Hi Millennials! Stress Di Tempat Kerja ? Ngobrol yuk!

Kamu strees ditempat kerja? Berikut ini beberapa hal mengejutkan berdasarkan suatu penelitian tentang stress…

“Strees Beud GW”, begitulah ungkapan yang sering kita dengar dari orang-orang yang bekerja, khususnya para karyawan suatu perusahaan/ instansi. Dari suatu penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa 80% orang yang bekerja merasa stress saat melakukan pekerjaannya. Jadi kalo kita pernah merasakan hal yang sama, maka kita tidak sendirian. Karena ternyata kita adalah bagian dari sebagian besar orang-orang yang strees tersebut. Hahaha… Seneng ya rasanya,karena kita ternyata “banyak temannya”.

Eits, jangan senang dulu karena kita bagian dari 80% orang yang stress karena pekerjaan. Kita harus berusaha mengatasinya agar kita bisa lebih produktif dan berkontribusi lebih besar untuk perusahaan tempat kita bekerja. Untuk dapat mengatasi hal tersebut, pastikan kita memahami gejala kita mulai strees ditempat kerja, dan kelola gejala tersebut semaksimal yang kita bisa. Mungkin salah satunya dengan mencoba menceritakan masalah yang kita hadapi kepada orang-orang yang kita kenal baik, bisa atasan (just in case atasan loe gak galak ya heheh..), sahabat, atau keluarga.

Setelah berkontempelasi, tapi loe tetap blm bisa mengatasi, dan jika loe benar-benar ingin menghilangkan stress ditempat kerja, disarankan loe untuk benar-benar mencari penyebab kenapa loe merasa terbebani dengan kerjaan yang loe kerjakan sekarang, yaitu dengan melihat lingkungan sekitar loe bekerja. Budaya kerja, rekan kerja, suasana kerja, apakah membuat loe nyaman atau tidak. Dan ada suatu penelitian yang menggunakan pendekatan ini untuk mengatasinya.

Suatu penelitian, secara mengejutkan menunjukkan bahwa “semangat kebersamaan (team spirit)” dapat membantu mengatasi strees yang dirasakan para karyawan ditempat kerja. Peneliti di Jerman mengadakan suatu penelitian dalam skala cukup besar yang menekankan kepada “metode pelatihan mental dan dampaknya terhadap pikiran, fisik, dan perilaku sosial karyawan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa menekankan pada hubungan baik (social connectedness) antar karyawan dapat mengurangi stress karyawan saat bekerja.

Biasakan untuk selalu mengatakan “kita” dari pada “saya/aku” , selalu tunjukkan rasa empati, sikap rendah hati, serta biasakan melihat segala sesuatu dari berbagai perspektif. Dengan kata lain, semakin loe merasa “menyatu” (Bonding) dengan tim atau rekan kerja loe, maka akan semakin mengurangi stress loe ditempat kerja. Kesimpulan tersebut sangat masuk akal, karena kebersamaan dalam suatu tim (team spirit), adalah tentang percaya kepada perusahaan tempat kita bekerja, saling mempercayai diantara sesama rekan kerja, dan berada “satu frekuensi” untuk sama-sama menyelesaikan pekerjaan agar kinerja perusahaan semakin baik.

Mungkin kata-kata “team spirit”, semangat kebersamaan atau beberapa istilah lain yang mempunyai maksud yang sama sering kita dengar. Tapi kita terkadang belum benar-benar memahami dan berusaha dengan sadar untuk berkontribusi dalam menumbuhkan team spirit ditempat kita bekerja. Banyak diantara kita, saat ingin membuat / memiliki tim yang menyenangkan namun tetap produktif sangat mengalami kesulitan, karena kriteria kandidat yang “bisa bekerjasama dalam tim” terkadang bukan menjadi hal yang utama. Kemampuan yang bersifat teknis masih menjadi kriteria utama, padahal kemampuan tersebut masih bisa dipelajari bersama ketika sudah menjadi satu tim. Ini adalah suatu kekeliruan yang harus disadari untuk dapat mendapatkan tim yang solid yang mempunyai team spirit besar, agar gejala stress yang dirasakan karyawan ditempat kerja dapat dikurangi. Saat ini semangat kebersamaan (team spirit) sangat penting untuk suatu perusahaan, semangat untuk berkolaborasi menjadi hal yang utama saat akan menerima karyawan baru sebagai anggota tim.

Berikut ini adalah 3 langkah yang dapat dicoba untuk diterapkan untuk menumbuhkan “team spirit” dalam suatu perusahaan atau komunitas.

Rasa Memiliki

Kita dapat mengawali dengan menumbuhkan sikap “rasa memiliki” dan tanggung jawab atas pekerjaan dalam tindakan kita ditempat kerja. Hal ini berarti bahwa dengan kesadaran diri yang penuh, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk berusaha meningkatkan kompetensi kita dalam bekerja, untuk membantu menumbuhkan semangat yang sama kepada rekan-rekan kerja dalam satu tim. Semakin kita berusaha untuk menumbuhkan “rasa memiliki” kepada para anggota tim, maka akan memudahkan kita dalam mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. Kita juga harus melihat perjuangan dari para anggota tim kita. Dengan kita membagikan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki kepada para anggota tim, akan membuat para anggota tim semakin yakin bahwa mereka bisa berkontribusi maksimal untuk mencapai tujuan tim yang sudah disepakati karena keberadaan mereka sangat penting dalam tim. Hal ini akan mengurangi level stress mereka ditempat kerja.

Dengar/ Mendengarkan

Tidak semua orang mempunyai kemampuan dan kesabaran dalam mendengarkan curhat/keluh kesah dari orang lain. Namun untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dalam tim, maka kemampuan untuk mendengarkan sangat penting. Dengan kemampuan mendengar yang baik disertai empati/ antusiasme dalam mendengarkan curhatan/ keluh kesah, maka akan membantu kita dalam melihat suatu permasalahan dari perspektif orang yang curhat (menyampaikan keluh kesah). Gunakan perspektif “kita” , bukan “aku/saya” dalam mendengarkan curhatan anggota tim kita, agar rekan kita dapat merasakan empati dan merasa didengarkan. Sehingga saat muncul perbedaan pendapat/ cara pandang, kita tidak akan gampang untuk marah, atau langsung mengatakan “TIDAK”. Tetapi akan membantu kita untuk dapat melihat sesuatu dari sudut pandang rekan kita. Dengarkan dengan seksama, dan respon yang tepat, agar rekan tim kita merasa dihargai. Hal ini pula akan membantu mengurangi penyebab stress ditempat kerja.

Berbagi

Ini mungkin kedengarannya klise dan kontradiktif, tetapi dengan berbagi dengan para anggota tim akan sangat membantu dalam mengurangi stress ditempat kerja. Namun iya, hal ini akan efektif jika rasa saling percaya sudah benar-benar tumbuh diantara para anggota tim. Karena dengan berbagi dengan orang-orang yang sudah kita percayai akan berdampak kepada kedua belah pihak. Jadi ketika yang ada dalam pikiran kita hanya untuk mengambil keuntungan personal dari tempat kita bekerja tanpa memikirkan untuk berbagi kepada para anggota tim, dan pada tempat kerja kita, maka ubahlah mindset kita untuk mulai saling berbagi. Jadilah anggota tim yang selalu positif dan sportif ditempat kita bekerja. Hal ini tidak hanya memberikan keuntungan buat kita yang berusaha utk selalu menjadi pribadi positif yang sportif, tetapi juga akan berdampak kepada para anggota tim yang lain, meskpun culture tempat kita bekerja ternyata kurang ideal untuk menumbuhkan suasana kerja yang positif dan sportif.

Penelitian yang telah dilakukan bahwa mayoritas orang yang bekerja mengatakan bahwa mereka stress karena pekerjaan. Tapi berusahalah untuk tidak menjadi bagian dari yang mayoritas tersebut dengan selalu berusaha menjadi pribadi yang positif dan sportif dilingkungan kerja. Bekerjalah dengan menjalin hubungan yang solid dengan orang-orang yang berada di tempat kerja, maka kita akan mulai merasakan bahwa tingkat stress kita akan berkurang.

Semangat kebersamaan dalam tim (team spirit) bukan tentang datang tiap hari ke kantor dengan menggerutu dan suasan hati yang tak menentu, tetapi team spirit adalah tentang hubungan menyenangkan yang kita ciptakan sebagai tim dan mencapai tujuan bersama yang sudah ditentukan dengan semangat yang sama pula.

Dikutip dari artikel yang ditulis Brian De Haaff  dan dimuat di www.inc.com pada tanggal 18 Desember 2017.

Original Source :

https://www.inc.com/brian-de-haaff/health-problems-due-to-stress-at-work-science-shows-this-surprising-tactic-can-help.html?cid=sf01001&sr_share=twitter

Author :

Nurianto Kama – Siblings R & D Rumah Millennials

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *