5 Tips Mengelola Keuangan Untuk Generasi Millennials

5 Tips Mengelola Keuangan Untuk Generasi Millennials

RumahMillennials.com | Menurut majalah Time Magazine generasi millennials atau biasa juga disebut ‘Gen Y’ adalah mereka yang lahir di kisaran tahun 1980 – 2000. Itu artinya, saat ini generasi millennials hampir sebagian besar sudah masuk ke usia produktif kerja. Bahkan bagi mereka yang masih mahasiswa, beberapa dari mereka sudah menghasilkan uang dengan bekerja di industri kreatif seperti influencer, blogger, celebgram, dan bisnis online.

Namun, yang selalu jadi perhatian baik bagi kalangan praktisi ekonomi, perusahaan – perusahaan keuangan, dan orang tua adalah behavior dari generasi millennials dalam mengelola keuangan mereka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di berbagai negara, ada suatu benang merah yang menyimpulkan bagaimana generasi millennials mengatur keuangan. Generasi millennials diprediksi akan mengalami kebangkrutan lebih awal dibandingkan dengan generasi – generasi sebelum mereka, gen X dan baby boomers. Ini dikarenakan generasi millennias lebih senang menghabiskan uangnya untuk kegiatan konsumtif demi eksistensi mereka di sosial media dibandingkan untuk tabungan jangka panjang.

Ligwinna Hananto, seorang Financial Trainer dan Founder QM Finance pun memiliki pandangan yang sama mengenai pengelolaan keuangan generasi millennials. Dalam sharingnya di aplikasi podcast Inspigo, orientasi pengeluaran generasi millennials juga lebih tertarik dalam hal experience seperti travelling, makan di restoran bergengsi, dan memiliki barang baru ketimbang berinvestasi dan menabung untuk dana pensiun. Millennials tidak takut kalau nanti sudah pensiun tidak punya dana pensiun atau tidak ada dana untuk membeli rumah.

Padahal, menurut Ligwina, tahun 2025 – 2055 Indonesia akan mencapai fase golden age dimana usia penduduk produktif akan lebih banyak daripada non-produktif. Sehingga, kebiasaan mengatur keuangan per individu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara. Itu sebabnya, pola mengatur keuangan bagi generasi millennials akan menentukan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Karena itu, mengelola keuangan tidak hanya untuk pribadi tapi untuk masa depan Indonesia.

Untuk itu, berikut 5 tips yang bisa dilakukan oleh generasi millennials dalam mengatur keuangan:

  1. Kuatkan Niat, Tahu Tujuannya Dan Tentukan Prioritas

Setiap kali kamu ingin memulai sesuatu, haruslah diawali dengan niat yang baik, tahu tujuannya apa, dan menentukan prioritas. Begitu juga dengan mengelola keuangan, butuh niat yang kuat agar kamu bisa komitmen, tahu tujuannya apa sehingga tidak salah sasaran, dan menentukan prioritas agar lebih terarah.

Sederhanakan saja pola pikir kamu. Saat kamu memiliki keuangan pribadi yang sehat, maka hidup kamu pun akan lebih tenang dan terarah. Kamu tidak perlu takut saat melakukan pengeluaran atau menabung, kamu juga tidak khawatir saat kamu mengalami kesulitan keuangan, dan kamu tahu untuk apa kamu bekerja keras setiap hari.

  1. Konsultasi Dengan Financial Advisor Yang Terpercaya

Dalam sharing session di aplikasi podcast Inspigo, Aakar Abysa Fidzuna founder Jouska ID, keresahan yang dialami kaum kelas menengah terutama dari generasi millennials adalah middle income trap. Ada pepatah yang populer di masyarakat: “saat pendapatnmu naik, gaya hidup dan kebutuhanmu akan naik”. Misalnya, gaji kamu awal kerja hanya Rp 4 juta, kamu setiap hari bawa bekal makan siang atau makan di kantin belakang kantor. Tapi saat kamu naik gaji jadi Rp 10 juta, kamu makan siang di restoran mahal atau di food court mall setiap hari.

Inilah yang disebut oleh Aakar sebagai middle income trap. Baik dari generasi millennials maupun generasi X dan baby boomers, hampir sebagian besar dari mereka terkena middle income trap.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Alasan utamanya adalah pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya manajemen keuangan di masyarakat. Bagi masyarakat Indonesia, membicarakan topik financial kepada keluarga, teman, atau kolega itu lebih tabu dibandingkan membicarakan sex. Ketabuan dan ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya financial planning inilah yang membuat generasi millennials juga kesulitan dalam mengatur keuangan mereka.

Karena itu, penting bagi kamu untuk berkonsultasi dengan financial advisor yang terpercaya agar kamu tahu langkah yang seperti apa yang harus kamu ambil untuk mengatur keuangan. Kalau kamu punya pengetahuan yang baik mengenai financial planning, itu bagus tapi jika tidak, maka disarankan agar berkonsultasi dulu dengan financial advisor sebelum mengambil keputusan.

  1. Bijaklah Dalam Mengelola Pengeluaran

Ini penting sekali bagi siapapun dan berapapun penghasilan kamu. Dalam hukum ekonomi, pendapatan harus lebih banyak daripada pengeluaran agar menghasilkan keuntungan. Ini juga berlaku dalam financial planning.

Menurut Ligwina Hananto, Founder QM Finance dan Financial Trainer, ada 5 kategori yang harus dikelola dalam pengeluaran. Pertama, untuk cicilan (KPR, kartu kredit, dll.) itu porsinya 30% dari penghasilan. Kedua, pengeluaran rutin (makan, kos-kosan, dll.) memiliki porsi 60% penghasilan. Ketiga, untuk pengeluaran sosial (sumbangan, amal, dll.) 2,5 % dari penghasilan. Keempat, keluarkan 10% dari penghasilan untuk berinvestasi. Kelima, sisihkan 20% untuk gaya hidup (liburan, hang out, dll.).

Untuk mencapai tujuan financial planning kamu harus tahu prosesnya menuju kesana seperti apa. Seperti yang sudah dipaparkan di poin nomor 1, kamu juga harus menentukan prioritas. Maka menentukan skala prioritas pengeluaran sangat penting dalam mengatur keuangan kamu.

  1. Membeli Asuransi Yang Tepat

Ibarat smartphone, ada yang namanya screen protector yang berfungsi untuk melindungi layar smartphone kamu. Saat smartphone kamu terjatuh, pasti akan ada retakan. Tapi jangan panik dulu, karena bisa jadi yang retak itu bukan layar kamu tapi screen protector. Layar kamu dipastikan baik – baik saja.

Seperti itulah analogi asuransi. Asuransi akan melindungi kamu saat terkena resiko hidup yang bisa mengancam produktivitasmu dalam mencari penghasilan. Memang, saat kamu membeli asuransi, manfaatnya tidak langsung kamu rasakan dan bentuknya hanya dalam buku polis. Tapi saat kamu mengalami sakit kritis atau kecelakaan, maka asuransi yang akan menyelamatkan keuanganmu dari biaya kesehatan yang membengkak.

Banyak dari generasi millennials masih antipati dengan asuransi karena merasa belum butuh. Tapi yang harus kamu ketahui, saat kamu mengalami sakit kritis, maka pengajuan kamu untuk membeli asuransi akan ditolak karena asuransi hanya menerima nasabah yang belum terkena sakit kritis. Kalaupun diterima, harga preminya akan mahal.

Maka dari itu, selagi sehat belilah asuransi yang tepat untuk melindungi kamu dari segala resiko kehidupan.

  1. Bijak Dalam Berinvestasi

Hampir sebagian peruashaan keuangan dan financial planner akan menyarankan kamu untuk berinvestasi. Baik itu investasi kumulatif seperti reksadana ataupun investasi aktif seperti properti.

Pada dasarnya, investasi itu bertujuan untuk menaikan aset kamu. Saat kamu mengalami kesulitan keuangan, maka aset yang kamu tanam dalam investasi akan membantumu. Investasi adalah tabungan jangka panjang yang keuntungannya memang belum bisa kamu rasakan hari ini. Tapi jika kamu tidak memiliki investasi, kamu sendiri yang pusing saat harus memikirkan dana pendidikan anak atau saat kamu terlilit hutang.

Maka dari itu, bijaklah dalam berinvestasi agar tabungan jangka panjang kamu aman.

Itulah 5 tips bagi anda generasi millennials dalam mengelola keuangan. Sebenarnya perencanaan keuangan tidak sulit dan ribet seperti yang kamu pikirkan. Asalkan kamu memahami konsep financial planning yang baik, peka terhadap segala resiko, dan konsisten melakukannya, maka kamu sudah menyelamatkan masa depan anda dan keluarga anda nantinya. Jadi mulailah mengelola keuangan dengan baik dari sekarang, jangan menunda – nunda sebelum resiko besar datang pada kamu.(audi)

Public Relation at Rumah Millennials

Content creator on Youtube who share about interesting and unique story of Indonesia and also passionate with public speaking amd youth development

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *