4 Skill Dasar Yang Kamu Butuhkan Untuk Menjadi Seorang Master of Ceremony Yang Hebat

Bekasi – RumahMillennials.com | Peran Master of Ceremony (MC) dalam sebuah acara tidak bisa digantikan oleh apapun, bahkan teknologi sekalipun. MC merupakan sosok yang menjadi kunci penting dalam kesuksesan acara, tanpa kehadirannya maka acara bisa dipastikan akan berantakan. Tak peduli seberapa bagusnya konsep acara, kualitas panitianya, jika tidak dipandu oleh seorang MC yang handal, maka acara tersebut tetap tidak akan terlihat bagus di mata audience.

Sadar akan pentingnya peran sebuah MC, profesi ini salah satu yang paling diminati dan menjanjikan di bidang public speaking. Maka dari itu, Rumah Millennials memberikan kesempatan pada sobat millennials untuk belajar kemampuan dasar MC dari seorang Trainer Ganesha Public Speaking, Founder Sanggar MC, dan penulis buku “Street Smart Master of Ceremony” yakni Fauzi Noerwenda. Di sesi M-Talks online dengan tajuk “Learn Basic Skill That You Need To Be Exceptional Master of Ceremony” Sabtu 27 Juni 2020, Fauzi tidak hanya memberikan materi secara teori ataupun berbagi pengalaman, tapi juga membuka kesempatan bagi sobat millennials yang hadir, untuk mempraktekan langsung menjadi seorang MC.

Fauzi Noerwenda

Menurut Fauzi di bukunya Street Smart Master of Ceremony, MC itu ibarat koki, walau bertemu dengan bahan masakan yang sama setiap waktu, MC harus mampu meracik dan menghidangkannya dengan rasa yang berbeda. MC juga bisa diibaratkan sebagai seorang sopir, tidak peduli seberapa bagusnya kualitas mobil, kalau pengemudinya tidak handal dan tujuan perginya tidak jelas, maka tidak ada artinya.

Lalu, siapa sih yang bisa jadi MC? Siapa saja bisa, dong!

Pada dasarnya, siapa pun yang mau belajar menjadi MC di sebuah acara, bisa melakukannya. Apapun latar belakang pendidikan dan bidang pekerjaannya, semua orang bisa menjadi MC asalkan mau berani tampil, belajar mengasah diri, memahami kapasitas dirinya, dan terus mencoba.

Akan tetapi, sayangnya menurut Jeffrey R. Stawn Professor Neuroscience dari Universitas Cincinnati, Amerika Serikat, 75% populasi di dunia mengalami glossophobia atau ketakutan menajadi seorang public speaker. Salah satu penyebabnya dalam buku Filosofi Teras, yaitu overthinking atau kebanyakan mikir. Ternyata, 85% dari overthinking tersebut tidak benar – benar terjadi, jadi kamu tidak perlu banyakan mikir karena akan membuatmu lelah dan yang ada dipikiranmu itu belum tentu terjadi.

Maka dari itu, persiapan tampil sangat penting sebelum maju menjadi public speaker. Bahkan persiapan itu dianjurkan 10 kali lipat dari waktu tampil. Jadi misalnya jadi MC selama 60 menit, maka persiapannya 600 menit. Khusus MC, beda acara beda pula persiapannya, dari sifatnya material, konten, konteks, penampilan, bikin konsep, dress code, dan lain sebagainya harus diperhatikan.

Setelah memiliki keberanian dan persiapan, 4 skill dasar ini perlu kamu kuasai untuk menjadi soerang MC yang handal:

1. Confident

Tentu saja seorang MC harus memiliki rasa percaya diri agar bisa tampil maksimal. Terutama untuk yang pertama kali jadi MC, yang penting berani aja dulu. Ada acara yang menawarkan MC, ambil saja sekalipun itu dadakan.

2. Communication

Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking merupakan kemampuan yang paling mendasar yang harus MC miliki. Nantinya, MC akan bertemu dengan banyak orang saat sebelum, ditengah, dan setelah acara jadi kemampuan berkomunikasi sangat penting.

3. Engagement

Kemampuan berinteraksi dengan audience untuk membangun hubungan yang baik juga tak kalah penting. Misalkan saat acara konser, bagaimana MC berinteraksi dengan penonton untuk memeriahkan suasana. Latihannya sederhana, kalau ketemu orang siapapun itu ajak saja ngobrol. Buka pertanyaan, buka topik, dan bangun interaksi yang positif karena saat jadi MC, akan bertemu audience yang tidak kita kenal.

4. Fleksibilitas

Dalam sebuah acara, perubahan tiba – tiba adalah hal yang biasa. Seberapapun matangnya rundown acara, bisa saja berubah ditengah – tengah karena satu dan lain hal. Misalnya sambutan di awal acara, pejabatnya tidak jadi datang dan digantikan oleh orang lain, maka MC harus bisa menyesuaikan diri dan tidak boleh sampai salah menyebut nama dan gelar. Jadi MC, gak boleh panik saat ada perubahan dan harus selalu siap.

Setelah menguasai 4 kemapuan tersebut, kamu juga perlu membangun mentalitas MC. Fauzi dalam bukunya Street Small Master of Ceremony juga menyebutkan fondasi utama agar kamu bisa memiliki mentalitas MC untuk berani tampil dan terus mencoba adalah pola pikir yang bertumbuh atau growth mindset. Memiliki pola pikir bertumbuh terbentuk dari kebiasaan yang kamu miliki dalam menjalani kehidupan. Jika masih memiliki fixed mindset atau pola pikir yang fix dan menta yang tidak berani tampil, cek dulu kebiasaan hidup kamu bagaimana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *