Anak Betawi Asli Ini Bagikan Tips Buat Kamu Yang Mau Jadi Diplomat

Bekasi – RumahMillennials.com | Menjadi diplomat sebagai perwakilan negara Republik Indonesia tentu merupakan posisi yang terhormat bagi setiap warga negara Indonesia, terutama bagi generasi muda yang bercita – cita menjadi diplomat. Dengan kerja keras, dedikasi, dan komitmen, impian menjadi diplomat pasti bisa terwujud tanpa memandang latar belakang daerah asal dan keluarga. Anak Betawi asli yang satu ini, Annisa Amrih Sophiany sudah membuktikannya.

Dalam webinar bertajuk “Patirot-Is-Me” persembahan dari Komunitas Historia berkolaborasi dengan Rumah Millennials dan Good News From Indonesia pada Sabtu 13 Juni 2020 lalu, Annisa membagikan ceritanya sebagai diplomat muda di Kedutaan Besar India di New Delhi, dan tips bagaimana menapaki karir sebagai diplomat.

Annisa yang lahir dan besar di Jakarta Timur, awalnya terinspirasi dari orang tuanya yang suka memberikan kata – kata sambutan dalam perayaan besar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Saat itu, keluarganya diperlakukan bak tamu VIP, turun mobil sudah dijemput dan diberikan kursi khusus. Selain itu, melihat orang tuanya yang memberikan sambutan membuat Annisa terkagum – kagum hingga suatu hari nanti, dia juga ingin mewakili sesuatu, berdiri di depan, dan memberikan pidato.

Gayung pun bersambut, Annisa lolos tes PNS di Kementerian Luar Negeri dalam sekali daftar dan memulai karirnya sebagai diplomat mulai dari menjadi Junior Atase. Setelah mendapatkan gelar Master of International Communication Management pada 2016, Annisa menjabat sebagai Second Secretary of Indonesian Embassy New Delhi India, untuk periode 2017 – 2020.

Selama menjadi sekretaris di kedutaan besar Indonesia di India, Annisa belajar mengatur dan merencanakan segala sesuatu dari jauh – jauh hari agar lebih terorganisir. Tak jarang, Annisa beberapa kali maju berbicara mewakili Indonesia bahkan yang bukan pada posisi dan bidangnya. Walaupun sebagian besar pekerjaanya ikut dalam pertemuan antar negara sebagai sekretaris, paling tidak Annisa tahu apa saja yang dibicarakan kedua kepala negara untuk kepentingan bersama.

Annisa mengatakan bahwa dari jejak – jejak kecil yang kita lakukan, bisa membawa ke satu tujuan yang lebih besar. Meskipun hadir sebagai sekretaris, namun Annisa punya koneksi yang cukup luas dengan sekretaris dari pejabat negara lain, jadi sewaktu – waktu butuh bantuan bisa dengan mudah menghubungi pejabat asing tersebut.

Annisa memberikan tips pada generasi muda yang ingin menjadi diplomat, agar mengasah kemampuan bahasa asing terutama bahasa Inggris sampai level fluent. Dengan bahasa Inggris yang baik tentu akan memudahkan diplomat untuk bernegosiasi dengan negara lain. Selain itu, lengkapi pendidikan formal minimal S1, semua jurusan bisa mendaftar menjadi diplomat. Tetap terus bermimpi, kerja keras, displin, dan lakukan dengan komitmen, dengan begitu kesempatan menjadi diplomat akan terbuka lebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *