Membangun Tim Dari Dalam Adalah Memahami Tim Itu Sendiri

Jakarta – RumahMillennials.com – Pada Sabtu 7 Desember 2019 lalu, Glints berkolaborasi dengan Ruang & Tempo mengadakan talkshow bersama speakers terbaik diantaranya Reydi Sutandang sebagai CTO & Co-Founder at Happy5, Steven Prasetya sebagai Marketing Manager at Qlue Smart City dan yang terakhir ada Gadis Lukman sebagai Head of People Operations at SIRCLO.

Glints merupakan sebuah Startup Singapura yang merintis pengembangan karir untuk anak muda. Bertujuan untuk menurunkan tingkat pengangguran di kalangan anak muda, Glints menghadirkan platform penemu karir dan platform pengembangan yang membantu para profesional muda menemukan passion mereka serta mengembangkan keterampilan karir yang relevan di Indonesia. Berlandaskan tujuannya, Glints menghadirkan topik “Building Team From Within” yang dimana membahas tentang permasalahan “Bagaimana caranya membangun tim pada fase awal ketika Startup itu baru berdiri?”.

Menurut Gadis, tantangan terbesar adalah dengan berbedanya generasi dan preferensi dalam bekerja bagi Millennials mengakibatkan banyaknya karyawan yang datang dan pergi dalam suatu perusahaan Startup dikarenakan kita tidak dapat memahami sepenuhnya visi, misi maupun motivasi. Solusinya, pihak perusahaan harus berupaya mengakomodasi kebutuhan mereka supaya lebih betah dan tak terjadi hal tersebut terulang kembali.

Dalam budaya kerja, di Qlue terdapat 3 nilai penting yaitu Sinergi, Eksekusi dan Integritas yang akan membentuk tujuan pegawai selaras dengan perusahaan. Berbicara tenaga kreatif pada fase awal tidak terlalu dibutuhkan untuk dipekerjakan tetap. Alangkah baiknya di outsourcing (freelance) saja, karena dapat menghemat biaya-biaya lain hal yang timbul ketika menjadi pegawai tetap. “Selama itu bisa di outsource, ya itu saja”, kata Steven. Akan tetapi, kalau misalkan tugasnya secara berulang dan kemudian kekurangan tenaga kerja, disitulah baru kita memperkejakan tetap.

Beda hal dengan Reydi yang mengatakan “Anggaplah seperti mencari pacar yang dimana kita harus cari tau kesamaan dan sedang menuju dengan tujuan yang sama”. Mulai dari requirement awal yang menjelaskan detail sesuai ekspektasi calon pegawai. Kalau di Happy5, cara kerja Interview berbeda dengan yang lain, yang membedakan adalah simulasi kerja secara langsung bersama teman-teman lainnya selama beberapa jam sekaligus memperkenalkan budaya kerja yang pada akhirnya akan di tanyakan “Bagaimana, suka ga dengan pekerjaan nya?”. Dan ketika Kontrak Kerja juga perlu disertakan NDA (Non-Disclosure Agreement), demi kepentingan HAKI terhadap apa yang akan dikerjakan oleh pegawai agar nantinya jika dia sudah keluar tidak dapat menggunakan atau membocorkan informasi yang bersifat rahasia salama dia kerjakan ketika menjadi pegawai di Startup-mu.

Nah, itu dia berbagai pengalaman mereka dalam membangun Startup-nya yang dibangun dari dalam tim. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk terus Berdaya, Berkarya & Bermakna, Sobat Millennials!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *