Abdul Razak ‘Zaki’, Pemuda Yang Keluar Dari Zona Nyaman Di Kampus Untuk Melihat Dunia Yang Lebih Luas

Jakarta – RumahMillennials.com | Masa – masa perkuliahan menjadi waktu yang sangat krusial bagi kamu untuk belajar dan mendalami potensi dirimu. Kenapa begitu? Sederhana aja, statusmu adalah mahasiswa, seorang pelajar yang tingkatnya sudah lebih tinggi dari pelajar SMA, maka yang dipelajari bisa menjadi lebih luas.

Akan tetapi, kalau belajarnya di dalam kampus aja, atau cuma mau dengerin hal – hal yang berhubungan dengan jurusanmu, sayang banget sih! Banyak banget hal – hal diluar jurusan dan kampusmu yang bisa mendatangkan pelajaran dan pengalaman hidup berharga, yang penting banget buat pengembangan dirimu agar kelak saat berkarir kamu punya kapabilitas lebih.

Biar kamu terinspirasi, kali ini saya akan mengangkat cerita Abdul Razak atau biasa dipanggil Zaki, Ketua Bidang Pengembangan Organisasi & Jaringan Kota Rumah Millennials, yang juga Abang Jakarta Selatan. Sekarang ini, Zaki kerja sebagai konsultan di perusahaan swasta di Jakarta, sebelumnya sempat kerja di Grab sebagai City Development. Hobinya jalan – jalan, dan ikut abang – none di tengah – tengah waktunya saat kerja di Grab.

Tahu jurusan kuliahnya Zaki apa? Kelautan. Ya, kamu gak salah dengar. Zaki merupakan lulusan kelautan di Universitas Brawijaya, Malang. Dari pemaparan singkat profil Zaki di atas, gak nyambung ya? Kuliahnya kelautan, kerja di Grab di bagian City Development, ikut abang – none, hobinya jalan – jalan, sama pernah ikut MUN. Keliatannya gak ada yang nyambung kan?

Bagi Zaki travelling, connecting, and exposure itu yang bener – bener memberikan energi pada hidupnya. Dia merasa perlu belajar pengembangan soft skill seperti kepemimpinan dan berorganisasi supaya dirinya menjadi lebih berkembang, tidak hanya tahu soal jurusan kuliahnya yaitu kelautan. Zaki pertama kali masuk AISEC, sebuah organisasi international yang fokus pada kepemimpinan dan pembangunan ekosistem pemuda. Menurutnya, jika mau mengembangkan diri, belajar ilmu baru, dan menjadi sesuatu, maka temukan platform yang pas bagi kamu. AISEC salah satunya bagi Zaki.

Selain ikut AISEC, Zaki juga ikut Model United Nations (MUN) yang merupakan kegiatan bagi mahasiswa untuk memainkan peran sebagai delegasi PBB dalam format konfrensi. Jauh banget ya sama jurusan kuliahnya Zaki! Dia bahkan dapat kesempatan untuk ikut MUN di Harvard University, Amerika Serikat. Zaki melihat kegiatan seperti MUN bisa memberikan pelajaran berharga bagi dirinya, dan juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa di kampusnya agar bergerak keluar kampus dan zona nyaman lalu mengeksplor diri.

Zaki meneruskan petualangannya di luar negeri dengan mengikuti konfrensi di Jerman, dengan membawa topik skripsinya yang membahas soal konservasi dan kemaritiman di Indonesia. Sudah sampai di Jerman, Zaki gak mau hanya ikut kegiatan saja, dia ingin jalan – jalan. Berbagai cara ditempuh Zaki agar bisa menutupi kekurangannya dalam segi finansial, seperti menghubungi orang kedutaan dan mendekati PPI Jerman. Alhasil, Zaki bertemu dengan Irsyad Al Ghifari (Wakil Ketua Bidang Pariwisata RM), mendapat bantuan juga darinya. Dari pertemuan inilah, yang mengawali Zaki akhirnya bergabung dengan Rumah Millennials.

Dengan segitu seringnya Zaki berpartisipasi ikut kegiatan yang levelnya international, bagaimana dia meyakinkan kampus agar memberikan dukungan dan mensponsori dirinya? Saat memberikan proposal, Zaki yakinkan kampusnya bahwa jika mereka mensponsorinya maka nama kampus dan fakultasnya akan dikenal oleh banyak kalangan, tidak hanya dalam negeri namun luar negeri. Selain itu, Zaki akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar mengikuti jejak dirinya yang keluar kampus dan belajar banyak hal di luar sana.

Dari pihak keluarga, Zaki tidak pernah dibatasi. Malahan, dia dikasih uang jajan untuk jalan – jalan daripada beli barang karena dengan travelling itu akan menjadi investasi yang lebih besar. Baginya, tidak perlu memiliki sesuatu atau menjadi sesuatu agar diterima orang lain, cukup jadi pribadi yang kamu banget agar bisa bergaul dengan orang lain.

Ditengah – tengah waktunya bekerja di Grab, Zaki ikut Abang – None untuk Jakarta Selatan. Menurut Zaki, platform tersebut bisa bermanfaat baginya untuk memberikan kontribusi bagi orang lain khususnya bagian pariwisata Jakarta. Zaki belajar banyak hal selama ikut Abang – None, seperti ilmu dasar pemerintahan, politik, pariwisata, budaya, dan public speaking. Dari ajang ini, Zaki memberikan dampak positif dengan mempromosikan pariwisata Jakarta yang belum banyak diketahui seperti mengadakan acara di taman – taman kota, kerja sama dengan komunitas di RPTRA Jakarta Selatan, dan mempromosikan budaya Jakarta.

Setelah Abang – None, Zaki masih mau berkontribusi dan belajar lebih banyak lagi. Maka dari itu, saat dia diperkenalkan oleh Irsyad soal Rumah Millennials dan foundernya Taufan Teguh Akbari, Zaki melihat ini kesempatan bagus untuk connecting the dots dengan berbagai pemuda/I hebat yang tergabung dalam jejaring lintas bidang dalam Rumah Millennials.

Seru kan ceritanya Zaki? Masa – masa awal 20-an, terutama saat menjadi mahasiswa adalah kesempatan emas untuk menulusuri dunia di luar kampus dan jurusanmu. Kesempatan ada banyak, platformnya juga ada banyak, tinggal kamu tentuin maunya apa, fokusnya kemana, dan dampak apa yang ingin kamu hasilkan. Yuk, jangan diem – diem wae di kampus, jangan mainnya ama dia lagi – dia lagi, keluarlah dan jelajahi dunia yang lebih luas. Lihat Indonesia dari luar, supaya kamu bisa mengerti arti menjadi seorang pemuda/I Indonesia, sehingga saat kamu sudah berkarir nanti, kamu punya karakter yang lebih dewasa, kapabilitas yang lebih dari yang lain, dan pelajaran hidup yang lebih berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *