Tyovan Ari Widagdo: Mantan Kandidat Gak Lulus UN, Yang Sekarang Berhasil Membantu Banyak Orang Dalam Belajar Bahasa Asing

Siapa diantara kamu, yang dulunya anak warnet? Hayooo, dulu suka diem – diem ya, nyari cara bikin tagihan warnet murah? Kayak sosok yang satu ini dong, Tyovan Ari Widagdo.

Tyovan yang asli kelahiran Wonosobo, yang dari SMA sudah menemukan passion dan minatnya dibidang IT lewat aksinya yang nge-hack server warnet, biar tagihannya murah bahkan gratis. Dia mempelajari itu semua dari buku dan internet secara otodidak alias, belajar sendiri. Seniat itu ya, biar bisa internetan murah di warnet.

Tapi jangan salah sobat millennials! Gara – gara keisengan Tyovan, dia malah makin tertarik dengan dunia IT terutama dalam programming. Ada suatu hari Tyovan chattan sama bule lewat Yahoo Messanger (ehem, yang tahu YM berarti seangkatan!), ngobrol soal wisata di Wonosobo. Waktu itu, Wonosobo gak se-populer sekarang dengan Dieng jadi primadona destinasi wisata, jadi Tyovan berusaha bantuin bule itu biar dapet informasi soal wisata Wonosobo dengan cara membuat website namanya wonosobo.com. Tyovan ngejalanin website itu jomblo alias sendirian, makanya yang adminnya dia, jurnalisnya dia, nulis artikel dan update info ya dia juga. Namun, tak disangka Tyovan dapet banyak project dengan nilai puluhan juta, lalu diliput oleh Jawa Pos terus masuk koran. Di usia 16 tahun, Tyovan udah megang project besar dengan nilai puluhan juta, kalo kamu umur segitu ngapain aja hayooo?

Hasil dari proyek – proyek tersebut dipakai Tyovan untuk membeli laptop baru supaya dia gampang kerjain website wonosobo.com. Bergaya lah dia ke sekolah bawa – bawa laptop baru yang dia beli di Jogja hasil kerja kerasnya, temen – temennya yang pada saat itu masih belum punya laptop pada kagum semua sama Tyovan. Guru – gurunya pun mengapresiasi pencapaian Tyovan dengan karyanya dalam website wonosobo.com. Salah satu ‘apresiasi’ dari pihak sekolahnya adalah memberikan bimbingan Ujian Nasional (UN) gratis. Kenapa? Karena Tyovan jadi salah satu kandidat gak lulus UN, akibat terlalu sibuk ngurusin wonosobo.com, jadi nilai sekolahnya pun ambyar. Meskipun berdarah – darah, Tyovan berhasil lulus UN.

Setelah lulus, Tyovan akhirnya memilih masuk ke Binus di Jakarta, karena dia tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) besar. Alhasil, dia tidak lagi ngurusin website wonosobo.com, karena pindah ke Jakarta. Selama jadi mahasiswa, Tyovan semakin mendalami minatnya di bidang IT, dengan bikin beberapa project seperti pembuatan anti-virus, social media, dan bantu perusahaan asal Amerika Serikat jadi country manager saat era digital startup baru – baru mulai. Tak hanya itu, Tyovan juga merintis Bahaso sebagai project skripsi karena dia melihat banyak orang susah belajar bahasa Inggris karena tak ada akses dan biaya. Melihat tantangan era globalisasi yang mengharuskan punya skill bahasa asing minimal bahasa Inggris, Tyovan memilih membuat website Bahaso sebagai project skripsi.

Rupanya, sebelum Bahaso benar – benar menjadi project skripsi, Tyovan sudah menjadikan Bahaso berbadan hukum dalam bentuk Perusahaan Ternama (PT) dengan timnya 5 orang sejak 2015 lalu. Disinilah, karir Tyovan di dunia startup digital dimulai.

Bahaso kini semakin besar, dengan banyaknya pengguna baik dari Indonesia sebanyak 350 ribu siswa, maupun luar negeri. Bahaso mengenalkan alternatif bimbingan belajar (bimbel) kepada masyarakat dengan memberikan edukasi bahasa asing secara online, kapan dan dimana saja dengan metode yang interaktif, efektif, dan effisien. Bahaso punya dua bentuk; Pertama, ada interactive learning yakni siswa belajar dengan sistem seperti audio, teks, dan platform. Kedua, ada fitur praktek speaking dengan menyediakan guru professional untuk materi speaking.

Hal tersebut sejalan dengan misi Bahaso, yaitu meningkatkan level ekonomi masyarakat lewat penguasaan bahasa asing. Dengan ini, banyak masyarakat yang terbantu dalam hidupnya, ada yang terbantu mendapatkan beasiswa belajar di luar negeri, TKI di luar negeri jadi bisa belajar bahasa asing untuk berkomunikasi sehari – hari, dan pengusaha UMKM yang bisnisnya berkembang dengan mendapatkan customer asing baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

Atas dampak positif yang telah Tyovan berikan lewat Bahaso, dia mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi baik di dalam negeri maupun mancanegara. Tyovan masuk dalam Forbes Asia 30 under 30, sebagai salah satu dari 30 pemuda yang berpengaruh di dunia dari Asia. Tyovan juga mendapatkan penghargaan International Outstanding Youth dari kementrian Pemuda dan Olahraga pada acara Sumpah Pemuda. Dia pun mendapatkan kesempatan menjadi Country Representative & Evangelist Dolphin Browser Indonesia, Mobile browser for iOS and Android, Silicon Valley Based Company.

Kunci kesuksesan Tyovan, ada pada misi yang ia bawa dalam Bahaso. Setiap program yang dia bersama tim Bahaso lakukan, selalu berlandasan misi meningkatkan level ekonomi masyarakat lewat penguasaan bahasa asing. Tyovan juga menyeimbangkan antara idealisme dan realisme dalam menjalankan startup digitalnya, bahwa jangan sampai idealisme yang menjadi identitas hilang namun harus tetap seimbang dari segi profit.

Ke depannya. Tyovan dan tim Bahaso akan lebih mendalami permasalahan apa yang dihadapi oleh orang – orang Indonesia dalam belajar asing, khususnya di daerah – daerah terpencil. Di Bahaso ada program offline yang masuk ke daerah 3T: Terluar, Terasing, dan Tertinggal. Selain itu, Bahaso akan membantu memperjuangkan orang – orang yang sudah mampu belajar bahasa asing, untuk daftar beasiswa kuliah ke luar negeri, dan kerja di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *