JAKARTA – RumahMillennials.com | Tahu gak sobat millennials? Menurut data dari World Bank, pada 2018 angkatan kerja perempuan (baik bekerja atau mencari pekerjaan) di Indonesia berusia 15 tahun ke atas sebesar 50,7%. Namun, sebenarnya angka tersebut masih terbilang rendah dalam standar internasional, dan jika kita bandingkan dengan sesama negara ASEAN seperti Kamboja, tingkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja mencapai 81,2%.

Mungkin kamu melihat banyak perempuan yang sudah bekerja, dan menempati posisi – posisi penting di perusahaan seperti CEO, General Manager, atau CFO, sehingga agak sedikit gak percaya dengan masih rendahnya partisipasi perempuan di dunia kerja. Namun, dalam praktiknya masih banyak perempuan Indonesia yang tidak mendapat posisi di dunia kerja, minimnya kesempatan dalam berkarya, bahkan tidak bekerja sama sekali.

Pola pikir seperti “ngapain perempuan sekolah dan kerja? Ujung – ujungnya jadi istri, lalu punya anak, dan harus mengabdi pada keluarga. Itu kodratnya wanita”, masih dianut oleh sebagian masyarakat, sehingga sulit bagi perempuan Indonesia untuk benar – benar merdeka dalam memutuskan jalan hidupnya.

Maka dari itu, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke 74, Rumah Millennials berkolaborasi dengan YSEALI Women Leadership Academy dan Girls Can Lead mengadakan M-Talks, dengan tajuk “Women For Independence Series”, yang dibagi jadi dua hari yaitu Jum’at (9/8 2019) dan Sabtu (10/8 2019) di @america Pacific Place Mall, Jakarta Pusat.

Di hari kedua penyelenggaraan “Women For Independence Series”, menghadirkan 4 keynote speakers yaitu:
1. Dara Nasution – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
2. Nadya Saib – Co CEO Wangsa Jelita & Advisor Rumah Millennials
3. Rinda Lim – Founder Project Semesta
4. Helianti Hilman – Founder of Javara
5. Rachel Abigail – Founder Girls Can Lead (Moderator)

Dara Nasution – Jubir PSI

Keempat speakers mempunyai keresahan yang sama, yaitu ekosistem dan budaya Indonesia yang membuat perempuan sulit berkembang dalam berkarir. Pola pikir seperti yang disebutkan diatas, lalu kesempatan bagi wanita untuk menempati posisi strategis di swasta maupun pemerintah juga masih kurang, sehingga secara praktik Indonesia masih terlalu didominasi oleh pria.

Padahal, wanita Indonesia banyak memiliki potensi yang bisa dimaksimalkan untuk pembangunan Indonesia. Banyak sosok – sosok wanita hebat di Indonesia pada masa lalu seperti RA Kartini dan Cut Nyak Dien yang mempunyai sisi berbeda dalam memperjuangkan hak – hak bangsa terutama emansipasi perempuan. Saat ini pun, banyak sosok – sosok wanita seperti Najwa Shihab, Yenny Wahid, dan Angkie Yudistia yang membuktikan bahwa mereka juga bisa menciptakan dampak positif bagi Indonesia.

Untuk itu, Nadya Saib, Rinda Lim, dan Dara Nasution sepakat bahwa dukungan lingkungan sekitar, sangat perlu untuk mempunyai life balance agar wanita bisa lebih maju dan mengembangkan potensi mereka. Lingkungan seperti keluarga, yang bisa menjadi tempat sharing untuk masalah yang dihadapi wanita, lingkungan kerja yang tetap menjaga kehormatan wanita dan membuka kesempatan untuk berkembang, dan juga pemerintah yang membuat regulasi terkait pemberdayaan perempuan.

Nadya Saib – CEO Wangsa Jelita

Memang mengubah suatu budaya dan pola pikir yang sudah mengakar dalam masyarakat tidak akan mudah dan cepat. Banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kuat dan sabar demi menciptakan ekosistem yang baik bagi perempuan dalam berkarya.

Namun jika tidak dimulai dari sekarang, maka kapan lagi? Indonesia sudah mau merdeka 74 tahun, dengan tagline “74 tahun Menuju Indonesia Unggul”, sudah saatnya wanita benar – benar merdeka dalam menentukan jalan hidupnya mereka. Mau jadi Ibu Rumah Tangga, wanita karir, wiraswasta, maupun pejabat publik, setiap wanita punya perannya masing – masing dalam masyarakat.

Mulai saat ini, mari kita sama – sama mengamalkan salah satu bunyi pembukaan Undang – Undang 1945 “Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa”. Itu artinya, wanita punya hak untuk merdeka dan hidup mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *