Indonesia dan Manusia-manusia dari Masa Depan

June 19, 2017

Jika kita rajin mengikuti perkembangan inovasi-inovasi teknologi di dunia belakangan ini, kita akan tercengang, betapa dunia sedang bergerak begitu cepat menuju masa depan yang, bisa jadi, kondisinya sama sekali baru.

Dalam satu atau dua dekade mendatang, kita akan melihat berbagai revolusi di berbagai bidang teknologi yang 5 atau 10 tahun lalu benar-benar tak terbayangkan.

(Tesla model X | photo by tesla.com)

Kalau kita masih ingat, tahun lalu, sebuah kendaraan roda empat revolusioner yang dinanti-nantikan oleh para penggemar otomotif seluruh dunia bernama Tesla Model 3 diluncurkan di California. Begitu dinantikannya, mobil listrik ini sudah dipesan 350 ribu unit bahkan sebelum publik tahu seperti apa bentuk mobilnya. Inilah mobil Tesla yang tergolong berharga murah, setelah sebelumnya, Tesla Model S dan Model X (keduanya juga mobil listrik) meluncur dengan sukses yang menjadi ikon baru kendaraan roda empat di AS.

Tesla Model 3 inilah yang diyakini akan menjadikan mobil listrik yang autonomous (auto-pilot) menjadi mobil mainstream di dunia. Inilah yang membuat banyak pabrikan mobil dunia berlomba-lomba membuat mobil dengan fitur dan kemampuan serupa. Evolusi kendaraan roda 4 sedang dimulai.

Di waktu yang hampir bersamaan, roket Falcon 9 milik SpaceX sukses diluncurkan menuju luar angkasa, mengirimkan paket ke International Space Station (ISS), dan hebatnya, pulang kembali dan mendarat di tengah laut di atas kapal tanpa awak. Sebuah pencapaian baru dalam sejarah teknologi roket dunia.

Ini bukan pertama kali Falcon 9, yang dimiliki oleh perusahaan bernama SpaceX, kembali dan mendarat dengan selamat ke bumi, namun inilah pertama kali roket tersebut mendarat di atas laut. Tujuannya adalah menghindari resiko jika terjadi sesuatu, pendaratan di laut jelas lebih aman.

Roket Falcon 9 dan Elon Musk (photo by Skit Hub)

Bahkan, awal Juni 2017 ini, SpaceX juga berhasil mengirimkan suplai ke ISS dengan menggunakan pesawat luar angkasa bekas, Dragon. Dragon Spacecraft ini sudah pernah dipakai sebelumnya, yakni pada September 2014. Inipun juga pencapaian bersejarah.

Keberhasilan SpaceX ini seolah menjadi pembuka jalan umat manusia untuk menggapai mimpi baru, yakni pendaratan manusia di permukaan planet Mars, dan penjelajahan luar angkasa lain.

Siapa orang dibelakang mimpi-mimpi Tesla dan SpaceX ini? Namanya Elon Musk. Mungkin belum banyak publik Indonesia yang mengenalnya, meskipun, karya dan visinya melebihi sang pendiri Apple, Steve Jobs. Keduanya adalah manusia-manusia yang lahir mendahului jamannya, mereka seolah adalah manusia-manusia dari masa depan.

Elon Musk mengalawi karirnya dengan mendirikan Zip2, sebuah software untuk direktori dan peta bisnis ke media-media, sebelum akhirnya mendirikan salah satu karya hebat pertamanya, PayPal, sebuah sistem pembayaran online. Singkat cerita, Paypal menjadi platform pembayaran online paling populer di dunia, dan akhirnya dibeli oleh eBay seharga $1.6 milyar dalam bentuk saham, dan sejumlah $165 juta diberikan dalam bentuk uang kepada Elon Musk.

Dan di sinilah petualangan itu dimulai…

Uang kas yang didapatnya, dijadikan modal untuk membangun mimpinya, yakni Tesla, SpaceX, dan SolarCity. Mungkin tak ada milyarder lain, yang menghabiskan uangnya untuk ..membangun dan menyelamatkan masa depan bumi, dan manusia. Beberapa mimpi-mimpinya adalah mengurangi dampak pemanasan global lewat produksi dan konsumsi energi secara berkelanjutan, juga menghindarkan manusia dari kepunahan, dengan membangun koloni manusia di planet Mars.

Musk juga lah orang di balik ide Hyperloop, sebuah mode transportasi supercepat yang mampu membawa penumpang melesat dengan kecepatan 1230 km jam, atau 3-4 kali kecepatan kereta peluru tercepat di dunia. Bayangkan, dengan kecepatan seperti itu, Jakarta ke Surabaya dapat ditempuh dalam waktu 35 menit saja !

Musk adalah contoh betapa mimpi-mimpinya yang selama ini diyakini banyak orang akan sulit terwujud, tak pernah dilakukan dalam sejarah manusia, menjadi sesuatu yang kini bisa kita lihat, dan masa depan manusia pun terukir dan mulai terbayang di depan mata.

Musk tidak sendiri. Seorang fisikawan Amerika Serikat Stephen Hawking bekerjasama dengan Yuri Milner dari Rusia akan meluncurkan satelit mini bertenaga laser yang akan menuju Apha Centauri, sebuah tata surya yang letaknya paling dekat dengan tata surya kita. Perlu diketahui, Alpha Centauri berjarak 4.3 tahun cahaya dari bumi, atau sama dengan 41 trilyun km !

Tujuan dikirimkannya satelit itu adalah untuk mengetahui apakah terdapat mahkluk lain selain makhluk bumi yang ada di Alpha Centauri, dan apakah manusia suatu saat bisa membangun peradaban di sana.

Tahun-tahun terakhir ini, kita disuguhkan penemuan-penemuan, atau visi-visi besar manusia-manusia terhebat masa kini, yang mempunyai mimpi besar, visi besar, dan manfaat besar bagi umat manusia, mungkin bukan untuk masa sekarang, namun bagi generasi mendatang.

Penemuan pesawat terbang, internet, wifi, adalah beberapa terobosan penting umat manusia yang awalnya hanya dari mimpi dan visi. Project loon, Tesla, SpaceX, Hyperloop, mini satelit ke Alpha Centaury, dan banyak hal lain lagi, adalah pengulangan sejarah bahwa bumi dan manusia, tak pernah lepas dari inovasi dari segelintir penghuninya, dan merekalah yang akan mengukir jalan sejarah masa depan.

Indonesia, diakui atau tidak, adalah rumah besar bagi orang-orang yang punya mimpi dan kreatifitas untuk bisa menyumbangkan idenya bagi kemaslahatan manusia. Dan Indonesia harus membiarkan, memberikan dukungan, kepada mereka yang mempunyai mimpi besar, ide, dan inovasi yang bisa membawa kesejahteraan banyak orang. Bangsa-bangsa paling maju di dunia adalah bangsa-bangsa yang paling inovatif. Mengembangkan budaya riset, membangun human capital, menjaga hak cipta, mengadopsi teknologi-teknologi terbaru, adalah beberapa langkah awal membangun manusia-manusia inovatif.

Yang tak kalah pentingnya, adalah membangun mental tak mudah menyerah bila gagal, dan terus berusaha menjadi lebih baik lagi bila sudah berhasil.

Wahai generasi millennial Indonesia, saya yakin akan lahir sosok “Elon Musk” versi Indonesia yang akan mendunia dan membanggakan Nusantara!

Author

Akhyari Hananto (CEO Good News From Indonesia)

I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on “Fundamentals of Disaster Management in 2007” , “Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia” which was luanched in August 2013, and “Indonesia Bersyukur” which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; “Indonesia Pelangi Dunia” , “Indonesia The Untold Stories” and “Growing! Meretas Jalan Kejayaan”

 

Rumah Millennials Partner :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *