Meet The Siblings: Cerita Asih Dewi Karim Yang Hobinya Membantu Orang Lain

Meet The Siblings: Cerita Asih Dewi Karim Yang Hobinya Membantu Orang Lain

RumahMilennials.com | Hai Sobat Millennials, kali ini saya mau ngajakin kamu untuk kenalan sama salah satu Siblings Rumah Millennials yang punya jiwa sosial sangat tinggi. Gimana gak, dia melakukan segala aktivitas baik itu sebagai entrepreneur atau member komunitas dengan niat utama: Bantu hidup orang lain. Kenalin ini Asih Dewi Karim, atau biasa dikenal Maminya siblings Rumah Millennials.

Sore itu saya bertemu dengan Kak Asih di salah satu mall di Jakarta. Tadinya mau ngopi di café’ gak tahunya dia puasa dan saya juga puasa. Yah, akhirnya kita berdua ngobrol aja di luar tepatnya di smoking area. Maklum, nyari tempat terbuka yang gratis di Jakarta itu langka.

Awal Perjalanan Kak Asih,
Kak Asih mulai ceritanya saat dia kuliah di Universitas YAI Jakarta dengan jurusan komunikasi. Ini jurusan yang dibilang sama ‘nyeleneh’ karena kakak – kakaknya itu ambil jurusan seperti ekonomi dan hukum, tapi Kak Asih sendiri yang ngambil komunikasi. Awalnya gak disetujui sama orang tua karena jurusan itu gak dianggap sebagai ilmu pasti. Namun, Kak Asih bilang “komunikasi bukan Cuma untuk berkomunikasi, tapi gw yakin gw bisa berkarir di dari sini sesuai passion yang berawal pengen kerja di TV”.

Kak Asih sudah hidup mandiri sejak kuliah. Sembari kuliah, dia juga bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan BUMN di bagian finance. Dua tahun Kak Asih kuliah – kerja terus, dia merasa ‘no life’ karena dia tidak sempat mengikuti organisasi kecuali terlibat dalam organisasi sekolah Marching Band yang sudah dari kelas 2 SMA.

Berawal tahun 2012 waktu itu masih zaman BBM, dimana ada broadcast mengenai kegiatan volunteer bersama anak – anak cancer. Kak Asih tertarik apalagi dia suka dengan dunia anak – anak. Akhirnya dia daftar bersama coordinator acara namanya Teh Fiki. Teh Fiki lagi bikin acara ‘Mom and Kids’ dari komunitas bunda gaul yang sekarang menjadi Wajah Bunda Indonesia (WBI) dan mengundang anak – anak dari Yayasan Pita Kuning.

Dari mengikuti kegiatan volunteer tersebut Kak Asih jadi kenal akrab dengan Teh Fiki. Fiki Maulani seorang founders komunitas para bunda kece di Indonesia saat itu Kak Asih pun ikut terlibat membantu Teh Fiki di WBI. Banyak kegiatan yang diadakan di WBI seputar dunia Bunda anak dan keluarga. Sering kali membuat kegiatan tersebut di Mall Kak Asih yang membantu Teh Fiki dan salah satu partner terbaik juga bersama Kak Nuno. Hubungan inilah yang mengawali sepak terjang Kak Asih dalam berkomunitas di Jakarta.

Mulai Terlibat Dalam Kegiatan Komunitas
Setelah ikut kegiatan tersebut, Teh Fiki mengajak Kak Asih untuk ikut dalam kegiatan kumpul komunitasnya di hotel Shangrila. Nama komunitas tersebut adalah Rotaract Club Semanggi. Teh Fiki pada hari itu gak bisa datang, dan Kak Asih sebenarnya terjebak dalam meeting Rotaract Semanggi karena gak enak sudah diajak Teh Fiki. Akhirnya Kak Asih tetap mengikuti meeting tersebut dan datang lagi di setiap hari Selasa berikutnya.

Di pertemuan selanjutnya ada guest speaker dan dari situ Kak Asih baru tahu kalau Rotract Semanggi bergerak di bidang sosial yang dibawahi langsung oleh Rotary International. Akhirnya Kak Asih memutuskan untuk menjalankan kegiatan di Rotaract karena selain jarak dari rumahnya yang gak begitu jauh, Kak Asih yakin networking yang dibangun di Rotaract akan memberikan dampak positif kepada dirinya. Perjalanan di rotaract semanggi dari sebagai anggota hingga sampai jabatan Vice President.

Selain ikut Rotaract Semanggi, Kak Asih saat itu mengikuti seleksi duta muda Transmania yang dibuat dari PR Trans TV. Akhirnya Kak Asih diterima Transmania Broadcasting Camp sebagai bagian perwakilan Jakarta dari 5 kota besar periode 2012 – 2015.

Salah satu project yang dikerjakan di Transmania adalah membantu kegiatan program kreatif tim PR Trans TV salah satunya menjadi terlibat dalam kegiatan social Trans TV, crew program TV Indonesia Mencari Bakat 4 & 5, hingga acara sahur. Kak Asih mendapatkan pengalaman berkegiatan aktif di dunia per Televisian salah satunya menjadi tim di balik layar.

Setelah aktif mengikuti Transmania, Kak Asih semakin menambah networking nya lagi di komunitas Rotaract. Saat itu ada konferensi Internasional Rotaract seluruh Asia Pasifik di Hongkong, Kak asih ikut jadi peserta sebagai perwakilan Indonesia dari Rotaract Semanggi.

Dari situ Kak Asih terbuka pikirannya karena banyak sharing dengan teman – teman baru dari berbagai kota di Indonesia maupun di Asia. Di tahun 2015 pun menjadi Indonesia menjadi tuan rumah sebagai konferensi Internasional Asia Pasifik di Jogja dan Kak Asih menjadi bagian panitia salah acara tersebut.

Awal Pertemuan Dengan Taufan Akbari
Suatu hari Kak Asih mengikuti kegiatan lain mencoba keluar dari comfort zonenya di Rotaract. Namanya Indonesia Community National (ICN) atau pencetus hari komunitas nasional. Awalnya Kak Asih ikut sebagai volunteer di acara ICN dari tahun 2013.

Disinilah pertemuan pertama Kak Asih dengan Mas Taufan Akbari selama 3 tahun kegiatan ICN bisa ikut terlibat di dalamnya. Dari awal bertemu Mas Taufan Akbari, Kak Asih sudah menganggap dia sebagai sosok yang menginspirasi semangat anak muda, keren dan bisa jadi panutan.

Salah satu prestasi yang membuat Ka Asih terkesan dari Taufan Akbari adalah saat di ICN 2015, Mas Taufan dan tim ICN berhasil memecahkan rekor MURI dengan mengadakan marathon speech lebih dari 250 anak muda menyuarakan aspirasinya dalam waktu sekitar 5 jam. Mas Taufan dan Kak Asih juga sudah sering ngobrol dan diskusi selama partisipasi Kak Asih dari tahun 2013 sampai 2015 jadi Mas Taufan tahu keaktifanya Kak Asih di berbagai komunitas hingga di Rotaract Semanggi.

Bangkitnya Jiwa Entrepreneur
Setelah ikut ICN, Kak Asih menyelesaikan kuliahnya di tahun 2015. Di tahun itu juga Kak Asih meneruskan usahanya di bidang event organizer bersama sahabat smp nya Emvrio Production. EO yang bergerak sebagai penyelenggara Prom Night anak SMA di Jakarta dan EO entertaintment. Kemudian Kak Asih pun bekerja mencoba di dunia startup di bidang agency communication yang bernama Hepi.inc, saat itu di bagian public relation.

Dua tahun kemudian, Bapak Kak Asih ada niatan untuk pensiun dan ingin menyerahkan usaha kulinernya, Kantin Pak Karim (KPK) ke anak – anaknya. Karena Kak Asih yang paling dekat dengan Bapaknya, jadilah Kak Asih yang meneruskan usaha kuliner KPK yang sudah lebih dari 25 tahun Pak Karim rintis.

Kantin Pak Karim berada di Gedung Arthaloka yang sekarang menjadi Menara Taspen kawasan wilayah Sudirman, Kantin Pak Karim sangat khas dengan makanan dan sosok seorang Pak Karim. Kak Asih saat mulai mencoba belajar memanage kegiatan operasional kantin bersama Bapaknya hingga menggunakan digital untuk meningkatkan KPK salah satunya dengan social media.

Selain itu, Kak Asih bersama dengan kakaknya mencoba membuat satu menu baru yang dinamakan #segocampur KPK memang menyediakan berbagai macam makanan khas Indonesia, di #segocampur inilah kombinasi makanan Indonesia tersebut dipadukan. Produk ini dijual masih secara online di social media @kantinpakarim.

Di sisi lain, Kak Asih juga punya passion lain di dunia wedding organizer. Dimana saat itu sudah dari tahun 2014 suka membantu teman-teman nya menikah yang akhirnya saat itu mencoba suka freelance WO bareng teman-temannya.  Karena saran dari rekan – rekannya untuk membuat WO sendiri, akhirnya baru awal 2018 ini Ka Asih membuat WO yang dinamakan ADK and Friends. Ini semua Kak Asih lakukan demi membantu orang.

Kak Asih bilang “karena kalo orang lain seneng, ya berkahnya juga ke kita. Jadi ya udah gw buat semua ini memang buat bantuiin orang lain, yang penting mereka terbantu dan berkahnya ya ke kita juga”. Jadi sekarang Kak Asih kesehariannya mengurus bisnis kuliner keluarga KPK, EO di Emvrio sebagai tim Finance, dan WO ADK and Friends. Kak Asih baru menyadari ternyata dia punya jiwa di bidang entrepreneur dan sekarang ingin meningkatkan lagi skill di dunia entrepreneur.

Pertemuan Pertama Dengan Rumah Millennials
Setelah ikut ICN di 2015, Kak Asih sempat gak ada kontak dengan Mas Taufan. Lalu Kak Asih kembali mengontak Mas Taufan dan ingin dilibatkan di berbagai kegiatan komunitas. Awalnya, Kak Asih ikut Mas Taufan untuk di komunitas Inspirasi Dosen. Tapi dia merasa gak cocok tidak sesuai dengan dirinya karena kebanyakan orang – orang di dalamnya adalah dari LSPR. Dia pamit baik – baik dengan Mas Taufan.

Saat itu, Mas Taufan udah sharing ke Kak Asih soal Rumah Millennials tapi bukan Rumah Millennials namanya, awalnya namanya MillennialsID. Tapi karena masih sebatas ide, jadi Kak Asih belum terlalu terlibat.

Akhirnya satu hari Kak Asih tahu Mas Taufan mengadakan pertemuan dengan teman – teman baru barengan juga sama Mas Ferdian (saat ini admin website RM) di Kolla Space. Saat itu namanya sudah Rumah Millennials. Kak Asih minta ke Mas Taufan untuk bergabung dengan Rumah Millennials. Dari sinilah awal cerita Ka Asih dengan Rumah Millennials.

Kak Asih yakin karna dia cukup punya bekal untuk terlibat dengan Rumah Millennials karena ke-aktifannya di Rotaract Semanggi maupun berbagai komunitas. Terlebih lagi, Kak Asih juga punya pengalaman yang tidak berkenan sebagai kaum Millennials oleh atasannya di tempat kerjanya. Visinya cocok dengan Mas Taufan, akhirnya Kak Asih benar – benar bergabung dengan Rumah Millennials.

Pertemuan pertama dengan Rumah Millennials akhirnya dimulai beberapa hari sebelum bulan puasa 2017. Di RM ini bertemu dengan orang-orang baru yang sebelumnya tidak kenal di dunia komunitas yaitu ada dengan Vicky, Ria, Ina, dan Bang Kama.

Mas Taufan akhirnya mempercayakan Community Development ke Kak Asih agar sistem managementnya Rumah Millennials lebih rapih. Kak Asih memutuskan untuk memilih Rumah Millennials sebagai komunitas yang akan diseriusin sebagai dunia tempat ia aktif dalam pengabdian masyarakat selain menjalankan usahanya.

Hikmah Dari Cerita Kak Asih
Kesan saya saat denger cerita Kak Asih adalah ternyata memulai sesuatu itu sebenernya simpel, sesimpel niatnya cuma mau “bantu banyak orang”. Tiga kata ini simpel, tapi sekali kamu punya niat seperti ini dalam hati, maka apa yang kamu lakukan sudah tahu dedikasinya untuk apa. Seperti itulah Kak Asih, tiga usahanya dan satu kegiatan komunitas yang dia jalankan semuanya berawal hanya ingin membantu hidup orang dan bermanfaat bagi banyak orang.

Selagi masih muda, masih banyak waktu dan energi, teruslah aktif di berbagai kegiatan positif bersama orang – orang yang memancarkan energi positif juga. Mungkin kesannya Kak Asih itu sibuk banget, tapi sebenernya Kak Asih itu produktif. Terlihat dari semua kegiatan yang dia jalani baik itu di bisnis maupun komunitas.

Lelahnya Kak Asih adalah lelah yang membahagiakan dan positif. Disaat orang lain mengeluh dengan pekerjaanya yang sibuk, Kak Asih bisa mengurus tiga bisnisnya dan aktif di komunitas tanpa mengeluh capek atau stress. Itulah yang terjadi saat kamu punya niat dan tujuan yang jelas dari setiap kegiatan kamu.

Jadi niatkan setiap aktivitasmu untuk kebaikan, jadi kamu sendiri gak capek dan stress. Karena jika punya niat baik, hal – hal baik pun akan datang kepada kamu bahkan saat kamu dalam masa sulit.(audi)

 

Journalist and Publication Coordinator at Rumah Millennials
The man who love to share about interesting and unique story of Indonesia as well as youth development through youth organization community. Currently, Audi started his career as public speaker in radio and being freelance MC and Moderator for several events

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *