MISI 9: Pendidikan Itu Emang Penting! Tapi Pendidikan Yang Kayak Gimana Yang Penting? Feat Indra Sugiarto

MISI 9: Pendidikan Itu Emang Penting! Tapi Pendidikan Yang Kayak Gimana Yang Penting? Feat Indra Sugiarto

JAKARTA – RumahMillennials.com | Sobat millennials semua pasti tahu kalau pendidikan itu emang penting. Pendidikan bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Pendidikan bisa memajukan intelektual kita lebih baik, mengerti yang mana yang baik dan benar, memahami segala aspek yang ada di kehidupan, dan pastinya akan memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan lebih baik.

Tapi sobat millennials, pendidikan yang seperti apa yang penting? Yang kamu tahu soal pendidikan itu apa sih? Kita awal masuk sekolah dari Taman Kanak – kanak (TK), terus lanjut sekolah 6 tahun di Sekolah Dasar (SD), terus 3 tahun di Sekolah Menengah Pertama (SMP), terus 3 tahun lagi di Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terus kuliah di Perguruan Tinggi dengan target 4 tahun.

Alur pendidikan formal pada dasarnya seperti itu. Apa ini yang disebut dengan pendidikan? Apakah pendidikan itu seperti kita belajar di kelas, duduk dengerin guru jelasin, kerjaiin Pekerjaan Rumah (PR), terus ulangan sampai Ujian Akhir Semester (UAS), terus naik kelas, lulus, dapet rapor atau ijazah yang harapannya nilai – nilai kita ada di rasio angka 80 – 100, terus kamu langsung seperti ‘horeee, nilaiku bagus. Bisa masuk PTN! Masa depan cerah! Orang tua bangga! Guruku bangga! Aku bangga!’? Yang seperti inikah yang disebut pendidikan?

Sobat millennials, apakah kamu tahu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) periode Februari 2018, jumlah lulusan Universitas yang diterima kerja hanya sekitar 9,22% atau 11,71 juta orang. Kondisi lebih miris terjadi pada lulusan Diploma I/II/III, hanya 5,50 juta orang atau 2,75% yang mendapatkan pekerjaan. Selebihnya, tenaga kerja di Indonesia masih di dominasi oleh lulusan pendidikan rendah seperti SD 41,80% atau 53,11 juta orang dan SMP 18% atau 22,88 juta orang.

Kebanyakan lulusan SD dan SMP tersebut 38,11% bekerja sebagai buruh. Itu artinya tingkat pendidikan tinggi tidak menjamin kamu akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Butuh lebih dari sekedar gelar sarjana untuk bisa bersaing dalam pasar tenaga kerja.

Terlebih lagi, Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimana pesaing kamu bukan hanya tenaga kerja dari Indonesia saja tapi dari seluruh negara ASEAN. Tahun 2020 Indonesia akan memasuki bonus demografi, momen yang sangat krusial untuk kemajuan Indonesia.

Secara global, kita juga sedang memasuki revolusi industri yang ke-4 atau dikenal dengan istilah Industri 4.0. Soft skill seperti kerja sama tim (coordinating with others), pemikiran kritis (critical thinking), dan penyelesaian terhadap masalah kompleks (complex problem solving) adala tiga dari sepuluh skill yang harus dikuasai untuk bisa bersaing di industri 4.0.

Jadi apakah pendidikan Indonesia sudah siap dalam menghadapi industri 4.0? Apakah kamu sudah cukup mampu membangun karir kamu ditengah persaingan yang semakin ketat? Apakah pendidikan yang saat ini diterapkan oleh pemerintah sudah menyiapkan bekal untuk bonus demografi 2020?

Simak ulasan selengkapnya dalam video Millennials berdiskuSI (MISI) bersama saya Audi Rahmantio dan founder Katalis Education, Masuk Kampus, dan Tentor, Indra Sugiarto. Jangan lupa untuk subscribed channel Youtube Rumah Millennials, Like & Comment, dan share di social media sobat millennials.

Check it out!

Journalist and Publication Coordinator at Rumah Millennials
The man who love to share about interesting and unique story of Indonesia as well as youth development through youth organization community. Currently, Audi started his career as public speaker in radio and being freelance MC and Moderator for several events

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *