Stephanie Cecillia: Gak Semua Ilmu Eksakta Adalah Kunci Kesuksesan

JAKARTA – RumahMillennials.com | Hai, Sobat Millennials! Gimana nih kabarnya? Semoga baik-baik aja ya.

Nah, ngomong-ngomong tentang millennials, digital era atau era 4.0 selalu masuk ke dalam rubrik pembahasan. Pada Selasa, 9 Juli 2019 kemarin, Drg. Stephanie Cecillia yang merupakan Ketua Bidang Kesehatan Umum Rumah Millennials berbagi cerita mengenai kehidupan perkuliahan dan digital area atau era 4.0 dengan teman-teman Komunitas MPK Kabupaten Bogor dalam rangka “7th Gathering & Halalbihalal Komunitas MPK Kabupaten Bogor”. Bertempat di Labschool Kornita IPB, Dramaga, sesi talkshow ini dimoderatori langsung oleh saya mulai pukul 10.30 WIB.

Cecil mengatakan bahwa, dulu, stigma anak jurusan MIPA selalu kepada FK, FKG, IT, teknik industri, atau teknik kimia. Kampusnya, ITB, UI, UGM, atau UNPAD. Tapi, di sini yang harus ditekankan bukan hal akademis saja, pengembangan diri juga penting banget lho, Sobat Millennials! Dulu, Cecil juga berkeinginan untuk masuk ke FK karena untuk jurusan MIPA yang paling bagus adalah FK dan FKG. Namun, setelah ia lulus dari FKG dan menjadi dokter gigi, everything has changed.

Dulu, masyarakat berpikir kalau profesi seorang dokter menjadi suatu profesi yang keren banget, entah karena profesinya mulia karena bisa membantu orang atau lain sebagainya. Namun, saat ini semuanya sudah berubah dengan adanya profesi baru yang muncul berkat digitalisasi.

Bahkan sekarang, learning platform gak cuman dari instistusi tempat kita belajar aja, semisal sekolah atau universitas, tapi juga dari organisasi, webinar tentang softskills, dan lain sebagainya. Cecil menekankan, ketika kita memiliki keinginan untuk masa depan, pilihlah itu karena memang kita mau, bukan karena “kayaknya ke sini bagus nih” atau mungkin “oh ini passing gradenya tinggi nih” atau karena “gue paling pinter nih di kelas” dan akhirnya kita cuma ikut-ikutan.

Menurut Cecil, in the real world, yang akan membangun karir kita adalah hardskills dan softskills. Bagaimana kita mengembangkan diri kita untuk benar-benar siap. Jika kita ingin memilih FK, kita gak cuman nyiapin hardskillsnya aja, misalnya belajar untuk SNMPTN atau SBMPTN aja, tapi juga gimana kita bisa grow-up. Contohnya, tahan akan tekanan, aktif bersosialisasi, dan join networking. Karena jika kita hanya mempersiapkan untuk SNMPTN atau SBMPTN aja, ya kita hanya terfokus pada hardskills aja. Mungkin di lain sisi, Tuhan akan mempersiapkan jalan jika kita memiliki softskills bagus. Menurut Cecil, personality test merupakan jalan yang harus dilakukan untuk mengetahui jurusan apa yang cocok untuk kita. Karena, gak semua ilmu eksakta, semisal FK atau FKG adalah kunci kesuksesan. Oleh karena itu, yang terpenting sekarang adalah menetukan yang sebetulnya paling cocok untuk diri kita jangan sampai ketika kita masuk jurusan tersebut, kita malah gak enjoy.

Selain mengasah kemampuan hardskills dan softskills, Cecil juga punya tips and trick nih untuk mengenal diri yaitu dengan cara membuat mind maps. Dengan membuat mind maps, kita akan tahu jurusan apa yang cocok untuk kita, tujuan kita apa, dan tipe diri kita seperti apa. Selain itu, Cecil juga membuat future board, untuk memperoleh gelar cumlaudenya. Goals selama 3 bulan ke depan ia tulis dalam future board tersebut hingga ia dapat memprediksikan tahun kelulusannya. Dalam goals-goalsnya, ia mendeskripsikan strategi-strategi apa saja yang harus ia tempuh contohnya, perhari ia harus belajar berapa jam.

Gimana nih, Sobat Millennials masih dilema pilih jurusan? Atau masih ragu dengan dunia perFKGan? Atau masih belum bisa mengasah hardskills dan softskills? Intinya, semuanya harus diawali dengan niat ya, Sobat Millennials. jangan lupa berdoa dan minta restu kedua orang tua. Dan tambahannya dengan membuat mind maps, future board, juga test personality kalian melalui platform-platform yang dapat kalian cari di Google.

Selamat dan semangat, Sobat Millennials!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *