Forum Putra Daerah Membangun (PDM) : Organisasi Putra Daerah Zaman Now

Nampaknya di era yang semakin berkembang dan maju seperti saat ini, kita sudah tidak relevan lagi membicarakan mengenai organisasi kedaerahan. Pasalnya, generasi millennial dan post millennial sudah termakan oleh obsesi hidup di kota-kota besar. Seakan organisasi kedaerahan di era saat ini hanya isapan jempol belaka.

Namun kondisi tersebut tidak berlaku bagi anak-anak muda ini. mereka yang menanam harapan di setiap titik Negeri ini. Dari mulai Aceh sampai Papua, Sabang hingga Merauke.

Lebih dari 50 Penghargaan Nasional dan Internasional mereka raih. Ndeso tak berarti mematahkan garis komunikasi dengan dunia global. Ketika orang-orang sibuk memetakan jati diri, justru mereka di usia muda sudah penuh dengan keringat dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Ikut beradu gagasan mengentaskan persoalan sosial. Tak jarang diremehkan, dikucilkan, bahkan dibuang. Namun misi sucinya mengantarkan pada sebuah jalan terang tentang pengabdian yang panjang.

Forum Putra Daerah Membangun (PDM) mempertemukan anak muda ini dalam ikatan pengabdian yang hangat. PDM mengumpulkan Putra-putri daerah yang belum terhubung untuk dibangun menjadi sebuah ekosistem pemberdayaan lintas sektor dan lintas daerah. Karena tak ada yang tunggal. Semua saling membutuhkan, saling menolong, maka landasan bangsa ini adalah Gotong Royong”, ungkap Reza Zaki, Ketua Putra Daerah Membangun.

Putra Daerah Membangun (PDM) dan Rumah Kepemimpinan (RK) kini secara serius mencoba membangun database di 34 Provinsi untuk menghimpun potensi-potensi Sumeber Daya Manusia (SDM) lokal yang fokus pada aktifitas Social Entrepreunership (Socent). Beberapa diantaranya adalah Goris Mustaqim yang membangun konsep aplikasi untuk mencegah gizi buruk kepada Ibu-ibu di Garut, Gamal Albinsaid di Malang yang memberikan pelayanan kesehatan dengan ditukar sampah, Sugeng Handoko di Gunung Kidul yang bisa membawa desanya menjadi desa wisata Terbaik di ASEAN selama dua tahun berturut-turut, Harianto Albar di Makassar yang menjadi penemu Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk mengaliri listrik di desanya”, lanjut Zaki.

“Jika ada satu kebaikan dapat mendatangkan kebaikan-kebaikan lainnya, maka PDM adalah tempat berjejaring kebaikan yang akan menghasilkan kuadrat kuadran kebaikan dari Putra-putri terbaik daerah”, pungkas Fariliyn Danisya, Putri asal Bangka Belitung.

PDM sendiri kini menjadi sebuah platform yang mampu menaikan ikatan kekaryaan di daerah-daerah. Beberapa program yang diinisiasi PDM sendiri antara lain, PDM Summit, Desa Outlook, PDM Mart, dan PDM Campus.

“PDM adalah salah satu asset, yang harapannya mampu membangkitkan semangat Putra-putri daerah di desa-desa untuk bisa menghidupkan titik-titik potensial yang ada di desa, memberikan arahan, bimbingan & pembinaan, serta bisa saling berkolaborasi mengangkat potensi daerah ke level nasional bahkan internasional dengan tetap menjaga keramahtamahan dan keasrian budayanya”, pungkas Ratna Yunita, Putri dari Karanganyar.

Walaupun organisasi ini berbasis kedaerahan, namun para aktor perubahannya sebagian merupakan kandidat doktor baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan sebagian aktor sempat meraih penghargaan dan mendapatkan kesempatan sepanggung menjadi narasumber baik dengan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, Pangeran Charles, hingga Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin.

“PDM merupakan wadah para jawara yang menginspirasi banyak orang yang peduli terhadap potensi di wilayahnya untuk pembangunan roda perekonomian”, jelas Eka Luvita, dari Pati.

 

**Rumah Millennials bekerjasama dengan Forum Putra Daerah Membangun (PDM)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *