Membangun Indonesia Dari Desa: Bagaimana Cara Millennials Untuk Memulai dan Mempertahankan Suatu Project?

Membangun Indonesia Dari Desa: Bagaimana Cara Millennials Untuk Memulai dan Mempertahankan Suatu Project?

JAKARTA – RumahMillennials.com | Rumah Millennials, Rumah Kepemimpinan dan Putra Daerah Membangun menyajikan diskusi seputar pembangunan Indonesia. Era Millennials saat ini membuka banyak ruang berkarya untuk setiap orang. Banyak pemuda yang ingin membuat sesuatu untuk membangun daerahnya tapi masih enggan memulai karena masih ragu. Sehingga ide-ide itu hanya berputar didalam kepala.

Berdasar pada hasil diskusi Rabu (04/04/18) kemarin, ini bisa jadi sudut pandang baru yang bisa kamu lakukan untuk membuat ide yang kamu punya menjadi nyata. Simak selengkapnya!

Niat dan Konsistensi
Ya. Sebelum memulai sesuatu, kita harus membulatkan niat. Berdasarkan pada pembangunan desa, itu merupakan hal yang tidak mudah. Kita harus memiliki tujuan yang tepat. Sebaiknya sebelum menentukan tujuan harus melakukan observasi dulu. Masyarakat desa yang mungkin saja belum mau menerima perubahan dan pemberdayaan, kita harus siap dengan tantangan itu. Kemudian, setelah kamu benar-benar telah niat dengan tujuan yang jelas juga mengetahui gambaran apa yang akan kita lakukan, kita harus tetap konsisten dengan itu. Pembangunan Desa membutuhkan waktu 4-5 tahun untuk bisa terlihat hasilnya.

Membangun Kolaborasi dan Berjejaring
Untuk membangun sebuah kegiatan atau project, tentu tidak akan bisa sendiri. Sebagai langkah awal, bisa mengajak teman yang sepaham dengan tujuan kita dan pendekatan dengan stakeholders. Setelah itu, kolaborasi dengan melibatkan pemerintah setempat, menggandeng NGO, mencari sponsor yang memiliki visi yang sama. Kolaborasi ini akan menjadi sebuah dinamika yang sangat jauh lebih baik untuk memulai, menjalankan hingga mencapai target-target yang diinginkan. Baik masalah dukungan fasilitas dan biaya yang butuhkan.

Membuat dan Menerapkan System
Membuat sistem yang dimaksudkan disini adalah membuat segala aturan tentang tahap yang akan dijalankan dalam semua aspek. Sehingga perencanaan project jelas, pembiayaan jelas, dan target yang didapat juga jelas. Jika tidak ada system yang jelas, kemungkinan permasalahan internal atau eksternal akan lebih mudah terjadi yang membuat suatu project menjadi tidak lama bertahan.

Melibatkan Media
Jaman teknologi saat ini, sosial media merupakan termasuk suatu kekuatan. Ketika suatu project dipublish kemedia, sedikit banyak orang telah melihat apa yang orang perbuat. Bisa saja dengan kekuatan sosial media itu project akan semakin terekspose dan banyak komunitas atau orang yang akan tertarik dengan apa yang kita lakukan. Dengan demikian, suatu project akan menjadi perhatian banyak orang, badan atau pemerintah untuk turut campur tangan dan berjejaring.

Nah, beberapa hal yang perlu dipahami jika ingin membuat suatu project dalam sebuah komunitas atau organisasi kepemudaan. Selamat berkarya untuk Indonesia yang Lebih Baik! Salam Nusantara. (Dore)

Partnership Division di Rumah Millennials
Alumni Universitas Sriwijaya
Seorang Karyawan Swasta
Anggota Komunitas Mata Kita Region Jakarta
Travel blogger

Teacher Volunteer di Non Government Organization Global Peace Foundation Indonesia dalam bidang pengembangan masyarakat secara khusus anak-anak dalam pendidikan non formal Bahasa Inggris, juga menumbuhkan rasa kepercayaan diri anak-anak rusun bahwa mereka juga mampu bersaing dengan anak-anak yang sedang atau telah mendapatkan fasilitas dan pendidikan yang lebih baik.

Facilitator Volunteer di Wahana Visi Indonesia, yang bergerak dalam perlindungan anak-anak rusun terhadap kekerasan.

Sangat tertarik dengam issue kemanusiaan dan pengembangan masyarakat.
Menyukai dunia petualangan dan sangat bangga dengan alam Indonesia yang begitu indah.
Hobby mendaki gunung dan terlatih bernyanyi paduan suara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *