Mulailah berinovasi, inilah 3 pola dasar inovasi yang perlu kamu ketahui

Mulailah berinovasi, inilah 3 pola dasar inovasi yang perlu kamu ketahui

RumahMillennials.com | Izinkan saya berbagi mengenai perspektif saya terkait inovasi yang telah saya pelajari dari berbagai tokoh, pengalaman, sumber yang berasal dari sektor yang beragam dan saya coba implementasi secara praktis pada berbagai sektor kewirausahaan sosial yang saya kembangkan.

Ketika saya berkesempatan mendapatkan penghargaan kehormatan dari Kerajaan Inggris yang diserahkan langsung oleh Pangeran Charles. Dalam pidato pemberian penghargaan tersebut Pangeran Cherles mengatakan “I would like to give my warmest congratulations to Gamal Albinsaid for his marvellous initiative. This idea handles two problems at the same time”.

Gambar 1. Penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Award

Ketika mendapatkan penghargaan tersebut, banyak orang bertanya apa prinsip yang kami gunakan sehingga menghantarkan perusahaan kami yang masih berusia muda mendapatkan penghargaan kehormatan tersebut. Pada dasarnya ada 3 hal yang selalu kamu pegang dan internalisasi dalam pengembangan berbagai inovasi.

Kami, Indonesia Medika selalu berpegang pada 3 strategi pengembangan yang kami yakini menjadi nilai yang strategis dan relevan sebagai konsep pengembangan wirausaha sosial di era sekarang maupun masa depan, yaitu Innovative, Impact, dan International. Pada bab ini saya akan berbagi prinsip yang pertama, yaitu innovative.

1. Apa Itu Inovasi?
Kami selalu berusaha konsisten untuk menjaga dan memastikan semua ide yang kami kembangkan merupakan inovasi yang baru yang tidak ditemukan di tempat lain. Bagi kami inovasi adalah ide, metode, alat, dan cara yang baru untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Mengapa saya sebut “menyelesaikan berbagai permasalahaan”, karena itulah yang membuat inovasi semakin kuat, semakin besar masalah yang anda selesaikan untuk semakin banyak orang, semakin gagah dan tangguh pula inovasi yang anda kembangkan.

Ya, inovasi tidak akan sempurna jika tidak direalisasikan. Berapa banyak orang yang berkata, “Saya juga bisa mengembangkan itu” atau “itu sih gampang, saya juga bisa” atau “saya dulu juga punya ide seperti itu”.

Berapa banyak orang yang punya ide cemerlang dan mengagumkan, lalu berakhir tragis di kamar-kamarnya tatktala orang lain yang merealisasikan ide yang ia pikirkan, lalu memberhasilkan mereka.

Oleh karena itu, saya sering katakana bahwa ide itu murah, namun merealisasikannya mahal. Ide yang cemerlang butuh kedisiplinan eksekusi. Seorang inovator adalah pemikir yang tajam, tapi langkah kaki dan ayunan tanggannya juga mencengangkan.

Pertanyaan yang kemudian muncul, “bagaimana kita secara mudah menganalisis sebuah gagasan atau usaha merupakan sebuah inovasi atau bukan?” Pada tahap awal, banyak inovator menggunakan satisfaction level pribadi yang sangat subjektif dalam menentukan sesuatu inovatif atau tidak.

Kami berusaha mengobjektifkan nilai inovasi dari sebuah ide menggunakan scoring sebagai upaya mengklasifikasikan tingkat inovasi dari sebuah gagasan secara lebih objektif, sehingga tidak hanya tergantung pada pemikiran dan kepuasan pemimpin atau pengambil kebijakan atau sang inovator.

Innovative Score Index yang kami gunakan mempertimbangkan dan menganalisis beberapa faktor, antara lain solving problem, differentiation, using by population, patents opportunity, ease of entrepreneurship, scientific and research value, replication capacity, lack of competition, fast growing opportunity.

2. Mengapa Inovasi Itu Penting?
Kawan-kawan, Dalam sebuah survei yang dilakukan McKinsey Global Institute lebih dari 70% senior executive mengatakan bahwa inovasi akan menjadi setidaknya satu dari tiga pendorong pertumbuhan untuk perusahaan mereka dalam tiga sampai lima tahun ke depan. Senior executive lain melihat inovasi sebagai cara paling penting bagi perusahaan untuk mempercepat laju dalam perubahan lingkungan bisnis global saat ini. Hari ini kita saksikan bagaimana inovasi telah menjadi pendorong utama pertumbuhan, kinerja, dan valuasi.

Jika seseorang bertanya kepada saya, “apa strategi terbaik yang dibutuhkan perusahaan dalam menpercepat perkembangannya?”. Saya akan menjawabnya inovasi. Mengapa inovasi ini menjadi strategi yang terbaik? Karena prinsip utama dari inovasi adalah memberikan value kepada customer yang tidak mampu diberikan oleh pihak lain.

Jika ide atau usaha kita merupakan gagasan, produk, atau program yang “sexy” atau memiliki tingkat inovasi yang tinggi, sedikit saja kita melakukan pengembangan dan alokasi sumber daya, inovasi itu akan tumbuh dengan mudah dan cepat, menarik perhatian banyak pihak, mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, dan menggoda banyak mitra untuk berkolaborasi dengan kita.

Sebaliknya, jika ide atau usaha kita merupakan gagasan, produk, atau program yang kurang atau tidak inovatif dan bukan sesuatu yang baru atau berbeda, kita butuh lebih banyak sumber daya yang kita alokasikan untuk pengembangan hingga memastikan kita mendapatkan perhatian, dukungan, dan pertumbuhan yang signifikan.

Tanpa inovasi kita seperti memulai kompetisi dengan kerumanan kompetitor lain tanpa value yang berbeda, namun inovasi itu yang menjadikan kita pergi dari kerumunan competitor untuk bersaing dengan lebih sedikit competitor yang sama-sama inoavtif.

Oleh karena itu, pada tahap awal kita harus punya satisfaction level atas inovasi yang tinggi, sehingga kita bisa tumbuh lebih cepat dan tidak menghabiskan waktu, tenaga, pikiran pada tempat yang tidak memberhasilkan. Usaha atau inisiatif yang kita mulai tanpa inovasi akan menjadikan usaha kita menyita banyak sumber daya dan memaksa kita bersaing dengan kerumunan kompetitor.

Ingatlah baik – baik “the soul of the company is creativity and innovation”.

“Don’t tell people your dreams, show them. Stay positive, workhard, make it happen! Tomorrow belongs to those who prepare for it. Do something today that your future self will thank you for.” dr. Gamal Albinsaud

3. Bagaimana Kita Bisa Berinovasi?
Studi tahunan Booz and company, perusahaan konsultan terkemuka dunia, menunjukkan mengapa perusahaan yang sangat inovatif dapat secara konsisten senantiasa unggul. Rahasia mereka, bagus pada hal yang benar, bukan pada segala hal. Studi Booz and company menyimpulkan 3 pola dasar inovasi, yaitu need seekers, market readers, dan technology drivers.

Untuk kategori Need seekers, inovator akan menggunakan feedback dari konsumen untuk menjadi dasar dan pertimbangkan dalam menciptkan inovasi, sehingga ia melibatkan konsumen dalam penciptaan ataupun pengembangan inovasi. Sedangkan kategori market readers memiliki karakter menjadi pengikut tangkas di pasar dalam melahirkan inovasi. Untuk kategori technology drivers memiliki pola dasar mengedepankan kecanggihan teknonologi sebagai dasar dalam berinovasi. Berikut ini penjelasan pola dasar masing-masing kategori :

a. Need Seekers
Apple dan Procter & Gamble (PG) merupakan contoh perusahaan yang mendapatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pengguna untuk menginspirasi pengembangan produk baru mereka. Inovator tipe ini secara aktif dan langsung melibatkan pelanggan saat ini dan calon pelanggan mereka untuk membantu mereka membentuk produk dan layanan baru berdasarkan pemahaman pada pengguna atau konsumen. Perusahaan ini sering menangani kebutuhan-kebutuhan yang tidak terartikulasikan dan kemudian bekerja untuk menjadi yang pertama di pasar dan menghasilkan produk dan layanan baru.

b. Market Readers
Samsung termasuk perusahaan yang unggul dalam mengikuti tren produk baru yang sedang popular dengan produk mereka yang bisa sampai ke pasar dengan cepat. Inovator tipe ini akan terus memonitor konsumen dan competitor mereka, tapi mereka mempertahankan pendekatan kehati-hatian. Mereka fokus untuk menciptakan nilai melalui inovasi inkremental terhadap produk mereka dan menjadi pengikut cepat di pasar.

c. Technology drivers
Google merupakan contoh perusahaan yang mendorong keunggulan inovasi teknologi dan mencoba menemukan model bisnis yang layak sehingga bisa mengubahnya menjadi pendapatan dan keuntungan. Inovator tipe ini pada umunya mengikuti arahan yang disarankan oleh ahli teknologi mereka dan berdasarkan kemampuan teknologi mereka. Memanfaatkan investasi berkelanjutan mereka di penelitian dan pengembangan untuk mendorong terobosan inovasi dan perubahan inkremental.

Gambar 2. Tiga pola dasar inovasi, yaitu need seekers, market readers, dan technology drivers

Kita dapat menyederhankan 3 pola itu dengan 3 pertanyaan yang dapat memandu kita berinovasi, yaitu:
What is desirable to users?
What is viable in the marketplace?
What is possible with technology?

Pendekatan lain yang kerap digunakan adalah Innovation is seeing what everybody has seen and doing what nobody has done. Dalam konteks ini innovator melihat bahwa innovation is a way to do it differ and better… Find it…

Percayalah, selalu ada cara melakukan segala sesuatu dengan berbeda dan lebih baik, temukanlah. Inovasi memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan anda untuk mampu melompat lebih tinggi dan pergi dari kerumunan kompetitor bisnis anda. Akhir kata, Stop talking, Start Innovating

CEO Indonesia Medika, Motivator Internasional, 50 most impactful social innovator.
Seorang dokter, wirausaha sosial, inovator kesehatan, inspirator pemuda Indonesia, dan penulis buku “Muda Mendunia”..

Mengembangkan berbagai inovasi kesehatan sosial, diantaranya Klinik Asuransi Sampah, Livestock Waste Insurance, Homedika, Sabuk Bayi Pintar, Mother Happiness Center, Care4Mother, Siapapeduli.id, dan lain sebagainya.

Inovasinya telah membantu ribuan pasien kurang mampu mendapatkan layanan kesehatan. dr. Gamal Albinsaid menjadi pemuda pertama di dunia dan satu-satunya di Asia yang meraih penghargaan Kehormatan, HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Award dari Kerajaan Inggris.

Meraih lebih dari 40 perhargaan dan 9 penghargaan internasional dari Jerman, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Amerika, Thailand, Kamboja, Jerman, dan Peru.

www.GamalAlbinsaid.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *