Into The Light Mengajak Media Untuk Mengambil Peran Dalam Pencegahan Bunuh Diri

Into The Light Mengajak Media Untuk Mengambil Peran Dalam Pencegahan Bunuh Diri

JAKARTA – RumahMillennials.com | Dalam rangka menyambut bulan pencegahan bunuh diri sedunia 2018, Into The Light Indonesia bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan RI, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, dan Lembaga bantuan Hukum (LBH) Pers mengadakan seminar bertajuk “Peran Media Dalam Pencegahan Bunuh Diri”.

Bertempatan di Sanggar Prathivi Building, Pasar Baru, Jakarta Pusat, seminar ini bertujuan untuk membahas peran media massa dalam strategi pencegahan bunuh diri nasional da peningkatan derajat kesehatan jiwa. Dihadiri oleh beberapa pembicara seperti:

  1. Adi Prasetyo – Ketua Dewan Pers
  2. Gading Yonggar Ditya – Pengacara Publik LBH Pers
  3. Nurul Qomariah Pramisti – Redaktur Eksekutif Tirto.id
  4. Iqbal Maesa Febriawan – Peneliti Into The Light Indonesia
  5. Perwakilan Linkin Park Fans Indonesia
  6. Siswanto – Perwakilan AJI sebagai Moderator

Seminar ini menutup rangkaian kegiatan dan kampanye peringatan bulan pencegahan bunuh diri sedunia yang telah diadakan oleh Into The Light Indonesia sepanjang bulan September 2018. Hari pencegahan bunuh diri sedunia diperangit setiap tahunnya pada tanggal 10 September.

Tema yang diusung tahun ini adalah “Working Together To Prevent Suicide”. Tema ini menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mengupayakan pencegahan bunuh diri serta peningkatan pemahaman dan peran public terhadap kesehatan jiwa di Indonesia. Dalam hal ini, media massa memegang peranan strategis sebagai penyebar informasi dan edukasi bagi masyarakat.

Sebagai media yang turut mendukung edukasi mental health kepada masyarakat, Tirto.id memutuskan untuk tidak mempublikasikan berita mengenai kasus bunuh diri yang dilakukan public figure maupun masyarakat umum. Menurut Nurul Qomariah Febriawan,redaktur eksekutif Tirto.id, meskipun mempunyai potensi keuntungan dari click bait, namun Tirto.id memutuskan untuk tidak memberitakan kasus bunuh diri yang dilakukan seorang pria yang meliput dirinya gantung diri lewat live Facebook.

Hal ini dilakukan demi mencegah orang – orang yang sedang mengalami stress dan depresi untuk mengikuti pria tersebut bunuh diri. Selain itu, bagi keluarga yang ditinggalkan, berita bunuh diri sangat sensitif dan akan memberikan efek negatif kepada mereka.

Nurul menambahkan, meskipun media wajib menyampaikan berita dengan fakta, namun mereka tidak bisa sembarangan memberitakan kasus bunuh diri. Perwakilan dari Linkin Park fans Indonesia pun setuju dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, media harus memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang bunuh diri dan lebih simpati kepada keluarga yang ditinggalkan.

Tentu kita sebagai pemuda Indonesia juga tidak bisa sembarangan sharing berita – berita mengenai bunuh diri, sekalipun yang melakukannya adalah seorang public figure yang terkenal. Karena, bukan tidak mungkin, orang – orang disekitar kita, yang mungkin kita tidak tahu bahwa mereka sedang mengalami stress dan depresi, berniat untuk mengikuti jejak korban bunuh diri itu.

Sebagai millennials Indonesia yang cerdas, kita turut membantu media, komunitas Into The Light, dan Kementrian Kesehatan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental. Berhati – hati dalam berkomunikasi baik melalui online maupun offline, serta bantu orang – orang disekitar kita yang mengalami masalah depresi. Yuk, jadikan Indonesia sehat mental menuju bonus demografi 2020. (audi)

Journalist and Publication Coordinator at Rumah Millennials
The man who love to share about interesting and unique story of Indonesia as well as youth development through youth organization community. Currently, Audi started his career as public speaker in radio and being freelance MC and Moderator for several events

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *