Kebahagiaan Bukanlah Komparasi

RumahMillennials.com | Halo sobat millennials, kita sering mendengar kata bahagia dan bagaimana syarat-syarat mencapai kebahagiaan. Tetapi, sekarang definisi tentang kebahagiaan itu sendiri hilang dalam diri kita. Kita semua manusia disini dan tentunya sebagai manusia wajar bila kita menginginkan hal-hal yang hebat.

Kita juga menemukan bahwa manusia adalah makhluk yang ambisius, dalam arti ketika kita berhasil mencapai suatu target, kita akan meningkatkan target kita, sehingga ekspektasi kita terhadap sesuatu juga tinggi. Menurut saya itu wajar, karena dalam sejarah manusia pun selalu diwarnai dengan target-target yang ambisius.

Oke, sekarang kita lihat sejenak realita. Kita sekarang menjadi pengguna setia media sosial, sehingga kita mengetahui berbagai informasi mulai dari magang, kegiatan kerelawanan dan melihat aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. Nah, ini dia yang menurut saya agak bermasalah. Ketika kita melihat aktivitas orang lain melalui media sosial, seperti Instagram atau Facebook, timbul muncul rasa kagum sekaligus iri.

Secara sadar maupun tidak, benak kita akan berkata dengan kemungkinan-kemungkinan seperti ini “wah, sibuk banget nih orang”, “gila hebat banget nih orang”, “enak ya dia temennya banyak” dan berates-ratus anggapan lainnya. Dengan adanya pikiran seperti itu, kamu sedang mentransformasi fungsi media sosial dari alat komunikasi dan informasi menjadi alat pembanding.

Anggapan-anggapan ini yang membuat kita merasa jadi rendah diri dan tidak percaya diri. Ketika melihat bahwa orang lain jauh lebih sukses ataupun setidak-tidaknya lebih sibuk dari kita, kita jadi mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain sehingga membuat ukuran keberhasilan yang berdasarkan apa yang telah dialami oleh orang lain.

Itu mungkin dapat memicu kita untuk bekerja lebih keras, tetapi kerja keras itu akan terasa percuma karena menggunakan definisi orang lain sebagai ukuran kesuksesan. Konsekuensinya adalah kita tidak menemukan arti kebahagiaan versi kita sendiri dan berusaha keras hanya untuk menyaingi orang lain.

Bagi sobat millennials yang telah berhasil melawan itu, saya sangat takjub, karena di era yang sekarang sangat cepat perkembangannya, kemampuan mengendalikan diri sangat dibutuhkan dan kamu mampu mengendalikan diri sehingga kamu telah memiliki definisi kebahagiaan versi dirimu sendiri. Tetapi, jika ada yang masih berusaha keras untuk melawan hal tersebut, satu langkah kecil yang harus kita lakukan adalah Berhenti Membandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain.

Itu memang langkah kecil yang berat tetapi harus kita lakukan. Kesuksesan bukanlah berasal dari definisi orang lain, sama juga dengan kebahagiaan. Kita tidak bisa membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena nasib kita dan rejeki kita pun berbeda. Bukankah kamu berhak untuk mendefinisikan kebahagiaan diri sendiri masing-masing?. Kalau saya, definisi kebahagiaan adalah rasa puas diri dengan ekspektasi yang wajar. Puas diri karena berhasil mencapai sesuatu dengan ekspektasi yang bisa digapai dengan usaha yang maksimal.

Mulailah lakukan hal yang kamu cintai dan cintailah hal itu. Dari situ akan muncul definisi kebahagiaan versimu. Kamu pasti punya definisi kebahagiaan sendiri. Yuk, kita mulai menuliskan definisi kebahagiaan versi kita sendiri.(rizky)

Siblings Rumah Millennials

Saya adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Bidang yang saya minati adalah Politik, Keamanan, Hubungan Internasional, Filsafat, Agama, Lingkungan, Pendidikan dan Pengembangan kepemudaan. Memiliki passion dalam menulis artikel dan membaca buku. Beberapa bulan lalu bergabung di Rumah Millennials dan menjadi Kepala Bidang Riset dan Pengembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *