Future Destination, Langkah Yang Positif Untuk Industri Film Indonesia

Future Destination, Langkah Yang Positif Untuk Industri Film Indonesia

JAKARTA – RumahMillennials.com | Sudah tiga bulan berturut-turut Rumah Millennials berkolaborasi dengan Persatuan Artis dan Film Indonesia 56 (Parfi56) dan Pusat Pengembangan Film (Pusbangfilm) Kemendikbud untuk menyelenggarakan event “Future Destination”. Dari bulan Februari-Maret-April, acara Future Destination berhasil menginspirasi millennials yang hadir dalam memahami esensi sebuah film dan menambah motivasi untuk lebih sering menonton film Indonesia.

Future Destination memiliki sebuah campaign #AyoNontonFilmIndonesia. Melihat peningkatan jumlah penonton film Indonesia dari tahun ke tahun, campaign ini diharapkan bisa memotivasi masyarakat Indonesia untuk lebih sering menonton film-film karya anak bangsa di bioskop dan menghargai film Indonesia.

Selama tiga bulan terakhir, banyak sekali praktisi dari film-film Indonesia baik itu sutradara, produser, dan aktor-aktor ternama di Indonesia turut ikut serta. Para pelaku film Indonesia menyambut baik acara Future Destination dan bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat terutama generasi millennials.

Bulan Februari, Future Destination mengangkat tema “pendalaman dan belajar membangun karakter dalam sebuah film” yang dihadiri oleh ketua Parfi 56 Marcella Zalianty, acting coach Stephanus Ciprut dan Yayu Unru, actress muda Prilly Latuconsina, dan actor muda Ricky Harun sebagai MC.

Dalam acara ini, narasumber berbagi ilmu dan pengalaman mengenai bagaimana mendalami peran yang diperankan actor dalam sebuah film. Marcella Zalianty dan Prilly Latuconsina berbagi cerita perjalanan karir mereka dan pengalaman mereka selama menjadi actress film.

Di akhir acara, Yayu Unru memberikan coaching kepada tiga peserta mengenai pendalaman karakter seorang actor dalam film. Setelah sesi talkshow acara di lanjutkan dengan nonton bareng (nobar) film Surga Tak Dirindukan 2, yang sukses menuai prestasi dan pengharagaan dalam film nasional.

Yayu Unru, memberikan coaching kepada peserta

Acara kedua Future Destination di bulan Maret, yang bertepatan dalam hari film nasional, kami mengangkat tema “Local vs Foreign: Film Indonesia Berprestasi”. Kali ini, film “Marlina si pembunuh dalam empat babak” menjadi pokok pembahasan sekaligus film yang disajikan untuk nobar. Dihadiri oleh tiga aktor film Marlina Haydar Salish, Ayez Kassar, dan Egi Fedly, serta produser film Rama Adi.

Mereka berbagi cerita proses pembuatan film Marlina dan bagaimana film Marlina bisa sukses tidak hanya di kancah film nasional tapi film Internasional. Produser Rama Adi mengungkapkan rasa senang melihat banyaknya penonton film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

“Artinya tidak hanya penonton bertambah tapi animo masyarakat bergerak ke arah yang positif dan saya sangat happy dengan kondisi sekarang” kata Rama Adi.

Berhasilnya film Marlina memenangkan NETPAC Jury Award di Five Flavours Asian Film Festival yang diadakan di Warsawa, Polandia menandakan kebangkitan industri film Indonesia yang sempat menurun di era 90-an dan 2.000-an.

Produser Rama Adi berbagi tentang perjalanan film Marlina hingga sukses di kancah Internasional
Antusiasme peserta dalam sesi Q & A

Terakhir di bulan April, dalam rangka merayakan hari Kartini 21 April dan menyambut hari pendidikan nasional 2 Mei, Future Destination mengangkat film Kartini dengan tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Acara ini dihadirkan oleh Produser Robert Ronny, sutradara Hanung Bramantyo, actress muda Prilly Latuconsina, dan Wanda Hamidah selaku moderator.

Film Kartini merupakan salah satu film pahlawan yang sukses memikat penonton Indonesia dan sukses memenangi Piala Citra 2017. Robert Ronny dan Hanung Bramantyo mengatakan dalam proses pembuatan film Kartini, mereka harus membaca buku – buku karya Kartini dan berbagai literatur mengenai karakter seorang Kartini.

Tantangan yang dihadapi pun tidak mudah, Hanung berkata “brand film Indonesia rendah sekali, karena negara menganggap film tidak penting. Ditambah lagi dengan stigma masyarakat bahwa film pahlawan itu berat”. Namun dengan segala tantangan yang dihadapi, film Kartini sukses mengikat hati para penonton dan menginspirasi wanita – wanita Indonesia.

Hanung Bramantyo (tengah) menceritakan tantangan dalam film Kartini dan latar belakang film Kartini
Antusiasme peserta dalam sesi Q & A

Dari tiga acara Future Destination, kami melihat antusiasme peserta untuk belajar mengenai film Indonesia semakin meningkat. Dari jumlah peserta yang datang, di acara Future Destination terakhir di bulan April, jumlah peserta mencapai 228 orang. Tidak hanya itu, diskusi interaktif peserta dengan narasumber dalam sesi Q & A pun sangat interaktif.

Sehingga kami dari Rumah Millennials, Parfi 56, dan Pusbangfilm melihat feedback positif dari acara ini. Kami semua optimis bahwa dengan acara Future Destination, masyarakat Indonesia bisa lebih mengapresiasi film-film Indonesia dan lebih sering menonton film Indonesia di bioskop. Kami percaya bahwa acara Future Destination ini langkah yang positif demi kemajuan industri film Indonesia.

Acara Future Destination mungkin saja sudah berakhir, tetapi silaturahmi kami dengan Parfi 56 dan Pusbangfilm Kemendikbud tidak akan berakhir disini. Akan ada lagi acara kolaborasi kami yang lainnya kedepannya nanti. Tinggal sobat millennials terus pantau update acara kami di Instagram @rumah.millennials, @parfi56, dan @pusbangfilm. (audi)

Journalist and Publication Coordinator at Rumah Millennials
The man who love to share about interesting and unique story of Indonesia as well as youth development through youth organization community. Currently, Audi started his career as public speaker in radio and being freelance MC and Moderator for several events

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *