang agama, bahkan sampai peristiwa-peristiwa bersejarah yang memang memiliki korelasi dengan bab yang ada di dalam buku ini.

“Lalu, gimana sih caranya supaya kita bisa lepas dari nyamannya rebahan?”

“Kenapa sih kita harus beranjak dari kaum rebahan jadi kaum perubahan?”

“Wejangan apa yang bisa bikin hati tergerak untuk bisa jadi kaum perubahan?”

“Langkah awal apa yang bisa kita lakukan untuk dapat menjadi kaum perubahan?”

Pertanyaan-pertanyaan di atas akan dijawab melalui 7 starter pack kaum perubahan ala Fathur yang ada di buku Kaum Rebahan Beri Perubahan. Penasaran kan? Ini dia, 7 starter pack kaum perubahan! Check this out!

1. Membuat Visi Hidup

Visi hidup bercirikan masa depan. Visi juga harus dilengkapi dengan misi. Mengapa? Karena visi adalah what we believe we can be dan misi adalah what we believe we can do. Jadi, visi dan misi harus saling berdampingan ya, sobs.

Kenapa sih, visi harus jadi hal pertama di starter pack kaum perubahan? Visi berfungsi sebagai pengarah langkah dan sikap kita. Visi diibaratkan sebagai mercusuar di tengah lautan pada malam hari, agar pengembara seperti kita, selalu bisa melihat sinar harapan supaya gak terjebak di kegelapan. Selain itu, mengingat sumber daya kita yang terbatas, visi juga bikin kita fokus dengan tujuan kita.

2. Keberanian

Sobat millennials pernah gak sih ketika mau melakukan hal yang baru atau berbuat sesuatu, selalu terhalang karena “takut”? Menurut Marilyn King, keberanian kita ditentukan oleh tiga faktor, yaitu: visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Sementara itu, buku The Art of Revolution juga menyebutkan 3 hal di atas sebagai faktor keberanian. Bedanya, di dalam buku ini terdapat 2 hal tambahan, yaitu keyakinan hati dan percaya diri. Nah, ini nih yang jadi tantangan. Contoh kecilnya aja nih, ya, sobat millennials pernah gak sih blank ketika presentasi di depan kelas? Atau gak yakin sama jawaban UAS sendiri? Di sinilah, peran keyakinan hati dan percaya diri sangat besar untuk kemudian menumbuhkan rasa keberanian dalam diri kita!

3. Kerja Keras dan Kegigihan

Kenapa sih harus ada “dan kegigihan”? Sobat millennials, kerja keras aja belum cukup, lho. Sebab, bakat yang tidak disertai dengan kerja keras adalah harta karun yang disia-siakan, mutiara yang tidak diasah, dan emas yang tidak ditempa. Nah, di sinilah kegigihan dimulai.

“Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu” -H.R. Al Bukhari-

Begitu bunyi hadis yang bisa menjadi salah satu alasan kita untuk membarengi kerja keras dengan kegigihan. Jadi, kerja keras aja gak cukup ya, sobat millennials!

4. Pembelajar

Nah, sobat millennials pasti tahu dong ya kalau belajar itu gak harus di sekolah, kampus, atau institusi-institusi lainnya. Hasil dari belajar pun gak cuma ijazah atau sertifikat dan piala hasil perlombaan aja! Pembelajar dalam hal ini adalah bagaimana kita bisa belajar dari hal atau kejadian yang ada di sekitar kita.

Selain itu, dalam menerapkan konsep pembelajar ini juga kita disarankan untuk rendah hati. Karena, tidak sedikit orang di luar sana yang sudah merasa ilmunya cukup sehingga angkuh dan tidak ingin menerima masukan-masukan dari orang sekitar yang seharusnya bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran.

5. Kebersamaan

Sobat millennials pasti udah gak asing lagi sama pepatah “berat sama dipikul, ringan sama dinjinjing” yang memiliki makna bahwa pekerjaan yang berat akan terasa ringan apabila dikerjakan bersama-sama. Karena sehebat apapun kita, kesempurnaan tetap hanya milik Allah.

Kita pasti punya kekurangan dan perlu ada yang mengisi kekurangan tersebut. Selain itu, manusia juga kan makhluk sosial, jadi gak mungkin dong sendirian dalam mengerjakan sesuatu. Kita pasti butuh orang lain untuk membantu pekerjaan kita. Itulah meengapa, kerja sama lagi-lagi penting buat melakukan perubahan, sobat millennials!

6. Kerja Tuntas: Kesabaran sebagai Daya Tahan

Kenapa sih kesabaran harus dijadikan daya tahan? Sobat millennials pasti tahu, kan. Kalau kita melakukan sesuatu itu pasti ada ujiannya. “Jangan berharap seseorang yang beriman tidak mengalami ujian” begitu kata Quraish Shihab dalam tafsirnya.

Kesabaran mencakup banyak hal. Sabar itu, menahan jiwa dari sikap putus asa, marah, dan sedih, menahan lisan berkeluh kesah, dan menahan jiwa dari amarah. Sebab kita mengerti, semua itu adalah ujian yang didatangkan oleh Tuhan dan bukan tanpa alasan. Jadi, sobat millennials gak perlu khawatir kalau ada ujian yang  datang. Syukuri aja, ya. Seprti kata pepatah, semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerjang. Semua akan indah pada waktunya, kok. Eaaakk….

7. Keikhlasan

Kata orang bijak sih, “semua yang dari hati akan sampai di hati”. Itulah mengapa  dalam melakukan perubahan, kerja keras dan kegihihan juga harus disertai dengan keikhlasan. Melakukan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan akan terasa lebih tenteram, sobat millennials. Karena semua orang mungkin bisa bekerja keras, tapi tak semua bisa bekerja ikhlas!

Gimana nih, sobs? Keren dan menginspirasi banget ya starter pack kaum perubahannya. Sobat millennials yang masih bingung gimana caranya beralih dari kaum rebahan, pasti udah gak bingung lagi kan, langkah apa saja yang harus ditempuh buat jadi kaum perubahan? Yang pasti sih, gak salah ya kalau kita rebahan. Asalkan, dalam situasi, kondisi, dan waktu yang tepat. Hidup kita pasti indah banget kalau kita bisa bermanfaat bagi orang lain, sobat millennials! Semangat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *