Aspirasi Diaspora Kepada Pemerintah Indonesia

JAKARTA – RumahMillennials.com | Pada Sabtu 10 Agustus 2019, Kongres diaspora Indonesia kembali digelar untuk kelima kali-nya di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Banyak sesi menarik yang bisa kita hadir sekaligus dapat insight menarik. Tapi, ada satu insight yang unik tentang diaspora saat sesi pembuka.

Dino Pati Djalal, selaku chairman of board of trustess IDN dalam sambutannya mengatakan bahwa ada 6 juta diaspora Indonesia di seluruh dunia, yang mempunyai potensi sangat besar untuk dimanfaatkan.

Selain itu Dino memaparkan aspirasi-aspirasi dari para Diaspora Indonesia:

  1. Bentuk Badan Nasional Diaspora. Wadah ini berguna sebagai tempat transit para diaspora dan juga platform informasi bagi mereka. “Dibentuk Badan Nasional Diaspora. Banyak diaspora ketika pulang, bingung harus melapor kemana dan siapa. Keahlian disalurkan di mana?” Selain itu, alternatifnya bisa merevisi BNP2TKI menjadi badan TKI dan diaspora.
  2. Berikan visa 10 tahun kepada diaspora yang telah menjadi non-WNI. Dino menganggap bahwa aspirasi ini bisa dilakukan mengingat India bahkan memberikan visa seumur hidup kepada diaspora Indonesia yang telah menjadi WNA.
  3. Merasa tidak ada anggota DPR yang mewakili diaspora. Banyak yang tidak tahu anggota yang mewakili mereka dan merasa kepentingannya tidak terwakili di DPR.
  4. Berikan fasilitas penguburan bagi diaspora yang meninggal di luar negeri untuk dapat dikuburkan di Indonesia. Ini masalah yang manusiawi karena sering kali terkendala aturan yang sulit.
  5. Gunakan pendekatan yang kultural bukan legalistis untuk bisa merangkul diaspora. Pendekatan yang legalistis hanya bisa dan berlaku untuk TKI. Diaspora menginginkan pendekatan yang sifatnya kultural dan kita juga harus fokus pada aspek kebudayaan.
  6. Bakukan istilah diaspora di jajaran pemerintahan. Dino juga menyarankan adanya unit diaspora di setiap pemerintah daerah.
  7. Jaga generasi kedua diaspora terutama soal aspek ke-Indonesiaan. Masih banyak diaspora yang tinggal di luar negeri tetapi masih cinta dengan Indonesia.
  8. Kaji ulang Moratorium TKI di Timur Tengah. Perlu diperhatikan system rekrutmen dan perlindungan bagi TKI disana.
  9. Tetapkan tanggal 8 Juli sebagai hari diaspora Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *